Dengarkan Artikel
Oleh Rizkina Meutuah
Kuamati sekelilingku
Lengang
Tiada seorang pun
Aku terperangkap
Kuamati sekali lagi
Sebuah siluet muncul
Sesosok makhluk dengan tariannya
Dia memainkan jemari lentiknya
Memainkan pundaknya
Mengerlingkan matanya
Dia terampil memainkan tubuhnya
Aku terbuai dengan tariannya
Sosok penari itu mendekat
Kuamati lagi, matanya membesar
Matanya tak lagi indah, kini dia tampak murka
Gerakannya tak lagi ayu, kini sedikit lebih tangguh
Tempo tariannya tak lagi pelan, kini semakin kencang
Tangannya tak lagi dimainkan, bersiap untuk merampas
Aku terkesiap, dia semakin mendekat, jantungku berdetak kencang
Seketika aku bertatap dengannya, jantungku berhenti.
Banda Aceh, 22 Februari 2015
Rizkina Meutuah, mahasiswa aktif Psikologi, Unsyiah Banda Aceh
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 283x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 242x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 206x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 157x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.









