POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh

Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival

Redaksi by Redaksi
September 18, 2018
in Aceh, Gayo
0

TAKENGON – Ratusan joki muda dari empat kabupaten dataran tinggi Gayo adu kecepatan memacu kuda pada even Gayo Alas Mountain International Festival (GAMI Fest) 2018. Pacuan kuda tradisional tersebut digelar di Lapangan Pacu, Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Senin 17 hingga 23 September 2018.

Meski pada pembukaan awal berlangsung dalam hujan rintik-rintik, tidak memudarkan semangat para joki dan ratusan pengunjung. Pembukaan tersebut langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus dan sejumlah Forkopimda Aceh Tengah lainnya.

“Pacuan kuda kali ini juga bagian dari rangkaian kegiatan GAMI Festival 2018 ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Aceh Tengah, Khairuddin Yoes.

Baca Juga
  • 01
    #Kolom
    Syariat di Negeri Ekstraksi: Ketika Iman Gagal Menjadi Sistem Perlindungan Alam
    02 Feb 2026
  • Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - 015d1fa7 a1ec 4be9 88ff 085b6c469014 | Aceh | Potret Online
    #Sumbangan Aceh
    Ekstraksi Sumber Daya, Kehancuran Ekologi, dan Kemiskinan Terstruktur:
    29 Jan 2026

Pacuan kuda tanah Gayo selama ini dilaksanakan secara tradisional, namun kali ini sebutnya, dihelat pada even tingkat internasional, GAMI Festival 2018. Pacuan kuda melibatkan tiga kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues lainnya. Ada seratusan lebih kuda yang akan dipacu oleh para joki muda pada empat kabupaten itu pada momen ini.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani mengatakan, pacuan kuda merupakan salah satu destinasi wisata olah raga di dataran tinggi Gayo. Olah raga tersebut diharapkan dapat mengundang minat wisatawan untuk terus berkunjung ke Takengon, Bener Meriah, Gayo Lues dan Kuta Cane, Aceh Tenggara.

Baca Juga
  • Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - 863f972d 1999 449c 96da 8e9685abbda7 | Aceh | Potret Online
    Aceh
    Petualangan Malam Penuh Pesona di Lhok Mata Ie
    20 Nov 2024
  • Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - 51cf0ecd 0bc1 45bd 9b90 e668bd80a51c scaled | Aceh | Potret Online
    Aceh
    Pengemis Berkostum Animasi di Banda Aceh
    12 Nov 2024

Di dataran tinggi Gayo, tambahnya, sangat kaya dengan budaya, lokasi wisata dan hasil alam seperti kopi gayo yang kini sudah mendunia. Danau Lut Tawar, Pantan Terong dan Burni Terong juga merupakan modal utama destinasi wisata di sana.

“Kini muncul destinasi wisata baru yaitu olahraga rafting. Jadi ada banyak yang bisa dijual sehingga mengundang wisatawan berkunjung ke sana,” katanya.

Baca Juga
  • Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - d244e54c cddb 42eb 94da 81f4f48ab325 | Aceh | Potret Online
    #Sumatera Utara
    Aceh Butuh Komando Tunggal Darurat Banjir: Saatnya Bertindak, Bukan Rapat
    25 Des 2025
  • Joki Muda Tanah Gayo Berebut Juara di Even GAMI Festival - D7E69BD0 48FD 4F6A 98EB C84451B4A420 | Aceh | Potret Online
    Aceh
    Ketua IPGKhI Provinsi Aceh Lantik Pengurus IPGKhI Cabang 3 di Pidie
    02 Okt 2022

Sementara Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus mengatakan , perlombaan pacuan kuda tradisional tersebut setiap tahunnya digelar di Takengon, terutama pada momen hari jadi Takengon, Aceh Tengah dan hari besar lainnya.

Langkah itu, untuk memberi semangat bagi peternak kuda untuk merawatnya dengan baik dan lahirnya para joki kuda yang handal. Sehingga kedepannya, Aceh Tengah bisa menjadi pusat produser kuda.

“Kedepan Aceh Tengah harus jadi produser kuda, selama ini beli mahal dari luar, jadi sekarang harus jadi produser kuda, akan dibeli mahal dari kita. Pacuan kuda harus mengakomodir kepentingan masyarakat,” kata Firdaus pada pembukaan pacu kuda.

Firdaus berharap, pacu kuda ini bisa berkontribusi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Khususnya bagi yang memelihara kuda di Takengon.

“Kedepan Aceh Tengah akan menjadi pusat perdagangan kuda yang baik, khususnya kuda lokal yang dimiliki di dataran tinggi Gayo,” harapnya. []

Previous Post

Gayo Alas Art Carnival: Kolaborasi Kopi, Alam, dan Budaya Tanah Gayo

Next Post

MARI LESTARIKAN ALAM SEKITAR KITA

Next Post

MARI LESTARIKAN ALAM SEKITAR KITA

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah