POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Nek Aminah Pengemis Renta di Emperan Supermarket

RedaksiOleh Redaksi
November 10, 2024
Tags: #pengemis
Nek Aminah Pengemis Renta di Emperan Supermarket
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Delia Sahara

Mahasiswi Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Perempuan tua itu, sebut saja namanya Nek Aminah, sejak pagi   duduk di depan supermarket di kawasan yang letaknya tidak jauh dari masjid raya Baiturrahman. Ia duduk sambil menggenggam tangan yang sudah keriput. Ia  terus mengadahkan wajah dan tangan untuk mendapatkan  uang dari setiap orang yang lalu lalang di depan Supermarket itu.

Nenek Aminah,  pengemis yang berusia 70 tahun itu berasal dari Bireun. Harusnya, di usianya yang telah senja itu, sudah tidak lagi melakukan pekerjaan mengemas. Ia selayaknya menikmati masa tuanya dengan tenang, namun kenyataannya justru sebaliknya. Dengan kondisi fisik yang sudah lemah, ia terpaksa turun ke jalan, mengandalkan belas kasihan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menafkahi cucunya. Sungguh menyedihkan. Itulah nasib orang yang terpaksa hidup sebagai pengemis. Nasib begini, sebenarnya, tidak hanya menimpa Nek Aminah, karena selama ini juga semakin banyak pengemis perempuan yang meminta -minta dari satu warung -ke warung lain, di kota Banda Aceh.

kondisi seperti ini bukanlah kondisi yang baik dan tidak boleh dibiarkan terus berlangsung dan bertambah banyak. Sebab, jika dibiarkan bisa-bisa ada banyak perempuan  yang bahkan lebih muda dari nenek Aminah yang akan mengemis dan menjadi masalah sosial di kota Banda Aceh.

Nek Aminah, sebagaimana penulis amati, selalu duduk  duduk di tempat yang sama, memandang orang yang lewat dari depan supermarket tersebut. Kawasan ini memang tempat berkumpulnya para pengemis, karena banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan di kawasan masjid raya Baiturahman tersebut. Seperti nenek Aminah, merupakan warga lanjut usia yang tidak lagi memiliki kemampuan fisik yang kuat untuk bekerja.

📚 Artikel Terkait

Belasan Jam Terjebak Macet, Delegasi IMLF-2 Nyatakan Pengalaman Amat Berharga

SLBS Mutiara Louser, Juara 2 O2SN Peserta Didik Berpendidikan Khusus Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2023

Di Balik Suami yang Sukses, Ada Istri yang Hebat

FEB USK Kirim Dua Dosen dan Lima Mahasiswa Ikut ICDC APDMI di UNAND Padang

Penulis sempat bertanya pada Nenek Aminah  beberapa pertanyaan yang pada akhirnya ia  merceritakan tentang kehidupannya dahulu. Ia pernah merasakan kehidupan yang cukup bersama keluarganya dan menjalani kehidupan sebagi ibu rumah tangga. Namun seiring perjalanan waktu, kehidupannya berubah. Ia menghadapi  ujian hidup yang tidak pernah terbayangkan di pikirannya.

Suaminya telah lama meninggal dan anaknya juga merantau dan mempunyai keluarga di perantauannya. Katanya, setelah beberapa waktu anak nenek aminah pun meninggal dan mau tidak mau dia harus merawat cucunya, walaupun dia sudah lanjut usia. Itulah salah satu alasan mengapa ia kini masih terus menjalankan pekerjaan sebagai pengemis.

Alasan yang masuk akal memang. Ia mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk menafkahi cucunya. Walau mungkin mengemis menjadi pilihan pekerjaannya karena faktor usia dan tidak memiliki kemampuan lain. Kita khawatir jika semakin banyak pengemis perempuan tua yang harus meminta -minta menempati sudut-sudut toko dan bergerilya di setiap tempat keramaian.

Maka, jika kondisi ini dibiarkan, pengemis lanjut usia yang mengandalkan belas kasihan juga akan memperburuk kondisi kota dan akan mendapat stigma dan persepsi negatif terhadap wajah kota dan kemiskinan. Banyak orang yang cenderung menganggap mereka sebagai beban sosial, padahal mereka adalah korban dari sistem yang tidak adil. Fenomena ini menimbulkan sifat yang tidak peduli di kalangan masyarakat, yang akhirnya menormalisasi kondisi pengemis sebagai bagian dari keseharian, tanpa ada keinginan atau upaya untuk mengubahnya.

Selain itu, kondisi seperti ini dapat memberikan dampak psikologis yang buruk bagi generasi muda, terutama cucu-cucu Nenek Aminah yang turut bergantung padanya. Ketergantungan pada penghasilan dari mengemis mengakibatkan mereka tidak memiliki model keteladanan positif dan peluang pendidikan yang memadai. Jika tidak ada perubahan signifikan, cucu-cucu yang hidup dalam kemiskinan ini mungkin akan mengikuti jejak yang sama, menciptakan lingkaran kemiskinan yang terus berulang.

Pemerintah kota Banda Aceh menyadari kehadiran pengemis setiap tahunnya bertambah dan dapat menjadi masalah sosial yang  kompleks. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Banda Aceh untuk mengurangi jumlah pengemis, salah satunya adalah mengadakan patroli rutin oleh Dinas sosial dan satuan polisi pamong praja (satpop pp) untuk melakukan penertiban di area yang sering dijadikan tempat mengemis.

Banyak yang  tertangkap dalam operasi -operasi tersebut dan mereka  dibawa ke panti sosial dan bahkan dibina agar bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, menjadi mandiri. Namun, pemerintah kota juga dihadapkan pada berbagai kendala seperti kesulitan dalam mengawasi dan memastikan bahwa bantuanyang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkesinambungan. Sebab, banyak di antara mereka yang kembali ke jalan karena terbiasa dengan pola hidup mengemis atau karena merasa belum mendapatkan jaminan yang cukup.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00