• Latest
Mencetak Sastrawan Dunia - CDD8E19A C460 4F73 9C5C 134705EC4232 | POTRET Budaya | Potret Online

Mencetak Sastrawan Dunia

Januari 9, 2023
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Mencetak Sastrawan Dunia - 1001348646_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Mencetak Sastrawan Dunia - 1001353319_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Mencetak Sastrawan Dunia - 1001361361_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Mencetak Sastrawan Dunia

Redaksi by Redaksi
Januari 9, 2023
in POTRET Budaya, Renungan, Resensi, Sastra
Reading Time: 3 mins read
0
Mencetak Sastrawan Dunia - CDD8E19A C460 4F73 9C5C 134705EC4232 | POTRET Budaya | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh : Yudhie Haryono

Sastrawan terbesar di Asia Tenggara ini lahir di Blora, 6 Februari 1925. Pribadinya humanis, merakyat dan dikenal sangat kritis pada penguasa jahat. Ia berani mengkritik semua pemerintahan, mulai dari penjajah Belanda, Orde Lama dan Orde Baru.

Tentu, keberaniannya berujung siksa dan penjara. Ya, Pram terus merasakan dinginnya tahanan. Mulai dari kerja paksa di Pulau Buru selama 10 tahun sampai penjara dan larangan beredar buku plus karyanya.

Baca Juga
  • Senerai Puisi Nur Fauzi, S.pd
  • Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1)

Tetapi, siksa itu tak menghalanginya menghasilkan karya sangat bermutu dan mendunia, yang kata-katanya banyak menginspirasi pembaca setianya. Di antara karyanya, yang paling terkenal adalah Tetralogi Pulau Buru : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Empat buku ini hadir terus menerus untuk mengguncang kita semua agar segera punya kemerdekaan kedua! Sebab tanpa proklamasi kembali, kita sekarat oleh oligarki pribumi bermental tai.

Baca Juga
  • Pemimpin Teladan
  • POTRET KEHIDUPAN PENGEMIS DI TENGAH PERKOTAAN

Tuan Pram yang terhormat. Terima kasih atas warisan novel-novelmu yang dahsyat. Tuan tahu, banyak orang mengarungi malam minggu dengan keluarga. Jutaan manusia menikmati sisa akhir pekan dengan minum tequila. Sedangkan aku, membaca karyamu di malam panjang ini sambil naik kereta. Ya kereta Purwojaya yang kaku dan dingin luar biasa. Menuju kota dan kampus tercinta : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Aku berjalan, menemui mereka yang membunuh waktu mengumpulkan recehan demi keluh kesah keluarga, buruh dan para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kebisuan dan kepedihan. Sebab di situ dulu aku mengenal romansa pertama. Lelaki kecil menantang hidup, tapi berakhir nista karena perempuannya memilih ksatria baja rupiah.

Baca Juga
  • Silaturahmi Warung Kopi
  • Guru

Dalam kebisuan keadilan dan kepedihan tiada tara, tangan berayun, tuhan dicerca, hantu diperkosa. Takdir akhirnya membuatku menjajah Ponorogo, Jogja, Kediri, Semarang, Jakarta, Carolina, New York, London dan Paris. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kejahiliyahan yang kuingin pecahkan. Sebab di situ Tan Malaka dan Soedirman mendeklarasikan Persatuan Perjuangan. Organ nalar penguat makna merdeka. Ya merdeka 100%. Bukan seperti hari ini, merdeka-merdekaan.

Dalam kejahiliyahan yang ingin kupecahkan, inilah kota yang nanti menyambut Indonesia Baru lebih dahsyat dan gempita. Sebab janji proklamasi akan kutunaikan secepatnya. Dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Walau begitu, aku tak tahu apakah kemerdekaan baru itu bermakna atau tidak bagi mereka. Sebab, mereka kutahu sering tersesat daripada tercerahkan dalam sisa hidup ini. Seperti rumpun padi di belakang kampus, berpuluh milyar tahun lalu.

Kepada kalian yang pernah menyesal karena nafsu dunia, teruslah bernyanyi. Siapa tahu tuhan hantu dan hutan tak lagi bisu tuli dan buta. Di kereta ini aku nyanyikan tentang Kau dan Aku. Lagunya Ari Lasso yang syahdu.

Tiba saatnya kita saling bicara/Tentang perasaan yg kian menyiksa/Tentang rindu yang menggebu/Tentang cinta yang tak terungkap/Sudah terlalu lama kita berdiam/Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam/Memenuhi mimpi-mimpi malam kita//

Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah/Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu/Dan kini hanya ada aku dan dirimu/Sesaat di keabadian/Jika sang waktu bisa kita hentikan/Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan/Meleburkan semua batas/Antara kau dan aku, kita.

Melawan, kalah, disiksa, dipenjara, lalu mati meninggalkan jejak harum. Inilah kisah manusia bernama Pramoedya Ananta Toer. Kisahku juga. Saat gigi hilang satu-satu. Saat uban makin meruyak memenuhi kepala. Saat umur terus merangkak. Saat datang generasi baru. Saat mata makin kabur. Saat tenaga makin rapuh. Saat hidup tak mungkin selamanya. Inilah yang terjadi.(*)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Mencetak Sastrawan Dunia - FE0C7193 490B 429E A5CD C9AC7EB698E2 | POTRET Budaya | Potret Online

Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com