Puisi-puisi Agus Yulianto
Bayang-bayang Kemiskinan Di tengah kota, yang sibuk dan ramaiTerdapat bayangan, yang tersembunyiKemiskinan, yang menyerang dengan ganasMengambil harapan, dan...
Temukan semua artikel terbaru dalam kategori POTRET Budaya.
Bayang-bayang Kemiskinan Di tengah kota, yang sibuk dan ramaiTerdapat bayangan, yang tersembunyiKemiskinan, yang menyerang dengan ganasMengambil harapan, dan...
Oleh: Siti Hajar Tradisi merantau merupakan bagian penting dari sistem nilai dan struktur sosial masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie. Tidak jarang, laki-laki yang telah menikah juga merantau meninggalkan istrinya (bahkan dalam kondisi hamil) bukanlah hal yang dianggap aneh. Justru, praktik ini dipandang sebagai wujud tanggung jawab dan kematangan sosial. Banyak laki-laki Pidie yang baru kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun, bahkan saat anak mereka telah berusia antara tujuh hingga dua belas tahun. Tulisan ini mengkaji secara lebih dalam tradisi merantau bagi laki-laki di Pidie, dengan menelusuri latar belakang sosiokultural, alasan non-ekonomi, serta dampaknya terhadap ketahanan keluarga dan identitas kultural pada zaman dulu. Sejarah dan...
Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya Dunia ini panggung paradoks. Kita membaca dan menulis, mendengar dan berbicara—dua keping mata uang...
Oleh Gunawan TrihantoroKetua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah Di tengah derasnya arus informasi...
Oleh Tabrani Yunis Gerimis pagi ini turun berembun pagi Membasahi jalan dan lorong-lorong sunyi Burung-burung diam bersembunyi Senyap...
Oleh Luhur Susilo(Guru SMPN 1 Sambong dan Anggota Satupena Blora) Di Kabupaten Blora, gerakan peduli lingkungan hidup terus...
Oleh: Anies SeptivirawanSinar matahari sore nyaris redup. Berwarna jingga. Syahdan, berganti rembang petang. Saya duduk bersila di...
Oleh Luhur Susilo(Guru SMPN 1 Sambong, Blora) Kamu,adalah nama terakhir yang kupinta dalam gelap. Namun yang turun,hanya sunyi....
Oleh Heri Iskandar Jambo Politek Aneuk Nanggroe–‐————‐————————————Jum’at, 25/4/2025 (Edisi 2166) “Kesimpulan beliau adalah, kehancuran Aceh ka nampak terang...