POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu

RedaksiOleh Redaksi
May 4, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 Oleh Satria Dharma

Betul sekali…! Jangan GR…! Dunia ini tidak butuh dengan iman atau pun kesalehanmu. Dunia ini tidak peduli apakah Anda beriman pada Tuhan atau tidak. Dunia tidak peduli Anda beriman pada Tuhan yang satu atau pada ribuan dewa. Dunia tidak punya urusan dengan itu. Anda yang membutuhkan iman tersebut. Dunia dan bahkan tetanggamu pun tidak. Jadi tolong jangan GR bahwa dunia perlu tahu betapa taatnya Anda pada agama, betapa Anda berpuasa Senin dan Kamis, betapa Anda berdzikir panjang dengan penuh kekhusyukan, betapa Anda salat tahajud setiap malam, berapa juz Alquran yang sudah Anda hafal, berapa kali Anda naik haji dan umrah. Tidak…! Dunia sama sekali tidak membutuhkan itu semua darimu. Yang dunia butuhkan darimu adalah IMPLEMENTASI dari imanmu, BUAH dari imanmu. Yang dunia butuhkan darimu adalah PERBUATAN BAIKMU terhadap sesama. Dunia membutuhkan KEBERMANFAATANMU pada dunia dan pada sesama. Iman dan ritual ibadah pribadimu itu simpan saja rapat-rapat dan tidak perlu Anda tunjukkan pada siapa pun karena tak seorang pun membutuhkannya. ?

Dunia lebih peduli dan butuh pada senyummu pada anak, istri, dan tetangga ketimbang salat malammu yang banyak rakaat itu. Dunia lebih butuh dan peduli pada kata-kata lembut dan menghiburmu pada orang-orang disekitarmu yang membutuhkan penguatan mental ketimbang dzikirmu yang panjang setelah salat itu. Dunia lebih membutuhkan uluran tanganmu membantu RT membersihkan got dan saluran air di sekitarmu ketimbang hafalan ayatmu. Dunia lebih membutuhkan uang sedekahmu untuk membantu tetangga yang kelaparan ketimbang menghias masjid dengan ornamen baru.

📚 Artikel Terkait

Hari Kebebasan Pers di Tengah “Matinya Jurnalisme”

Hari Pertama Lhokseumawe Traditional Culture Festival Dipadati Pengunjung

SUGUHI PEMBACA DENGAN BAHASA SATIR DAN PEMIKIRAN BERNAS

Aceh Pascadamai: Mengapa Ingatan Kolektif Tak Pernah Benar-Benar Usai

Jadi saya ulangi lagi…

Orang-orang di sekitar kita tidak memerlukan agama atau kesalehan kita. Apakah kita beriman atau tidak, apakah kita melaksanakan sholat atau tidak, sudah haji atau belum, puasa Senin-Kamis atau tidak, sholat tahajud dan ngaji rutin atau tidak, dlsb yang berhubungan dengan ibadah pribadi kita dengan Tuhan itu semua TIDAK DIPERLUKAN oleh teman, tetangga, dan bahkan keluarga terdekat kita sekali pun. It has nothing to do with them. Apa yang mereka butuhkan dari kita adalah SIKAP, PRILAKU, DAN TINDAKAN kita yang mencerminkan buah dari iman kita.

Jadi saya rasa kita tidak perlu menunjukkan kepada siapa pun seberapa saleh kita pada Tuhan. Jika bisa rahasiakan hubungan istimewa Anda denganNya karena kadang atau bahkan seringkali terbersit keinginan kita untuk menunjuk-nunjukkan kesalehan kita padahal itu samasekali tidak dibutuhkan oleh orang lain dan justru akan menggugurkan kedekatan kita pada Tuhan. Gak penting amat…! Sebaliknya, kita justru harus menunjukkan sikap, prilaku, dan tindakan kita yang islami dan berlandaskan akhlaqul karimah pada orang-orang di sekitar kita. Itu yang mereka butuhkan dari kita. Anak, istri, keluarga, teman, tetangga, dan siapa saja yang kita temui perlu mendapatkan manisnya BUAH IMAN kita. Iman itu seharusnya sesuatu yang Anda yakini, sampaikan, dan lakukan. Jadi jika Anda selalu berbuat baik pada orang lain (tidak peduli beragama apa pun Anda atau bahkan tidak beragama sekali pun) maka itu berarti Anda mengimani perbuatan baik bagi orang lain. Sebaliknya, jika Anda selalu melontarkan kebencian pada orang-orang tertentu maka sebenarnya itulah yang Anda imani. Anda percaya bahwa itulah yang baik menurut Anda. Seperti kata Gus Dur, “Jika engkau berbuat baik maka orang tidak akan bertanya apa agamamu.” Seperti sabda Nabi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lain)”. Sebaliknya Islam sangat mencela seseorang yang berbuat keburukan terhadap orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Hai Aisyah, sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang dihindari oleh manusia karena takut kejelekannya.” (HR Muslim, hadits no 4693). Dalam hadits tersebut Nabi SAW mengkategorikan orang yang dihindari orang lain karena kekejiannya sebagai manusia yang paling buruk. Artinya, orang yang tidak peduli terhadap orang lain, bersikap negatif dan berperangai buruk terhadap orang lain merupakan manusia terburuk di muka bumi, meskipun ia adalah ahli salat dan suka beribadah mahdhah.

Jadi simpan saja agama dan kesalehanmu untuk dirimu sendiri tapi bagikanlah buah dan keindahan dari keimananmu pada semua orang di sekitarmu. ?

Surabaya, 4 Mei 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

PC IMM Aceh Besar Hadirkan Kembali Kegiatan Diksuswati

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00