• Latest
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - IMG_9938 scaled | Cerita Perjalanan | Potret Online

Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata Ikan Larangan Lubuk Landur

Juli 17, 2024
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita Perjalanan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Cerita Perjalanan | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - IMG_9938 scaled | Cerita Perjalanan | Potret Online

Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata Ikan Larangan Lubuk Landur

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Juli 17, 2024
in Cerita Perjalanan, Ikan Larangan, Jalan-Jalan, Lubuk Landur, Pasaman Barat, Traveling, Wisata
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Ada pepatah lama yang berbunyi begini, “ Sekali merangkuh dayung, dua, tiga pulau terlampau”. Juga ada satu lagi yang berbunyi begini, “ Sambil menyelam, minum air”.  Kedua pepatah itu, mungkin relevan dengan apa yang penulis bersama keluarga lakukan selama beberapa hari berada di Pasaman Barat, Sumatera Barat awal Juli 2024. Sebuah perjalanan silaturahmi mengunjung keluarga dan sekalian momen wisata memanfaatkan masa liburan sekolah anak-anak, yang kata mereka just for fun. Namun, bagi penulis, not only for fun, but for knowledge and experience. Ya, untuk menambah pengetahuan mengenai wilayah dan objek wisata yang menarik. Karena perjalanan dari Banda Aceh hingga Pasaman Barat melewati banyak tempat dengan suasana yang berbeda-beda.

Lalu, apa kaitan dengan kedua pepatah di atas yang mungkin pula kedua pepatah itu memiliki makna berbeda. Namun, apa yang penulis ingin sampaikan bahwa sekali bisa ke Pasaman, harus bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan tujuan. Ya, silaturahmi yang membawa banyak manfaat bagi penulis dan sekaligus membahagiakan anak-anak. Jadi juga dikatakan multipurpose.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - 1001377472_11zon 1 | Cerita Perjalanan | Potret Online

Batu Gajah Hilang di Bate Iliek

Maret 23, 2026

Setelah istirahat dari perjalanan panjang lewat darat darı Banda Aceh ke Pasaman yang melewati jalur Barat, Banda Aceh- Subulussalam, masuk jalur tengah ke Sidikalang, Mandailing Natal ke Pasaman Barat yang melelahkan, maka pada hari kedua di Pasaman, usai bercengkrama dan bercerita melepas rindu, kegiatan just for fun pun mulai dilakukan. Hari kedua di Pasaman, tepatnya hari Selasa.2 Juli 2024, pukul 11.00 WIB kami bersama keluarga bergegas naik ke mobil. Tujuan hari itu, berwisata ke sebuah objek wisata  yang sangat terkenal di Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Dalam perjalanan yang tidak begitu lama ke lokasi objek wisata itu, kepada kami diinformasikan sedikit mengenai objek wisata yang sedang kami tuju. Objek wisata itu bernama Ikan Larangan Lubuk Landur, sebuah objek wisata yang juga disebut sebagai objek wisata religi. Sebutan yang pasti berkaitan dengan ritual agama, Itulah yang terbayang di alam pikiran penulis.

Dalam hitungan beberapa menit, melewati jalan yang tidak begitu besar, kami tiba di lokasi. Ketika tiba, lokasi itu tidak begitu menggambarkan sebagai lokasi wisata yang terkola dengan baik. Kesan itu muncul, karena tidak ada tanda-tanda yang menarik perhatian pengunjung. Untuk tempat parkir kedaraan saja sangat sempit, hanya bisa parkir 6 mobil. Buktinya, kami harus parkir berlapis, yang kalau mau keluar, harus memang Gil pemilik mobil yang memarkir di depan mobil kita. Sehingga, dalam hati bertanya mengapa lokasi wisata religi yang sangat menarik ini tidak dikelola dengan lebih baik? Ya, itu hanya pertanyaan dalam hati saja yang mungkin perlu dikaji juga.

Nah, usai memarkir mobil, kami masuk ke lokasi. Ada dua jalan masuk rupanya. Namun jalan masuk ke lokasi ikan larangan itu juga sempit. Kita pun sebenarnya tidak perlu memasukan mobil ke area itu. Bagus sekali kalau ada lahan parkir di pinggir jalan, dan pengunjung cukup melangkah hanya dalam hitungan meter saja dengan mata tertuju ke sebuah masjid atau mungkin surau yang terbuat dari kayu dan kelihatan sudah dimakan usia. Surau yang menjadi pusat kegiatan beribadah bagi penduduk di kampuang itu dan para pengunjung yang datang berkunjung hingga waktu salat.

Rasa penasaran kami yang berkunjung memuncak ketika melihat sebuah sungai yang tidak terlalu besar. Sungai yang berbatu-batu besar yang airnya mengalir jernih dari hulu. Airnya dangkal dan tidak membahayakan bagi anak-anak yang mandi bersama gerombolan ikan-ikan yang panjangnya sekitar 30 – 40 cm itu. Karena kita bisa menyaksikan anak-anak yang mandi dalam kerumunan ikan itu dengan tidak ada satu ikan pun yang menyerang. Anak-anak, orang devasa yang mandi dengan sangat bersahabat dengan ikan-ikan yang disebut dengan ikan larangan Lubuk Landur. Kalau orang Minang mengucapkan dengan kata “Lubuak Landua”. Yang juga merupakan nama tempat.

Apa yang menarik dinikmati di lokasi ini? Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu tidak mutlak satu jawaban. Masing-masing orang akan punya sensasi sendiri-sendiri. Namun, ketika mendengar kata ikan larangan, muncul lah rasa ingin tahu atau curiosity para pengunjung. Apa itu ikan larangan? Seperti apa ikan larangan itu? Sebesar apakah ikan-ikan itu? Bisakah dipancing, lalu bisakah dibakar atau dipanggang sambil buat kemah di lokasi yang sejuk itu?

Masih banyak lagi pertanyaan yang keluar darı rasa ingin tahu tersebut. Apalagi ketika kita mendengar cerita bahwa ikan-ikan di tempat itu sudah hidup ratusan tahun, tidak boleh dipanen, karena bisa celaka dan sebagainya.  Bukan hanya itu, Anehnya seperti diceritakan banyak orang, ikan-ikan tersebut tidak berpindah dan sangat jinak. Padahal ketika musim hujan, banjir melanda, ikan-ikan tersebut tetap saja di lokasi yang sama. Sangat penasaran, bukan?

Ya, memang terasa sangat penasaran karena  tidak masuk di akal, tapi Itulah faktanya. Oleh sebab itu tidak salah pula keberadaan ikan-ikan larangan itu sangat menyenangkan hati pengunjung, baik anak-anak maupun orang dewasa. Orangtua yang membawa anak-anak pun tanpa terasa banyak mengeluarkan uang untuk melalaikan diri atau Anak mengundang ikan-ikan itu merapat mendapatkan makanan.

Bukan hanya hati orang-orang yang berkunjung merasa senang dan terhibur, masyarakat di sekitar sungai atau lubuk itu pun merasakan nikmat. Apa nikmat bagi masyarakat, Yang jelas kegiatan ekonomi berjalan. Dengan menjalankan berbagai macam makanan untuk diberikan kepada ikan-ikan di dalam sungai tersebut, mereka juga menyediakan makanan-makanan kecil untuk para pengunjung yang datang silih berganti ke tempat itu.

Ada banyak cerita mengenai ikan larangan ini. Cerita -cerita itu bisa kita dengar dari mulut ke mulut, mungkin juga dari cerita di radio, televisi dan juga di media sosial dalam berbagai perspektif dan kedalaman cerita. Namun, datang langsung melihat darı dekat dan bertanya kepada narasumber utama di kawasan itu tentu lebih memuaskan dan menyenangkan. Oleh sebab, itu bila para pembaca berkunjung atau berwisata ke Pasaman Barat, ada baiknya sediakan waktu untuk berkunjung ke objek wisata ikan larangan Lubuk Landur.  İni perlu untuk mengobati rasa penasaran seperti yang dipaparkan di atas.

ADVERTISEMENT

Seperti kata pepatah Aceh, tajak beutrouk, takalon beu deuh. Bek rugoe meuh saket hate. Silakan diterjemahkan sendiri dan Selamat berwisata ke Destinasi wisata ikan larangan Lubuk Landur.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 326x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita Perjalanan | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata  Ikan Larangan Lubuk Landur - IMG_0361 | Cerita Perjalanan | Potret Online

Denny JA: Keliru mencampuradukkan Puisi Esai dengan Satupena

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com