Dengarkan Artikel
Puisi Leni Marlina
Di Padang, Sumatera Barat
1)
Kawan,
kau sering bertanya, kenapa aku selalu resah menunggu bel pulang sekolah.
Mari kusampaikan rahasia ini padamu, tapi janji dulu kau masih setia jadi temanku.
Sepulang sekolah, aku masuk ke bengkel kecil itu,
di mana suara palu dan mesin tua bernyanyi,
seragamku berganti dengan pakaian bernoda oli,
di sini, aku belajar kehidupan dari bunyi logam yang berdenting.
Ayahku ada di sana, dengan tangan penuh lelah,
kulitnya kasar, namun senyumnya tetap hangat,
“Ambilkan obeng, Nak,” pintanya sambil tersenyum,
dan aku tahu, setiap baut yang kuputar adalah bagian dari impian.
2)
Di setiap sudut bengkel yang berbau besi,
aku temukan cerita yang lebih nyata dari buku,
tentang cara roda berputar dan mesin hidup,
dan cara seorang ayah merakit masa depan untuk anaknya.
📚 Artikel Terkait
Tanganku kecil, tapi aku belajar memegang palu,
membantu mengencangkan sekrup yang longgar,
aku tahu ini bukan sekadar pekerjaan,
tapi pelajaran tentang bertahan, tentang cinta yang nyata.
3)
Bengkel ini mungkin tak mewah,
tetapi di sini aku merasa kaya,
di antara gemuruh mesin dan gesekan logam,
aku tahu kami sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar kendaraan.
Langit sore mengintip dari celah pintu terbuka,
dan meski tangan ini penuh dengan noda hitam,
aku tahu ada kebanggaan yang tak terucap,
ketika aku dan ayahku bekerja berdampingan.
4)
Malam menjelang dengan angin yang dingin,
tapi hatiku hangat, berdebar seperti mesin yang hidup,
karena di setiap bunyi palu, aku dengar cinta ayahku,
dan aku tahu, esok kami akan kembali merakit impian di sini.
SMA N 1 Baso, Agam, Sumbar, 2000
——
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi 24 tahun yg lalu (tahun 2000). Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Penulis juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas digital bidang sastra, pendidikan dan sosial termasuk World Children’s Literature Community (WCLC): https://rb.gy/5c1b02; POETRY-PEN International Community; komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat) Starcom Indonesia; (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02
Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






