• Latest
Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

November 16, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

Redaksiby Redaksi
November 16, 2024
Reading Time: 2 mins read
Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh
619
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Puisi Leni Marlina

1)
Sahabat,
bukannya aku sombong tak mau bermain bersamamu, sahabatku sayang,
sepulang sekolah, aku menyusuri pematang
seragamku mengusung debu, menggenggam sisa pelajaran
tapi di sini, di bawah langit desa yang memerah,
aku belajar dari lumpur yang melekat di kaki.

Ibuku menyambut dengan senyum dan cangkul,
“Yuk, Nak, sawah ini tak bisa menunggu,” katanya,
dan aku tahu, di balik suaranya yang lembut,
terdapat mimpi-mimpi yang tertanam lebih dalam dari akar padi.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

2)
Sahabat, jika kau masih penasaran,
setiap ayunan cangkul adalah doa yang terucap,
menggali harapan di tanah yang kami cintai,
air mengalir dari irigasi dan keringat di pelipis,
mengisi celah-celah yang retak oleh musim.

Aku tak mengukur waktu dengan bel sekolah,
tapi dengan jatuhnya matahari ke dalam pelukan sawah,
di sinilah aku belajar matematika yang lain,
menghitung bulir padi, mengkalkulasi masa depan.

3)
Saat teman-temanku berbicara tentang cita-cita tinggi,
aku menuliskannya di tanah, bukan di atas kertas,
menanamnya dengan kedua tangan, mencangkulnya dengan harap,
di ladang ini, aku belajar apa arti bertahan.

4)
Angin desa berhembus membawa aroma bumi,
dan aku merasakan jejak ayahku yang dulu juga di sini,
menyusuri pematang yang sama, bercakap dengan rerumputan,
dan aku tahu, aku tak sendiri dalam setiap langkah.

Malam datang merangkak pelan,
langit beralih menjadi kanvas hitam berbintang,
aku pulang dengan hati yang lega,
sebab di antara peluh, ada impian yang tumbuh.

SMA N 1 Baso, Agam, Sumbar, 2000
——

Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi 24 tahun yg lalu (tahun 2000). Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Penulis juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas digital bidang sastra, pendidikan dan sosial termasuk World Children’s Literature Community (WCLC): https://rb.gy/5c1b02; POETRY-PEN International Community; komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat) Starcom Indonesia; (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02

Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

SULAIMAN JUNED LATIH GURU DAN SISWA CIPTA DAN BACA PUISI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com