• Latest

Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival

September 18, 2018
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - 1001348646_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - 1001353319_11zon | Aceh | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - 1001361361_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival

Redaksi by Redaksi
September 18, 2018
in Aceh, Gayo
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

TAKENGON – Ratusan joki muda dari empat kabupaten dataran tinggi Gayo adu kecepatan memacu kuda pada even Gayo Alas Mountain International Festival (GAMI Fest) 2018. Pacuan kuda tradisional tersebut digelar di Lapangan Pacu, Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Senin 17 hingga 23 September 2018.

Meski pada pembukaan awal berlangsung dalam hujan rintik-rintik, tidak memudarkan semangat para joki dan ratusan pengunjung. Pembukaan tersebut langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus dan sejumlah Forkopimda Aceh Tengah lainnya.

“Pacuan kuda kali ini juga bagian dari rangkaian kegiatan GAMI Festival 2018 ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Aceh Tengah, Khairuddin Yoes.

Baca Juga
  • Tim Penilai Adipura Lakukan Penyisiran ke Titik Pantau
  • Kelucuan, Hiburan dan Mainan, Memancing Cuan

Pacuan kuda tanah Gayo selama ini dilaksanakan secara tradisional, namun kali ini sebutnya, dihelat pada even tingkat internasional, GAMI Festival 2018. Pacuan kuda melibatkan tiga kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues lainnya. Ada seratusan lebih kuda yang akan dipacu oleh para joki muda pada empat kabupaten itu pada momen ini.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani mengatakan, pacuan kuda merupakan salah satu destinasi wisata olah raga di dataran tinggi Gayo. Olah raga tersebut diharapkan dapat mengundang minat wisatawan untuk terus berkunjung ke Takengon, Bener Meriah, Gayo Lues dan Kuta Cane, Aceh Tenggara.

Baca Juga
  • 1000 Sepeda untuk Masyarakat Aceh : Pentingkah?
  • Memaknai Kibaran Bendera Putih di Aceh

Di dataran tinggi Gayo, tambahnya, sangat kaya dengan budaya, lokasi wisata dan hasil alam seperti kopi gayo yang kini sudah mendunia. Danau Lut Tawar, Pantan Terong dan Burni Terong juga merupakan modal utama destinasi wisata di sana.

“Kini muncul destinasi wisata baru yaitu olahraga rafting. Jadi ada banyak yang bisa dijual sehingga mengundang wisatawan berkunjung ke sana,” katanya.

Baca Juga
  • Syekh Abdurrauf al-Singkili; Pemuka Ulama Aceh
  • HABA Si PATok

Sementara Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus mengatakan , perlombaan pacuan kuda tradisional tersebut setiap tahunnya digelar di Takengon, terutama pada momen hari jadi Takengon, Aceh Tengah dan hari besar lainnya.

Langkah itu, untuk memberi semangat bagi peternak kuda untuk merawatnya dengan baik dan lahirnya para joki kuda yang handal. Sehingga kedepannya, Aceh Tengah bisa menjadi pusat produser kuda.

“Kedepan Aceh Tengah harus jadi produser kuda, selama ini beli mahal dari luar, jadi sekarang harus jadi produser kuda, akan dibeli mahal dari kita. Pacuan kuda harus mengakomodir kepentingan masyarakat,” kata Firdaus pada pembukaan pacu kuda.

Firdaus berharap, pacu kuda ini bisa berkontribusi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Khususnya bagi yang memelihara kuda di Takengon.

“Kedepan Aceh Tengah akan menjadi pusat perdagangan kuda yang baik, khususnya kuda lokal yang dimiliki di dataran tinggi Gayo,” harapnya. []

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

MARI LESTARIKAN ALAM SEKITAR KITA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com