HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Seni Konseling

Redaksi by Redaksi
Juli 18, 2021
in Essay, Majalah Potret, Opini Mahasiswa
Reading Time: 5 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

ADVERTISEMENT


Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Beasiswa, Stigma, dan Keadilan Sosial di Kampus

Beasiswa, Stigma, dan Keadilan Sosial di Kampus

Januari 15, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026

Oleh : Nisa Urrahmi

Prodi : Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh 

Konseling adalah seni. Kata konseling tidak lagi asing terdengar di telinga, namun masih ada juga beberapa yang terlihat bingung mendengar kata konseling atau bimbingan dan konseling. Ketika saya ditanya kuliah jurusan apa? Saya menjawab “bimbingan dan konseling”. Lalu terlihat ekspresi orang yang tidak tahu jurusan yang saya jalani dan kembali bertanya pada saya apa itu konseling? 

Setelah saya menjelaskan barulah paham dengan kalimat “ooo” panjang yang terdengar, namun ada juga yang mengetahui luarnya saja atau salah pemahaman tentang konseling itu sebenarnya. Banyak yang berfikir bahwa bimbingan dan konseling itu adalah seorang guru BK. Memang benar, tapi setelah lulus nantinya kita bisa saja menjadi seorang guru BK, namun guru BK yang bagaimana? Apakah guru BK yang berurusan hanya dengan anak – anak bandel atau sudah mendapat julukan polisi sekolah dimana mengrazia siswa yang tidak patuh pada peraturan? Terlihat kejam dan ditakuti? 

Sebenarnya seorang guru BK yang profesional tidak seperti itu.  Guru BK tidak hanya mengatasi murid yang bermasalah, namun juga membimbing murid murid yang berprestasi mengarahkan minat dan bakat dan sosok yang disukai murid dimana murid bisa bercerita tanpa adanya rasa takut dan kekhawatiran ceritanya akan menalar kemana-mana melebar. 

Bagi saya bimbingan dan konseling lebih dari itu, saya menyebutnya “seni”. Bagaimana tidak?  Semua teknik yang dilakukan dalam bimbingan konseling itu seperti sebuah seni dan keajaiban. Seperti saat kita mengatasi seorang klien yang ingin bercerita tentang masalahnya; namun terlihat gugup dan enggan menceritakannya dan di sinilah seni itu muncul, bagaimana kita bisa membuat klien itu bercerita dengan leluasa. Hanya dengan satu kalimat saja yang kita ucapkan, seni bukan?  Kita tidak menyentuhnya, tapi klient bisa merasakan kehangatan seperti peluk yang ia butuhkan. Kemudian, ketika mengatasi masalah pasti ada yang namanya “solusi” .  

Orang berpikir pasti konselor lah yang memberikan solusi kepada konseli, namun seorang konselor profesional tidak memberikan solusi secara mutlak kepada konseli, tetapi membantu dan mengarah konseli agar bisa keluar dari masalahnya dengan mandiri. Solusi itu memang sudah ada dalam diri konseli, namun butuh penguatan dan dukungan dari konselor agar solusi itu berani diambil oleh konseli. 

Ini benar – benar ajaib menurut saya. Bagaimana cara mengeluarkan seseorang dari masalah dengan kemampuan yang ia pikir tidak bisa, namun nyatanya ia sendiri yang menyelesaikannya dengan mandiri.

Terlepas dari itu masih banyak teknik lainnya yang bisa kita gunakan untuk mengekspresikan emosi kita mulai dengan cara menulis, berdialog, bermain drama, bahkan dengan musik dan masih banyak lagi. Itu semua adalah teknik dari bimbingan dan konseling. Itu semua adalah seni, seni mengekspresikan diri kita kepada dunia. Semakin saya mempelajarinya, semakin saya mencintai bimbingan dan konseling.  Bagaimana tidak?  Ketika seseorang di bawah kita ada untuk menguatkan dan ketika seseorang di atas kita ada sebagai alasannya dalam bimbingan yang ia lalui.

Salam hangat calon konselor muda.

 Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli, baik secara langsung, maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu

 konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dialaminya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 226x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 219x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 167x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Cerita di Balik OTT: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Terus Terjadi?
# Koruptor

Cerita di Balik OTT: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Terus Terjadi?

Maret 20, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
#Korban Bencana

Niat Bertugas di Daerah Bencana itu Terwujud 

Maret 20, 2026
Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global
#Sosok

Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global

Maret 20, 2026
Sumpah dari Puncak  Meratus
Artikel

Sumpah dari Puncak Meratus

Maret 20, 2026
Next Post

Sehat?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com