POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home POTRET Budaya

Mencetak Sastrawan Dunia

Redaksi by Redaksi
Januari 9, 2023
in POTRET Budaya, Renungan, Resensi, Sastra
0
Mencetak Sastrawan Dunia - CDD8E19A C460 4F73 9C5C 134705EC4232 | POTRET Budaya | Potret Online

Oleh : Yudhie Haryono

Sastrawan terbesar di Asia Tenggara ini lahir di Blora, 6 Februari 1925. Pribadinya humanis, merakyat dan dikenal sangat kritis pada penguasa jahat. Ia berani mengkritik semua pemerintahan, mulai dari penjajah Belanda, Orde Lama dan Orde Baru.

Tentu, keberaniannya berujung siksa dan penjara. Ya, Pram terus merasakan dinginnya tahanan. Mulai dari kerja paksa di Pulau Buru selama 10 tahun sampai penjara dan larangan beredar buku plus karyanya.

Baca Juga
  • Mencetak Sastrawan Dunia - D59BAECC 8374 4EAD B756 6D41B4D4B598 | POTRET Budaya | Potret Online
    POTRET Budaya
    Sebait Puisi Buat Sahabat Zab Branzah..
    24 Jun 2022
  • Mencetak Sastrawan Dunia - 2025 05 02 06 10 42 | POTRET Budaya | Potret Online
    #Pendidikan
    Ketika Sastra Alpa dari Bangku Sekolah
    02 Mei 2025

Tetapi, siksa itu tak menghalanginya menghasilkan karya sangat bermutu dan mendunia, yang kata-katanya banyak menginspirasi pembaca setianya. Di antara karyanya, yang paling terkenal adalah Tetralogi Pulau Buru : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Empat buku ini hadir terus menerus untuk mengguncang kita semua agar segera punya kemerdekaan kedua! Sebab tanpa proklamasi kembali, kita sekarat oleh oligarki pribumi bermental tai.

Baca Juga
  • Mencetak Sastrawan Dunia - 328efa00 2d3d 4070 9198 0ae7ffb22521 | POTRET Budaya | Potret Online
    Edukasi
    Saya dan Majalah POTRET
    12 Jan 2025
  • Mencetak Sastrawan Dunia - 7621D09A 7DEF 419F 8ECE 7CB28DA1FFB5 | POTRET Budaya | Potret Online
    POTRET Budaya
    MENANTI TAKDIR
    14 Apr 2023

Tuan Pram yang terhormat. Terima kasih atas warisan novel-novelmu yang dahsyat. Tuan tahu, banyak orang mengarungi malam minggu dengan keluarga. Jutaan manusia menikmati sisa akhir pekan dengan minum tequila. Sedangkan aku, membaca karyamu di malam panjang ini sambil naik kereta. Ya kereta Purwojaya yang kaku dan dingin luar biasa. Menuju kota dan kampus tercinta : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Aku berjalan, menemui mereka yang membunuh waktu mengumpulkan recehan demi keluh kesah keluarga, buruh dan para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kebisuan dan kepedihan. Sebab di situ dulu aku mengenal romansa pertama. Lelaki kecil menantang hidup, tapi berakhir nista karena perempuannya memilih ksatria baja rupiah.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    PERAN GURU  BK DALAM PEMBINAAN  AKHLAK SISWA DI SEKOLAH
    10 Agu 2021
  • Mencetak Sastrawan Dunia - 7BA1C155 AA4E 4FA2 B630 C266F8AEB104 | POTRET Budaya | Potret Online
    POTRET Budaya
    SAHARA DILAMUN SENJA
    06 Jul 2022

Dalam kebisuan keadilan dan kepedihan tiada tara, tangan berayun, tuhan dicerca, hantu diperkosa. Takdir akhirnya membuatku menjajah Ponorogo, Jogja, Kediri, Semarang, Jakarta, Carolina, New York, London dan Paris. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kejahiliyahan yang kuingin pecahkan. Sebab di situ Tan Malaka dan Soedirman mendeklarasikan Persatuan Perjuangan. Organ nalar penguat makna merdeka. Ya merdeka 100%. Bukan seperti hari ini, merdeka-merdekaan.

Dalam kejahiliyahan yang ingin kupecahkan, inilah kota yang nanti menyambut Indonesia Baru lebih dahsyat dan gempita. Sebab janji proklamasi akan kutunaikan secepatnya. Dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Walau begitu, aku tak tahu apakah kemerdekaan baru itu bermakna atau tidak bagi mereka. Sebab, mereka kutahu sering tersesat daripada tercerahkan dalam sisa hidup ini. Seperti rumpun padi di belakang kampus, berpuluh milyar tahun lalu.

Kepada kalian yang pernah menyesal karena nafsu dunia, teruslah bernyanyi. Siapa tahu tuhan hantu dan hutan tak lagi bisu tuli dan buta. Di kereta ini aku nyanyikan tentang Kau dan Aku. Lagunya Ari Lasso yang syahdu.

Tiba saatnya kita saling bicara/Tentang perasaan yg kian menyiksa/Tentang rindu yang menggebu/Tentang cinta yang tak terungkap/Sudah terlalu lama kita berdiam/Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam/Memenuhi mimpi-mimpi malam kita//

Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah/Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu/Dan kini hanya ada aku dan dirimu/Sesaat di keabadian/Jika sang waktu bisa kita hentikan/Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan/Meleburkan semua batas/Antara kau dan aku, kita.

Melawan, kalah, disiksa, dipenjara, lalu mati meninggalkan jejak harum. Inilah kisah manusia bernama Pramoedya Ananta Toer. Kisahku juga. Saat gigi hilang satu-satu. Saat uban makin meruyak memenuhi kepala. Saat umur terus merangkak. Saat datang generasi baru. Saat mata makin kabur. Saat tenaga makin rapuh. Saat hidup tak mungkin selamanya. Inilah yang terjadi.(*)

Previous Post

MATINYA PERJUANGAN KEPENTINGAN BURUH

Next Post

Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

Next Post
Mencetak Sastrawan Dunia - FE0C7193 490B 429E A5CD C9AC7EB698E2 | POTRET Budaya | Potret Online

Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah