Jangan Kalah Dari Semut

Oleh Saiful Bahri
Motivator berdomisili di Jakarta
Aku pernah lihat semut hitam kecil mengangkat remah roti yang beratnya 10 kali badannya.
Jatuh, dia angkat lagi. Kena angin, dia pegang lagi. Tidak ada yang menyemangati. Tidak ada yang tepuk tangan.
Aku diam sambil mengamati beberapa menit.
Dalam kepalaku mikir: “Aku manusia. Punya pikiran , punya kaki, punya pertimbangan, perasaan dan punya pilihan. Masa kalah dari semut makhluk sekecil itu?”
Masalahnya, banyak dari kita menyerah bukan karena bebannya terlalu berat.
Tapi menyerah dan malas mikir, ada masalah sesikit sudah berhenti di tengah jalan dengan berbagai alasan sementara belim pernah kita lihat yang berhenti di tengah jalan karena gagal dia mengangkat beban dan sebagainya. Intinya manusia menyerah karena keburu capek memikirkan “kapan selesainya”, “capek nggak ya”, “orang lain bagaimana ya? “kalau begini bagaimana?” bagaimana hasilnya nanti, bagus tidak ya, dan seterusnya dan seterusnya.
Begitulah kebanyakan manusia, kadang terlalu banyak pertimbangan, sementara semut terus terjun ke lapangan dan langsung bekerja tanpa basa basi, tanpa alasan ini dan itu dan sukses.
Semut itu tidak berfikir begitu.
Dia cuma tahu satu hal: bawa makanan itu pulang. Sekarang. Sedikit demi sedikit.
Kita seharusnya juga bisa begitu,bukan?
Target besar tidak akan selesai hari ini. Tapi kamu bisa angkat 1 remah roti hari ini.
Besok angkat lagi. Lusa lagi dan seterusnya.
Sampai suatu hari baru kamu sadar…
Yang kamu kira tidak mungkin, sudah ada di pundakmu
Jadi kalau hari ini kamu merasa lelah dan ingin berhenti, ingat semut itu ia tak pernah menyerah. Orang menyerah tak akan pernah sukses.
Kalau dia tidak menyerah buat mengangkat remah roti, masa kamu menyerah buat hidup mu sendiri?
Inti: Konsisten kecil setiap hari mengalahi motivasi besar yang cuma sehari.












