Oleh Tabrani Yunis
Wahai kekasihku
Tlah berwindu -windu berlalu
Cinta dan rindu masih menggebu
Andak kau ada di sini
Kan kurebahkan diri
di pelukanmu
Kau dengarkah ada yang menderu deru
Bergemuruh rindu nan menggebu
Kini, kau dan aku siapa nan menyimpan haru
hanya aku yang tahu
Cinta itu kian mengharu biru
Entah berapa windu tlah berlalu
Belum pula ada cahaya biru
Menerangi rasa kangen di hulu kalbu
Walau begitu lekat di mata hatiku
Akü terus diamuk rindu
Dihempas ombak dan gelombang semu
Entah kapan bisa bertemu
Mengobati kalbu yang penuh debu
Terlalu berat rindu di bahu
Kadang hati dibalut cemburu
Aku ingin kau hadir membunuh rindu
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
















