Dengarkan Artikel
KİBAR BENDERA, TURUN MAHKOTA
Zulkifli Abdy
Kau telah keliru kawan
Kibarkan bendera turunkan mahkota
Bukankah kau hanya pesuruh penguasa
Sementara pengibar bendera itu rakyat jelata kekasih Tuhan
Atas nama kesetiaanmu pada tirani, kau telah butakan hati nurani
Atas nama kemegahan kekuasaan
Kau peragakan kesewenangan
Kau telah keliru kawan
Kibarkan bendera turunkan mahkota
Kami tahu bendera itu simbol negara
Tetapi kau harus tahu, mahkota itu simbol kepatuhan hamba kepada Tuhan
Pergilah bersama tirani
Jangan kau tinggalkan hati nurani
Kau tak akan selamanya di sana
Tetapi kita akan abadi di sini.
(Banda Aceh, 15 Agustus 2024).
📚 Artikel Terkait
IBU PERTIWI
Ibu..,
Aku berlari tersedu-sedu
Ke pusaramu yang tak berbatu nisan
Setelah kukibarkan bendera merah putih
Sejenak aku terhanyut ke masa lalu
Mengenang pahlawan kesuma bangsa
Ibu..,
Katamu dalam mimpiku
Kita telah merdeka 79 tahun silam
Yang diproklamirkan Soekarno-Hatta
Di Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta
Pukul 10 di bawah hangat mentari pagi
Oh Ibu Pertiwi..,
Bangunlah dari tidur panjangmu
Kami merayakan hari kemerdekaan
Tak lagi di Jakarta, tapi di Ibu kota baru
Katamu merdeka bukan tentang di mana
Melainkan tentang apa yang dirasa.
(Banda Aceh, 16 Agustus 2024).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini




