Oleh Alya Azzahra Senja menyelimuti langit dengan warna kuning keemasan, seperti goresan kuas raksasa yang digerakkan perlahan oleh tangan tak...
Read moreDetailsOleh Hamdani Mulya Suara syair Didong Gayo yang bersenandung syahdu tiba-tiba menghilang perlahan tenggelam, dibawa suara arus gemuruh banjir bandang...
Read moreDetailsKarya Hamdani Mulya Bu Cut Aminah berdiri di depan rumahnya, matanya merah membengkak menahan air mata. Sungai Krueng Pase yang...
Read moreDetailsKarya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Read moreDetailsOleh Rosadi Jamani Disclaimer, ini hanya fiksi. Jangan bilang ini, fakta, ya. Simak cerpen absurd ini sambil seruput Koptagul, wak!...
Read moreDetailsNYANYIAN TERAKHIR CENDRAWASIH Oleh Ilham Sulaiman “Tanah ini bukan milik kami saja, ini milik roh-roh yang kau injak dengan sepatu...
Read moreDetailsOleh Ilhamdi Sulaiman Sejak pabrik tempat Kardi bekerja mengalami penurunan produksi, hidupnya perlahan seperti dijatuhkan dari tebing yang curam. Tak...
Read moreDetailsOleh Rosadi Jamani Ini hanya fiksi. Kalau ada mirip di dunia nyata, hanya kebetulan. Nikmati cerpennya sambil seruput kopi sedikit...
Read moreDetailsOleh Ryan P. Putra Lelaki yang salat di saf belakang itu mencurigakan! Aku tak tahu siapa dia. Ia bukan warga...
Read moreDetailsOleh Anna Althafun Nisa Di sudut ruang tamu yang remang, Ana duduk memeluk lutut. Suara tangis adik-adiknya terdengar dari kamar...
Read moreDetails