POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Macau, Tanah Wisata Kaya Budaya

RedaksiOleh Redaksi
June 26, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Iqbal Perdana
Staff di CCDE

Macau atau Haojing (sebelum diduduki bangsa Portugis) merupakan Daerah Administratif Khusus China. Terletak di seberang muara Pearl River, Hong Kong. Destinasi ini “menjual” view kota dan panorama bernuansa eropa.
Sebelumnya, negeri naga ini merupakan bagian terluar bangsa Portugal, sampai pada akhirnya diserahkan kepada China pada tahun 1999. Maka tak heran jika pengunjung mudah menemukan bangunan dan budaya berbau eropa.
Negeri ini juga merupakan spot penduduk terpadat di dunia. Macau menghasilkan lebih banyak pendapatan dari perjudian. Bahkan lebih banyak dari tempat perjudian dimana pun di dunia ini, pendapatannya lebih dari tujuh kali pendapatan yang dihasilkan oleh “The Strip” di Las Vegas. Wew.
Campuran budaya Cina, Portugis dan tradisi keagamaan selama lebih dari empat abad telah membentuk Macau menjadi kota dengan koleksi festival dan acara yang tak ada tandingannya. Acara tahunan, termasuk festival Macau Arts Maret, Fireworks Internasional Tampilan Contest pada bulan September, festival Internasional Musik pada bulan Oktober dan / atau November, dan Macau International Marathon pada bulan Desember mampu membuat tourist tersihir keasikan.
Tak cukup dengan itu? Masih ada Lunar Tahun Baru Cina, festival tradisional maha penting yang digelar pada akhir Januari atau awal Februari. Destinasi The Pou Tai Un Temple di Taipa adalah tempat untuk Pesta Tou Tei, dewa bumi, pada bulan Februari. Sedangkan Temple A-Ma, penghormatan terhadap Dewi Matsu, digelar pada bulan April dengan banyak jamaah.
Selain itu, ada pula festifal The Drunken Dragon and twinkling-clean di bulan Mei. Di Coloane Village, Tam Kong, The Taoist god juga diperingati pada hari yang sama.
Macau mempertahankan banyak situs sejarah di daerah perkotaan. Pusat Sejarah Macau, juga mencakup 25 lokasi bersejarah, secara resmi terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 15 Juli 2005 selama sesi ke-29 dari Komite Warisan Dunia, yang diselenggarakan di Durban, Afrika Selatan. Sungguh menarik menyambangi kota ini.
Layaknya nama-nama kota besar di dunia, seperti, Paris, Roma, Venice, Nice, dan lain sebagainya tentu didukung dengan destinasi-destinasi yang memukau atau memiliki nilai sejarah.
Demikian pula Macau, paduan eropa-portugis dan china menjadi dasar munculnya budaya, bangunan, dan sejarah yang penuh warna.
Sebagian besar wilayah Macau telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Termasuk 25 bangunan bernilai sejarah tinggi dan beberapa budaya yang tumbuh ditengah-tengah masyarakat Macau. Sedikitnya, ada 129 situs sejarah yang layak dikunjungi selama berada di Macau.
Situs-situs itu tersebar di tiga wilayah berbeda; Macau, Taipa, dan Coloane. Sebagian besar tersebar di Macau, yaitu sebanyak 104 situs.
Selain itu, sedikitnya 23 museum tersebar di seluruh negeri Macau. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda.
Suka menantang adrenalin? Barangkali Macau Tower bisa menjawab. Pada ketinggian 233 M di Macau Tower anda dapat memacu adrenalin dengan melakukan Bungy Jump, yap terjun bebas. Meski tidak betul-betul bebas, sebab tubuh anda dipasang tali pengaman. Namun sensasi terjun bebas dapat memacu adrenalin.
