
BERLAYAR KE SODOM DAN GOMORA MELALUI PETA PUISI
kutulis puisi
di atas hamparan bukit
lembah dosa maut
yang menghijau
disemai pohon palem zaitun
anggur semerbak harum
bunga kuhirup
sepanjang tahun
di tanah gandum
yang menguning
menutupi ladang
nyanyian koor pagihari
bercumbu dengan kawanan domba
ratusan ternak liar
setelah itu,
kulukis galeri karya seni
negeri timur jauh
dihiasi istana zaman batu
sementara aku
masih sempat bertegur sapa
dengan para kafilah padang pasir
kapalku terus berlayar
menebus pelabuhan
perdagangan emas , perak dan permata biru
tersedia di gudang peti kemas
berisikan adegan persetubuhan
tak wajar
maka dimulailah
pesta pora para imam baal
di kuil baal berit
di kota sodom dan gomora
diselimuti kemewahan, kemakmuran, kepelesiran, sampai kesombongan
waktu senggang
untuk pemujaan dewa-dewi
napsu birahi
sebagai mangsa penggodaan setan
“ayo kita pesta dinihari sampai mabuk, jangan kendalikan napsu birahimu yang paling jahat dan kejam, ini malam terakhir sebelum mimpi-mimpi kita dibinasakan oleh dua malaikat Tuhan,” teriak mereka saat kapalku masih terus berlayar ke suatu benua yang penuh kenikmatan dunia
segera kututup pintu kapal
saat para pelancong itu
telah menawarkan berkat
pengharapan damai
suara ejekan, cemoohan, dan gemuruh amarah mengalir dalam tubuh puisi ini
sedangkan di luar samudera raya
kulihat serombongan kaum tuna netra
sedang menebar cerita omong kosong
tentang harta yang tersimpan
dalam bank bawah tanah
korupsi yang makin menggila
permukiman dengan jendela berlian
pamer mata uang paling mewah
membuat iman mereka
menjadi tawar
Tuhan lalu turunkan
topan belerang
api dari langit
membakar sampai hangus
padang subur, kebun anggur, istana
sampai ke pintu kuil-kuilnya
bahkan api ganas
ikut membakar bait-bait puisiku
ketika masih menulis syair kemurtadan
tak menurut kepada hukum-Nya
tak ada lagi pengampunan dosa
pertobatan yang rajin mencair
membeku dalam karang tegar
kapalku lalu menepi
lepas jangkar di kota siddim
sambil menangisi anak-anak lot
berzinah di dalam gua tua
di bawah gunung yang juga ikut hangus terbakar
selesai sudah berlayar
ke sodom dan gomora
melalui peta puisi
Jakarta, Tahun 2022/ 2023









© 2026 potretonline.com








Diskusi