POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Sehat?

Redaksi by Redaksi
Juli 18, 2021
in Essay, Majalah Potret, POTRET Budaya
0

 

Oleh Ahmad Rizali

Sehat? - B06940F1 BFFB 4FAA 81C9 5360FDD5EAF4 | Essay | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Puisi-Puisi Zab Bransah
09 Agu 2022

Berdomisili di Depok 

Sehat? - F57742C7 3B13 4894 A03B DC2AA279609B | Essay | Potret Online
Baca Juga
Artikel
TOKO BUKU SAAT INI
14 Mar 2022

Musim ini, kata itu sangat didambakan umat manusia di seluruh dunia. Sedikit saja gejala (mungkin) selesma, bagi pelahap medsos akan cemas dan berpikir buruk bahwa dirinya sudah dipeluk Covid. Rakyat kecil, karena tak “kober” main medsos ya santai saya. (Mungkin) sudah terjangkiti, namun berfikir hanya kena flu biasa dan menenggak jamu “tolak angin” meskipun mereka bukan orang pintar, lewatlah penyakitnya. 

Sehat? - 4c5bcee3 a686 4315 a57e 80a574aa3bb9 | Essay | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Untaian Puisi-Puisi Penuh Makna L.K. Ara
03 Jan 2025

PRT yang membantu kami sejak putra saya lahir, sudah lebih 25 Tahun, di PCR dan positif. Gejalanya hanya sedikit batuk batuk dan saat dites, hanya merasa pegal pegal. Saya yakin perempuan tua ini imunnya sangat kuat karena setiap pagi jalan kaki dari rumahnya ke rumah kami yang berjarak sekitar 1 Km pulang dan pergi selama berpuluh tahun. Beberapa tahun belakangan hanya berangkat saja, pulang dijemput putranya bermotor. 

Beliau manusia pekerja. Disuruh libur Sabtu Ahad, baru setahun ini dia ambil hanya Ahad saja. Dia mencuci, ngepel, menyapu hingga memasak. Jam 08.30 tiba, 14.00 kelar dia pulang.

Ada ujar ujar “Ayam kampung yang kluyuran bebas, lebih sehat dari pada  ayam brioler yang diam. Ikan yang hidup di air mengalir dan deras lebih enak dagingnya daripada di empang berair diam”. Memang, gerak itu adalah esensi. Ujar seorang arif “Tuhan membuat titik dan kita bergerak menjadikannya garis, bentuk dan gambar. Ketika kita berhenti bergerak yang tersisa adalah titik (alias mati).

Bergeraklah, karena di sana ada kehidupan dan kesehatan. Bergeraklah, jangan hanya berteriak sampai serak dan berak saja. Bergeraklah dengan membawa makna, karena jika tidak, “apa beda kita dengan ayam” ujar tokoh Kuntoro Mangkusubroto saat menasehati kami.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post

Takut Tidak Dapat Kerja?

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah