POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Banda Aceh

Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2025
in Banda Aceh, FEBI, Pendidikan, POTRET Budaya
0

Oleh Mauliana

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Baca Juga
  • Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis - e2cb87eb d3d0 4b3e bdaf 7bae75fbbd7a | Banda Aceh | Potret Online
    Jalan-jalan
    MEMBACA CATATAN KEBENCIAN
    05 Nov 2023
  • 02
    Artikel
    Sepeda Transportasi Ramah Lingkungan
    20 Feb 2023

Warung kopi SMEA Premiun Prada, Banda Aceh, adalah salah satu warung kopi yang sangat ramai dikunjungi para penikmat kopi dan kuliner di kawasan ini. Dalam keramaian pengunjung, penikmat kopi dan kuliner itu, tampak seorang gadis kecil yang berusia 10 tahun sedang mengemis dengan bermodalkan microfon kecil. Ia selalu tergantung di lehernya, sambil melantunkan lagu anak-anak dan juga selawatan dari satu meja ke meja lain, untuk dapat menarik perhatian setiap orang.

Ternyata, dalam melakukan aktivitas mengemis, dia mengemis setiap hari dengan lokasi yang berbeda-beda. Wajar pula banyak orang yang mengenal ya. Jadi, bukan hal baru lagi, jika orang yang bekerja di sana sudah mengenalinya dikarenakan sifatnya yang ceria. Ketika kita tanya mengapa ia mengemis, jawabannya sama dengan pengemis -pengemis lain yang sudah dewasa dan tua, karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit.

Baca Juga
  • 01
    POTRET Budaya
    Sungguh Aku Rindu
    14 Apr 2021
  • Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis - 92E42EF7 1C98 449D BDF3 8307977DFCC1 | Banda Aceh | Potret Online
    Artikel
    TRANSFORMASI DAN PRASANGKA BAIK
    05 Jan 2023

Itulah alasan klasik setiap pengemis.Selalu, keterbatasan  ekomomi yan mengakibatkan ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi untuk  biaya pendidikan, kalau tidak mengemis, ia sempat putus sekolah karena kurangnya biaya. Selain itu, ia juga mempunyai seorang abang yang tengah menempuh pendidikan di tingkat SMP yang mambuat pengeluaran lebih besar. Maka, dari hasil mengemisnya yang  ia dapat sekitar Rp100.000 dalam sehari cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga. Ia juga mengatakan ibunya juga memulung barang bekas untuk di jual untuk menambah pendapatan.

Di tengah kesibukan anak- anak usianya bermain dengan teman seusianya, gadis kecil ini harus meengemis agar dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarganya, bahkan tidak ada kata lelah yang terpancar di raut mukanya yang harus mengemis dengan berpindah-pindah tempat.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Raker MAS Darul’Ulum : Guru Dituntut Lahirkan Program Unggul
    15 Jul 2022
  • 02
    POTRET Budaya
    Sahabat
    25 Des 2023

Banyaknya anak-anak yang mengemis dan harus mengemis, karena alasan membantu orangtua, merupakan fenomena gunung es, yang sesungguhnya membahayakan kehidupan anak-anak. Untuk saat ini, kita merasa prihatin menyaksikan anak-anak sekecil mereka harus bekerja keras dengan cara meminta-minta. Oleh sebab itu, kondisi ini harus segera dicari upaya penyelesaiannya.

Nah, untuk mengatasi banyaknya pengemis dari kalangan anak-anak di bawah umur, pemerintah harus menyelidiki lebih lanjut, menemukan akar permasalahan yang dialami oleh mereka.  Setelah menemukan akar masalah, pemerintah dapat mengembangkan program-program yang dapat membantu anak-anak dalam mendapatkan hak -hak mereka dari negara sebagaimana diatur dalam undang -undang dasar 1945 dan aturan hukum yang berlaku, baik dalam konteks lokal, nasional maupun konvensi internasional yang menjamin hak-hak anak, seperti hak untuk tumbuh dan berkembang, perlindungan dan sebagainya, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan dan lain.  Oleh sebab itu, program beasiswa kepada anak-anak miskin dan kurang mampu, harus bisa menjamin akses pendidikan bagi mereka.

Kemudian, agar mereka tidak kembali lagi ke jalan, meminta-minta, pemerintah harus melakukan banyak program pemberdayaan ekonomi keluarga para pengemis.

Selain pemerintahan,  kita sebagai masyarakat juga mempunyai tanggung jawab terhadap orang miskin dan pengemis. Masyarakat juga harus turun tangan secara bersama membantu mereka yang karena terpaksa atau sudah bergantung hidup dari mengemis.

Masyagakat harus mengubah pola pemberian bantuan kepada para pengemis. Misalnya tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk lain. Bisa dalam bentuk makanan, pakaian dan juga perlengkapan sekolah bagi anak-anak. Bisa pula lewat lembaga-lembaga sosial yang bekerja untuk kelompok marginal.

Kiranya, dengan adanya dukungan dari semua  pihak secara tepat dan bersama, menyamakan pandangan dan tindakan terhadap para pengemis, terutama kepada anak-anak yang diseret orangtua untuk mengemis, maka bantuan tersebut akan bisa menyelesaikan akar masalah pengemis di kota dengan baik. Cara-cara seperti ini akan dapat  meningkatkan kesadaran dan nilai percaya diri mereka  untuk terus berusaha agar dapat mengubah nasib ke. depannya menjadi lebih baik.

Tags: #pengemisanak jalanan
Previous Post

Ketika Keluarga Mewariskan Profesi Pengemis Kepada Anak

Next Post

Pengemis, Antara Profesi dan Kondisi Kemiskinan?

Next Post
Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis - d0c5499e 7dfa 4920 bcde 3dfbad94b44f | Banda Aceh | Potret Online

Pengemis, Antara Profesi dan Kondisi Kemiskinan?

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah