
Oleh : Novita Sari Yahya Pagi itu udara terasa padat oleh lalu lintas dan suara klakson. Matahari belum tepat di...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Novita Sari Yahya Ia tumbuh dalam rumah sempit di ujung gang pasar. Dinding papan. Lantai semen kasar. Bau sayur...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Novita Sari Yahya Hujan turun tipis sejak pagi, membasahi halaman puskesmas yang dikelilingi pohon ketapang tua. Air menetes dari...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Novita Sari Yahya Langit senja di halaman rumah itu selalu tampak lebih tenang daripada hati penghuninya. Angin berembus pelan,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Asmaul Husna Inong literasi "Pak, Kenapa dagingnya banyak sekali Bapak beli?" "Ah tidak, itu kan seperti ukuran biasa Bu" ...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hurriyatuddaraini (Inong Literasi) Hari itu Selasa. Jam enam pagi. Hujan turun pelan, lalu tiba-tiba deras. Airnya menghantam atap seng...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Syarifudin Brutu Syarif menyesap kopi sanger dinginnya. Di luar, suara orator unjuk rasa memecah keheningan siang di Aceh Singkil....
Baca SelengkapnyaDetailsBagian 2 Oleh Asmaul Husna Inong Literasi Semilir angin malam bertiup lembut membelai jiwa-jiwa yang terlelap. Temaram cahaya bintang di...
Baca SelengkapnyaDetailsBagian 1 Oleh Asmaul Husna Inong Literasi “Maaf Bu, kami sudah berusaha semampu kami, tapi takdirberkata lain” Suara pelan dokter terdengar...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Isya FakrianiTaruni Kelas X APAT SMK Negeri 1 Jeunib, Bireuen Pagi itu terasa berbeda. Udara di sekolah seperti...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com