• Latest

Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis

Desember 14, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis

Redaksiby Redaksi
Februari 9, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: #pengemisanak jalanan
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Mauliana

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

 

Warung kopi SMEA Premiun Prada, Banda Aceh, adalah salah satu warung kopi yang sangat ramai dikunjungi para penikmat kopi dan kuliner di kawasan ini. Dalam keramaian pengunjung, penikmat kopi dan kuliner itu, tampak seorang gadis kecil yang berusia 10 tahun sedang mengemis dengan bermodalkan microfon kecil. Ia selalu tergantung di lehernya, sambil melantunkan lagu anak-anak dan juga selawatan dari satu meja ke meja lain, untuk dapat menarik perhatian setiap orang.

Ternyata, dalam melakukan aktivitas mengemis, dia mengemis setiap hari dengan lokasi yang berbeda-beda. Wajar pula banyak orang yang mengenal ya. Jadi, bukan hal baru lagi, jika orang yang bekerja di sana sudah mengenalinya dikarenakan sifatnya yang ceria. Ketika kita tanya mengapa ia mengemis, jawabannya sama dengan pengemis -pengemis lain yang sudah dewasa dan tua, karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit.

Itulah alasan klasik setiap pengemis.Selalu, keterbatasan  ekomomi yan mengakibatkan ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi untuk  biaya pendidikan, kalau tidak mengemis, ia sempat putus sekolah karena kurangnya biaya. Selain itu, ia juga mempunyai seorang abang yang tengah menempuh pendidikan di tingkat SMP yang mambuat pengeluaran lebih besar. Maka, dari hasil mengemisnya yang  ia dapat sekitar Rp100.000 dalam sehari cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga. Ia juga mengatakan ibunya juga memulung barang bekas untuk di jual untuk menambah pendapatan.

Di tengah kesibukan anak- anak usianya bermain dengan teman seusianya, gadis kecil ini harus meengemis agar dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarganya, bahkan tidak ada kata lelah yang terpancar di raut mukanya yang harus mengemis dengan berpindah-pindah tempat.

Banyaknya anak-anak yang mengemis dan harus mengemis, karena alasan membantu orangtua, merupakan fenomena gunung es, yang sesungguhnya membahayakan kehidupan anak-anak. Untuk saat ini, kita merasa prihatin menyaksikan anak-anak sekecil mereka harus bekerja keras dengan cara meminta-minta. Oleh sebab itu, kondisi ini harus segera dicari upaya penyelesaiannya.

Nah, untuk mengatasi banyaknya pengemis dari kalangan anak-anak di bawah umur, pemerintah harus menyelidiki lebih lanjut, menemukan akar permasalahan yang dialami oleh mereka.  Setelah menemukan akar masalah, pemerintah dapat mengembangkan program-program yang dapat membantu anak-anak dalam mendapatkan hak -hak mereka dari negara sebagaimana diatur dalam undang -undang dasar 1945 dan aturan hukum yang berlaku, baik dalam konteks lokal, nasional maupun konvensi internasional yang menjamin hak-hak anak, seperti hak untuk tumbuh dan berkembang, perlindungan dan sebagainya, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan dan lain.  Oleh sebab itu, program beasiswa kepada anak-anak miskin dan kurang mampu, harus bisa menjamin akses pendidikan bagi mereka.

Kemudian, agar mereka tidak kembali lagi ke jalan, meminta-minta, pemerintah harus melakukan banyak program pemberdayaan ekonomi keluarga para pengemis.

Selain pemerintahan,  kita sebagai masyarakat juga mempunyai tanggung jawab terhadap orang miskin dan pengemis. Masyarakat juga harus turun tangan secara bersama membantu mereka yang karena terpaksa atau sudah bergantung hidup dari mengemis.

Masyagakat harus mengubah pola pemberian bantuan kepada para pengemis. Misalnya tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk lain. Bisa dalam bentuk makanan, pakaian dan juga perlengkapan sekolah bagi anak-anak. Bisa pula lewat lembaga-lembaga sosial yang bekerja untuk kelompok marginal.

ADVERTISEMENT

Kiranya, dengan adanya dukungan dari semua  pihak secara tepat dan bersama, menyamakan pandangan dan tindakan terhadap para pengemis, terutama kepada anak-anak yang diseret orangtua untuk mengemis, maka bantuan tersebut akan bisa menyelesaikan akar masalah pengemis di kota dengan baik. Cara-cara seperti ini akan dapat  meningkatkan kesadaran dan nilai percaya diri mereka  untuk terus berusaha agar dapat mengubah nasib ke. depannya menjadi lebih baik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 367x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 333x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pengemis, Antara Profesi dan Kondisi Kemiskinan?

Pengemis, Antara Profesi dan Kondisi Kemiskinan?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com