HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

CITRA

Redaksi by Redaksi
Mei 28, 2021
in Bingkai, Esai, POTRET Budaya
Reading Time: 10 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

ADVERTISEMENT



Baca Juga

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan

Maret 18, 2026

Separuh Nafas Untuk Paruh Waktu

Maret 17, 2026

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026


Oleh Syauqi, S.Sos, M.Pd

Guru MTs  Jeumala Amal,  Lhuengputu, Pidie Jaya

 

Citra adalah kesan yang ingin diberikan oleh seseorang kepada publik atau khalayaknya agar timbul opini publik yang positif tentang seseorang atau institusi. Bila citra sudah tidak bagus, maka pernilaian seseorang akan sell negatif.  Istilah sekarang disebut “negative thinking”. Walaupun apa yang dilakukan seseorang pada saat itu adalah suatu kebaikan. Seperti kisah berikut ini

Ada sebuah kantor Organisasi Masyarakat yang pengurusnya dikenal tidak baik. Karena  bila ada bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat, maka pengurus Organisasi sering memotong bantuannya dengan alasan yang tidak jelas. Sehingga masyarakat menjuluki mereka sebagai tukang potong bantuan.

Tidak jauh dari kantor tersebut, tinggallah Amri besama isterinya beserta anak laki-laki bernama Syarif yang berumur 5 tahun. Amri disapa Bang Amri dalam masyarakat. 

Suatu hari, Syarif menderita demam disertai batuk. Bang Amri hendak membawanya ke dokter, tetapi tidak mempunyai biaya untuk berobat yang diperkirakan berjumlah Rp. 250.000. Untuk itu Bang Amri mencoba menghubungi beberapa temannya untuk meminta bantuan, namun tidak ada seorangpun bersedia meminjamkan uang kepadanya. 

Dalam keputusasaannya, terlintas dalam benak Bang Amri untuk meminta bantuan kepada Allah. Bang Amri lalu mengirim surat kepada-Nya untuk meminta bantuan uang. 

Bang Amri mangambil secarik kertas dan pena lalu mulai menulis

 

Kepada Yth, 

Allah SWT 

Di-

Tempat

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Nama saya Amri, hari ini sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan anak saya sebesar Rp. 250.000. Saya telah mencoba menghubungi beberapa kawan, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bersedia membantu Saya. 

 

Oleh karena itu, Saya mengirim surat kepada-Mu untuk meminta bantuan. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih

 

Tertanda

 

Amri

 

Bang Amri melipat suratnya dan memasukkan ke dalam amplop disertai dengan nama dan alamatnya yang jelas. Bang Amri membawa suratnya ke kantor pos terdekat. 

Namun dalam perjalanan, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Bang Amri terpaksa menghentikan sepeda motornya di pinggir jalan. Saat itu Bang Amri tidak menyadari bahwa surat yang dibawanya tertiup angin dan jatuh di pinggir jalan. Setelah anginnya reda, Bang Amri melanjutkan perjalanannya menuju kantor pos.

Tidak lama berselang, seorang Pengurus Organisasi yang bernama Pak Ridwan melewati jalan tempat Bang Amri berhenti. Dia melihat ada sepucuk surat tergeletak di pinggir jalan dan memungutnya. Pak Ridwan membawa surat ke kantornya. 

Pak Ridwan menyodorkan surat tersebut kepada tiga rekannya yang berada di kantor. Melihat ada keanehan di amplop surat yaitu alamat yang dituju yaitu Allah SWT, maka mereka berempat sepakat untuk membuka surat dan membacanya. 

Setelah membaca isi suratnya, mereka merasa iba, dan tergerak hati untuk mengurangi penderitaan Bang Amri. Masing-masing mereka menyumbang Rp. 50.000, sehingga terkumpul Rp. 200.000. Uangnya dmasukkan ke dalam amplop. Mereka mengutus salah seorang dari mereka untuk mengantarkan bantuan tersebut kepada Bang Amri.

Bang Amri yang tidak menyadari suratnya terjatuh telah sampai di kantor pos. Saat hendak mengirimkan suratnya, Bang Amri tidak menemukan surat yang dibawa di kantong bajunya. Setelah berusaha mencari beberapa saat, Bang Amri langsung pulang ke rumah dengan perasaan sedih.

Saat tiba di rumah, Bang Amri melihat seorang pengurus Organisasi bernama Pak Ridwan telah berdiri di depan pintu rumahnya, 

“Assalamu’alaikum. Pak Ridwan!” Bang Amri menyapanya

“Wa’alaikum salam!” Jawab Pak Ridwan sambil mendekati Bang Amri dan langsung menyodorkan sebuah amplop surat

“Surat ini punya Bang Amri kan?” Tanya Pak Ridwan 

“Iya, ini surat yang Saya tulis…!” Jawab Bang Amri setelah mengamati sebentar

“Dan ini bantuannya…!” Lanjut Pak Ridwan sambil menyodorkan amplop yang berisi sejumlah uang.

Tidak terasa, air mata Bang Amri menetes saat menerima amplop yang disodorkan oleh Pak Ridwan, kemudian berkata

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya, Pak Ridwan!” 

“Terima kasih kembali, Bang Amri, Saya pamit dulu!” Kata Pak Ridwan sambil meninggalkan rumah Bang Amri

Bang Amri masuk ke dalam rumah, dan membuka amplopnya. Setelah menghitung jumlahnya, Dia langsung memanjatkan puji syukur kepada Allah yang telah mengabulkan permintaannya

“Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan hamba!” Kata Bang Amri dalam do’anya sambil menadahkan kedua tangannya

“Tetapi ya Allah, bila Engkau ingin mengirim bantuan, Saya mohon, jangan mengirim melalu Organisasi Masyarakat tersebut…!” Sambung Bang Amri masih menadahkan tangannya.

“Saya memohon bantuan Sebesar Rp. 250.000, tetapi Saya hanya menerima Rp. 200.000!“ Lanjut Bang Amri dalam do’anya

Seperti yang tertera dalam surat. Bang Amri meminta bantuan kepada Allah sebesar Rp. 250.000, tetapi yang diterima melalui pengurus Organisasi Masyarakat tersebut sebesar Rp. 200.000. Bang Amri menganggap bahwa Pengurus Organisasi tersebut telah memotong bantuannya sebesar Rp. 50.000. 

Sebenarnya Pengurus Organisasi Masyarakat tersebut sangat ikhlas membantu dengan uang pribadi mereka, tertapi karena citra Organisasi Masyarakat tersebut tidak baik, maka orang akan tetap beranggapan bahwa mereka tidak baik.

Bang Amri membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dokter. Dua hari kemudian, anaknya, Syarif, sudah berangsur-angsur sembuh dari penyakitnya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 281x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 232x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 187x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026
Artikel

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam
#Sejarah Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026
​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Next Post

DAMPAK PERALIHAN SILATURRAHMI REMAJA DI ERA DIGITAL

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com