Dengarkan Artikel
Oleh Satria Dharma
Terkadang ada orang yang menyebarkan berita hoax, atau berita bohong dan tidak sadar bahwa yang ia sedang sebarkan adalah berita bohong. Celakanya kita semua bisa terjerumus menjadi penyebar berita bohong jika kita tidak hati-hati. Kadang kita tidak tahu bahwa berita yang kita sebarkan adalah berita bohong alias berita hoax. Kita melihat sebuah berita atau tayangan video atau Tiktok dan berpikir bahwa berita tersebut berita yang perlu disebarluaskan. Tujuannya baik, yaitu agar orang lain mendapatkan info yang baik, atau agar orang lain tidak tertipu atau terhindar dari bahaya dari berita atau tayangan yang kita sebarkan. Jadi sebenarnya tujuan kita baik karena kita ingin menyebarkan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan. Tapi karena kita tidak mengecek dahulu apakah berita atau video yang kita sebarkan itu benar atau tidak, maka jika ternyata berita atau video tersebut adalah berita atau video hoax, jatuhnya kita jadi penyebar berita hoax juga.
Jadi tujuan kita sebenarnya baik, tapi akhirnya kita malah terjerumus menjadi penyebar berita bohong atau bahkan berita fitnah dan provokasi hanya karena kita tidak mau mengecek dulu apakah berita atau tayangan yang kita sebarkan itu benar atau tidak. Kita hanya terdorong oleh rasa ingin untuk berbagi tanpa memikirkan risiko jika ternyata berita atau isi video yang kita sebarkan ternyata salah atau bohong.
Padahal dampak dari penyebaran berita bohong ini bisa berakibat buruk bagi orang, masyarakat, lembaga. usaha, atau pihak lain. Secara tidak sengaja dan tidak sadar kita telah menjadi penyebar kebohongan yang bisa mencelakakan atau merugikan orang lain atas kecerobohan kita dalam menyebarkan berita yang tidak kita cek dulu.
Itulah sebabnya agama Islam sejak dulu sudah mewajibkan umatnya untuk tabayun. Silakan baca Al-Hujurat 6. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,”
📚 Artikel Terkait
Baca artikel detikhikmah, “Pengertian Tabayyun dan Penerapannya dalam Kehidupan Kaum Muslimin” selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6772700/pengertian-tabayyun-dan-penerapannya-dalam-kehidupan-kaum-muslimin.
Oleh sebab itu saya sangat menganjurkan kepada semua teman di WAG atau medsos, agar berhati-hati dalam menyebarkan berita atau tayangan apa pun sebelum mengecek kebenaran berita atau tayangan tersebut (tabayun). Tabayun alias mengecek kebenaran berita adalah KEWAJIBAN bagi seorang yang mengaku dirinya muslim, karena itu akan menghindarkannya dari berbuat kedzaliman pada pihak lain.
Tapi memang ada juga orang-orang yang memang SENGAJA mau menyebarkan berita-berita bohong dan fitnah. Mereka tidak mau tahu apakah berita yang jelas-jelas mengandung provokasi dan kebencian pada pihak tertentu itu benar atau salah. Mereka dengan cepat menyebarluaskan berita dan tayangan tersebut karena juga terdorong oleh kebenciannya pada pihak yang didiskreditkan atau yang dituduh dalam berita atau tayangan tersebut. Orang-orang semacam ini meski pun kita sudah menjelaskan dan menunjukkan bahwa itu berita bohong dan fitnah akan tetap bertahan bahwa itu adalah berita atau tayangan yang benar. Mereka tidak peduli akan kebenaran berita atau tayangan yang mereka sebarkan. Tujuannya memang untuk menyebarluaskan kebencian.
Bicara soal larangan agama akan perbuatan semacam ini pada orang-orang ini tidak akan ada gunanya. Mereka meski mengaku muslim, tapi tidak bersedia menjalankan ajaran agamanya dan lebih suka mengumbar nafsu kebenciannya. Bisa-bisa malah kita yang mengingatkan yang akan mereka ceramahi balik tentang kebaikan dari menyebarkan berita buruk dan fitnah yang mereka sebarkan.
Meski demikian saya tidak akan berhenti untuk mengingatkan. I’ll take the risk. 🙏
Surabaya, 7 Januari 2025
Satria Dharma
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






