
Puisi oleh Leni Marlina 1) Kawan janganlah kau marah, bukan maksudku tak mau melangkah bersamamu, tapi ibuku resah menunggu....
Baca SelengkapnyaDetails“Aku melalui fasa zaman banyak penyakit dan banyak pesakit” Di persimpangan waktu, langkahku terhenti, Dalam kaca dunia, nampak wajah sepi....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Fathur Rahman Zahri Pohan Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, UIN Ar- Raniry, Banda Aceh Di tengah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Dhiya Difa Nasywa Ul-Haq Mahasiswa Semester V, Jurusan perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh AZIA Mahasiswa Semester Lima, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Pada dasarnya, setiap orang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Delia Sahara Mahasiswi Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Perempuan tua itu, sebut...
Baca SelengkapnyaDetailsBUNGA ITU Bunga itu bukanlah bunga jika tidak secantik bunga menghiasi laman inderaloka Bunga itu bukanlah bunga sebenar andai baunya...
Baca SelengkapnyaDetailsMelbourne, Potretonline.com- Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso membaca Puisi pada Peluncuran Buku Suara dari Kampus, Guru Australia Indonesia Berpuisi...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Leni Marlina /1/ Di balik bayang senja yang tenang, kulihat langkahmu, Ayah, mengayun lembut di antara waktu, kuat...
Baca SelengkapnyaDetailsPadang, Potretonline.com- Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius , melepas Guru- guru hebat yang juga anggota SATUPENA Sumbar berangkat ke...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com