Tak cukup dengan itu? Macau Tower juga menyajikan kegiatan pemacu adrenalin lainnya, seperti skywalk, bouldering, dan climbing patut dicoba. Kegiatan pada tingkat ketinggian di Macau Tower berada di posisi kedua tertinggi di dunia. Wow, bukan perkara mudah untuk menenangkan hati melakukan atraksi-atraksi diluar akal sehat itu.
Disamping itu, Macau memiliki dua pantai primadona, pertama Hac Sa (Si Pasir Hitam) dan Cheoc Van (Si Teluk Bambu). Dua pantai ini musti anda kunjungi ketika menyambangi Macau.
Selain karna pantainya yang menawan, jejeran restoran penjaja kuliner laziz juga masuk hitungan. Restoran dengan nuansa portugis mampu membuat anda merasa sedang berada di pantai-pantai Lisboa.
Setelah terbang dari kota asal, tentu menjelajahi kota “baru” (Macau) menjadi primadona. Tak pelak, berbagai cara ditempuh saat menjelajah. Ada yang tertarik dengan berjalan kaki, atau menumpang angkutan umum.
Masing-masing cara tentu memiliki nilai keasikan yang berbeda-beda. Tergantung selera, kira-kira begitu kata mereka.
Berjalan? Serius? Jangan terkejut, berjalan bisa dibilang cara terbaik untuk berkeliling Macau Peninsula yang kecil, padat, juga untuk menemukan banyak hal. Ada banyak jalan menuju deretan destinasi beken sehingga tidak terlalu memakan waktu jika dibandingkan dengan menumpang angkutan umum.
Jangan takut soal trek pejalan kaki, kebanyakan jalan di Macau memiliki trotoar pejalan kaki yang cukup ampuh memanjakan pejalan kaki. Di dalam dan di sekitar Senado Square, trotoar dibuat dari potongan batu kapur dengan motif bergelombang, hal ini pasti akan menarik perhatian Anda. Namun Macau memiliki medan yang berbukit, hingga kucuran keringat saat menapaki kemiringan Macau tak dapat rerelakkan.
Menarik jika anda berkelana di kota tua, jalan-jalan di kota ini memiliki pola perjalanan yang sedikit rumit. Kemungkinan akan tersesat pada bagian kota tertentu cukup besar, namun disinilah jiwa petualang menjelajahi Macau.
Sedikitnya, ada tiga perusahan bus yang lalu-lalang di daratan Macau; Transportes Urbanos Macau, Sociedade de Transportes Colectivos de Macau dan Sociedade de Transportes Públicos Reolian. Sedikit memang, hal itulah yang bagi banyak orang menilai sistem transportasi bus di Macau sedikit membingungkan.
Pertama, sedikit sekali supir bus yang mampu berbahasa Inggris, konon bahasa portugis. Kebanyakan dari mereka berbicara menggunakan bahasa Cantonese. Karnanya, turis lebih sering menyebutkan lokasi yang dituju dalam bahasa portugis kepada supir. Jika geleng-geleng, jangan naik bus itu.
Sedikit tips menuju destinasi yang ingin dituju, sebaiknya sebelum menumpang bus. Kunjungi situs bus The Reolian untuk melihat semua rute keberangkatan bus dalam bahasa inggris (situs bus yang lain masih menggunakan bahasa China. Sama halnya dengan sistem tarif bus di Hong Kong, di Macau yang menjadi patokan adalah destinasi tujuan, bukan jauhnya perjalanan.
Tarif dasar sebesar $3.20 dikenakan kepada penumpang yang melanglang sebatas Macau Peninsula, menuju Pulau Taipa anda dikenakan biaya $4.20, sedangkan rute “termahal”, Peninsula – Hac Sa dikenakan $6.40.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Profesor Agung Pranoto Mengapresiasikan Buku Sajak Secangkir Air Mata, Karya Hamdani Mulya

Sastra yang Lupa Berkaca

HARI BURUH

MUTIARA KELANA

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Pemko Banda Aceh Manfaatkan Gedung Escape Building Untuk Promosikan Produk Lokal

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00