
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Nasionalisme Jawa Sentris adalah sebuah gagasan atau ideologi nasionalisme...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Politik itu kejam. Ada benarnya. Untungnya bukan di sini, melainkan di Kolombia. Cucu mantan presiden yang sedang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Riski Alfandi Pendahuluan: Demokrasi Visual dan Era Politik Simbolik Tindakan ini kemudian menjadi viral, mendominasi ruang media sosial dan pemberitaan, serta membentuk persepsi publik bahwa pemimpin tersebut "turun langsung" dan "berkomitmen pada nilai-nilai masyarakat". Namun, apakah tindakan ini benar-benar mencerminkan kepemimpinan substantif, atau justru menandai pergeseran politik ke arah panggung performatif dan post-truth? Untuk menjawab pertanyaan ini, tulisan ini akan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori politik simbolik (Edelman), teori performativitas (Butler dan Alexander), konsep populisme(Laclau dan Müller), serta analisis politik post-truth (Keyes dand’Ancona). Melalui pendekatan ini, kita akan melihat bagaimana kekuasaan hari ini banyak dimainkan dalam ruang simbolik dan performatif, yang secara paradoks justru menjauhkan pemimpindari tanggung jawab kebijakan yang substantif. Politik Simbolik: Kekuasaan yang Dibangun dari Imajinasi Menurut Murray Edelman dalam The...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Saya hanya menarasikan pendapat ahli hukum. Saya sejatinya hanya kang ngopi. Kalau saya dihantam badai bully, “Naseblah!”...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Roy Suryo, dr Tifa sering menyerang Gibran. Sekarang giliran 103 jenderal purnawirawan malah minta Gibran diganti jadi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hamdan eSA Di sebuah negeri bernama Fitrahilia, rakyatnya dulu hidup damai dan sejahtera. Pemimpinnya jujur, hukum ditegakkan tanpa pandang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Muhammad Ridwan Masyarakat Indonesia sudah pernah melaksanakan pemilihan secara tidak langsung, yang sistemnya dengan cara dipilih oleh DPR pada...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Jacob Ereste Demokrasi itu seperti sosok seorang demonstran yang melakukan protes tentang ketidakadilan, kesemena-menaan dan kelancangan dalam mengangkangi hukum...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nurmansyah Putra Ilusi terlarut dalam narasi Emosi terlarut dalam ambisi Ambisi tak lagi tercipta dalam solusi Untuk mencapai...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alkhair Aljohore@ Johor, Malaysia Untuk mengawali tulisan ini, penulis mengangkat sebuah puisi karya Tabrani Yunis, yang dipublikasikan di Potretonline.com,...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com