Oleh Lina Zulaini
Badan tegar tegap
Hanya mampu ku tatap melalui bingkai
Lipatan bibir
Hanya bisa ku sentuh pada sebuah gambar
Andai aku mampu
Merayu Sang Agung
Menyingkap rahasia tentang satu hari
Kepulangan imamku
Tentu aku siap merebut posisi
Namun tetap saja
Lagi lagi aku kalah oleh takdir
Masa singkat dia
Menggema, mencakrawala, menutup rintihan
Di bawah kuku – kukunya yang jalang
Terlahir aroma sukma menggelegar
Tumbuh jiwa -jiwa suka cita
Di balik peluhnya yang berbisa
Hadir hembusan bahagia
Mencekam luka, menusuk bisa
Merajut kisah sempurna bersama anggota
Andai aku mampu
Merayu sang pemilik jiwa
Kembalikan selaksa yang pernah jadi milikku
Pulangkan dia pada semesta yang bisa kuraih
Hasbi
Mereka menyebutnya
Dulu, kini dan esok
Namun aku suka memanggilnya
Ayah
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 326x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 304x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














