POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sepeda

Tulisan dalam rangka Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ditayangkan Apa adanya dari penulis, tanpa diedit oleh pihak penyelenggara. Silakan baca dan berikan komentar terhadap tulisan dan berikan like di IG Potret.Gallery

RedaksiOleh Redaksi
March 20, 2023
Sepeda
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hafidhatul Maula Ali

Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat diseluruh dunia, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Bersepeda memberikan banyak efek positif bagi tubuh, selain membuat sehat ia juga dapat mengubah suasana hati menjadi senang. Bahkan sepeda menjadi olahraga yang diperlombakan. Tidak sedikit orang-orang yang mengikuti perlombaan itu dan sepeda menjadi kegiatan yang sangat popular. Bahkan dilansir dari IDN Times terdapat 5 negara yang menjadikan sepeda sebagai transportasi utama, diantaranya ada Belgia, Belanda, Jepang, Tiongkok dan Swiss.

Dalam bersepeda tentunya membutuhkan keseimbangan. Hal tersebut agar laju sepeda menjadi stabil dan tidak goyang hingga jatuh. Tidak hanya itu kita juga harus mengendarai sepeda dengan baik diposisi mana harus kita kayuh dan diposisi mana harus kita rem. Karena jika tidak sesuai dalam penggunaan sepeda kita tidak akan bisa mengendarainya dengan baik. Demikian juga dengan kehidupan kita. filosofi sepeda cocok jika disandingkan dengan kehidupan. Ya dalam menjalani hidup harus seimbang. Hidup akan berjalan dengan baik jika kita menjalaninya dengan seimbang. Berikut akan kita bahas beberapa filosofi tentang sepeda.

Pepatah pernah mengatakan bahwa bersepeda yang seimbang ibarat menjalani hidup. Jika diam kita akan kalah dan jika terlalu maju pun akan terjatuh. Jadi teruslah maju dan berusaha tetapi jika gagal jangan berhenti mencoba. Jika kita tidak mencoba kita tidak akan tahu bagaimana hasil akhirnya. Tetapi jika kita sudah mencoba dan kita gagal setidaknya tidak dihantui oleh rasa penasaran tentang hasil akhir yang belum pernah kita coba. Seimbang dengan maksud tidak timpang sebelah, semuanya harus sejalan dan sesuai dengan apa yang seharusnya.

Selanjutnya pelajaran penting yang bisa dipelajari dari sepeda adalah “pedal akan dikayuh dengan kuat Ketika berhadapan dengan tanjakan”. Dari kalimat tersebut kita semua tahu bahwa untuk memimpikan tujuan hidup yang tinggi kita juga harus berusaha lebih keras. Jika usaha kita saja kurang bagaimana kita bisa mewujudkan sesuatu yang besar. Banyak yang bilang usaha tidak pernah menghianati hasil. Meskipun kita tidak boleh selalu berpegang pada prinsip itu, usaha yang keras tetap harus kita lakukan untuk mencapai impian tinggi yang kita inginkan.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH-

Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku

22 Tahun Usia Majalah POTRET, Konsisten Kembangkan Budaya Literasi

Api Seni dan Budaya Aceh yang Belum Padam

Dalam usaha untuk mewujudkan sesuatu tentu saj aakan dihampiri dengan kegagalan. Seperti orang yang belajar sepeda jika ia terjatuh aka ia harus bangkit lagi. Begitu juga dengan kita manusia dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan banyak cobaannya. Bisa saja Ketika kita memulai sesuatu kegagalan akan sering menjumpai, tetapi itu bukan alasan untuk kita menyerah. Kita harus bangkit lagi untuk mencapai tujuan kita. Bahkan orang yang sudah sukses pun masih bisa jatuh. Tapi bukan berarti dia berhenti berusaha dan bangkit. Ibaratnya orang sudah bisa mengendarai sepeda lalu dia terjatuh, bukan berarti dia berhenti menggunakan sepeda bukan, yang harus dia lakukan adalah bangun dan kayuh lagi sepeda dengan seimbang agar tidak jatuh.

Sepeda memiliki banyak filosofi dan dari sanalah kita bisa banyak mengambil pelajaran. Seperti “roda akan selalu berputar”. Begitu juga dengan kehidupan manusia kadang diatas kadang dibawah. Setiap orang akan mengalami fase tersebut. Itu dia alasan mengapa kita tidak diperbolehkan sombong atau menyombongkan diri Ketika kita sedang berada diatas, karena tidak menutup kemungkinan kita juga akan berada dibawah suatu saat nanti. Seperti yang kita tahu tidak ada yang kekal didunia ini. sekarang mungkin kita punya segalanya, tapi bisa jadi esok kita hilang semuanya. Jadi hidup dengan banyak bersyukur sangat mmebantu untuk menyadarkan kita agar tidak selalu merasa diatas.

Selanjutnya pada saat bersepeda kita harus mengatur nafas. Sama halnya dalam menjalani kehidupan kita harus mengatur ritmenya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani setiap roda kehidupan. Istilah lain adalah memanage waktu kita. Sesuatu itu tidak baik kalau terlalu dipaksakan, kita harus memberi waktu untuk diri sendiri agar beristirahat dari masalah- masalah yang datang di kehidupan kita. Ibaratnya Ketika kita bekerja dari pagi hingga malam tanpa istirahat. Pasti tubuh kita akan lelah dan akhirnya jatuh sakit. Lihat saja ketika kita bersepeda tanpa berhenti, lama kelamaan kita akan lelah, tenaga kita akan berkurang dan akhirnya jatuh. Sesuatu itu tidak perlu dikejar, Tuhan sudah menakdirkan segala sesuat untuk menjadi takdir kita, yang kita hanya perlu lakukan adalah berusaha dan jangan smapai melupakan hal-hal yang penting bagi hidup kita.

Memang dalam melewati perjalanan hidup akan banyak lika-likunya bahkan dihadirkan dengan batu atau kerikil. Sama halnya seperti bersepeda, jalan yang kita lalui tidak selamanya lurus tanpa hambatan. Inilah disebut dengan ujian atau cobaan. Hal tersebut bukan berarti ia menghalangi jalan kita selamanya, kita yang bisa berfikir harus mencari cara bagaimana menyingkirkan hambatan tersebut. Karena ia tidak akan hilang begitu saja jika kita lihat dan biarkan menghalang jalan kita. hidup ini tidak sellau berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Hal terakhir yang perlu kita ambil pelajarannya adalah “merasa cukup denga napa yang kita punya”. Sepeda yang kita miliki tidak harus kita bandingkan dengan orang lain. Setiap orang punya versi terbaik masing-masing. Begitulan dengan hidup. Tidak perlu membandingkan dengan kehiduppan orang lain, juga tidak harus iri dengan apa yang orang lain punya. Bisa saja hidup yang kita jalani adalah hidup yang orang lain impikan, begitu juga sebaliknya. Jadi bersyukur adalah sebaik-baik kepribadian.

BY HAFIDHATUL MAULA ALI

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

MEMILIH GOES SEPEDA UNTUK GAYA HIDUP YANG LEBIH SEHAT

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00