HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Untaian Puisi Asep Perdiansyah

Redaksi by Redaksi
Agustus 4, 2022
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 8 mins read
0
Serumpun Puisi Asep Perdiansyah
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

GURU

Karya Asep Perdiansyah

 

Guru

Embun pagi berkilau

Engkau telah bersiap

Membawa segudang ilmu

Melewati jalan sempit berliku

Engkau selalu tersenyum

Memberikan salam hangat

Kepada generasi penerus bangsa

Semangatmu bagaikan petir

Guru

Berjuang tanpa lelah

Banyak orang sukses dari kepalamu

Sikapmu menjadi teladan

Sebagai bekal mengarungi kehidupan

Guru

Engkau adalah udara

Selalu memberi kesejukan

Kepada insan yang kering

Engkau sirami air agar tumbuh subur

Tapi lihat rumahmu

Atapnya bocor ketika hujan

Engkau menahan perihnya rasa lapar

Namun Engkau selalu ikhlas dan bersabar

Guru

Semoga Allah membalas jasamu

Muridmu selalu mendoakanmu

Engkaulah pelangi

Memberi warna dalam kehidupan ini

Lampung, 25 November 2019

HUJAN

Karya Asep Perdiansyah

Angin berhembus

Dedaunan menari

Awan bekejaran

Petir menampakkan kilaunya

 

Air jatuh ke bumi

Membasahi dedaunan yang mati

Pohon berjatuhan

Gunung kini tak mempunyai rambut

 

Air mengalir ke jalan

Air mengalir ke rumah-rumah

Jalanan menjadi lumpuh

Rumah-rumah terseret air

 

Sampah memenuhi sungai

Saluran air terbungkam mulutnya

Anak kecil bermain digenangan air

Ayam dan Bebek berteriak ketakutan

 

Gunung sudah lelah

Pohon-pohon mati terkubur

Sungai telah bosan

Sampah menjadi hiasan

 

Hai insan manusia

Hijaukan gunung dan hutan

Jernihkan aliran sungai

Demi masa depan anak cucu

 

Lampung, 20 Agustus 2018

  

BUAH HATI

Karya Asep Perdiansyah

 

Matamu jernih bagaikan mutiara

Memberikan kesejukan dalam jiwa

Suaramu merdu bagikan gemercik air

Memberikan semangat dalam kehidupan

 

Engkau bagaikan tunas yang tumbuh

Kakimu mulai belajar melangkah

Kelak engkaulah yang akan menentukan arah

Tumbuhlah bagai awan yang putih juga tinggi

 

Mungkin kelak engkau menemukan bara api

Hapus bara api dengan rintik-rintik hujan

Samudra tempat engkau berlayar

Ombak besar akan selalu menghempasmu

 

Tumbuhlah subur buah hatiku

Tumbuhlah dengan budi pekerti dan ilmu

Kejujuran sebagai penerang jalanmu

Selalu berdoa kepada Sang Pencipta

 

Ayah dan Ibu kelak akan menjadi tanah

Dari tanah akan tumbuh tunas-tunas baru

Hidup selalu berputar waktu terus berjalan

Waktu bisa membinasakan dirimu

 

Hindari kesombongan buah hatiku

Hindari kebohongan buah hatiku

Karena bagaikan hama dan rumput

Membuat tunas menjadi layu dan mati

 

Lampung, 17 Agustus 2018

 

 

CINTA

Karya Asep Perdiansyah

 

Angin menyapa relung hati

Rindu akan pesona wajahmu

Baca Juga

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026

Rintik hujan membasahi kaca jendela

Termenung memandangi dedaunan

 

Menatap bintang dimalam hari

Terkenang indahnya senyumanmu

Terdengar suara alunan lagu

Menyatu dalam jiwa ini

 

Akan aku bawa kemana rasa ini

Rasa yang dahulu begitu indah

Dipatahkan angin hingga jatuh berguguran

Terhempas dan menghilang oleh air hujan

 

Disudut taman aku masih menunggumu

Kupu-kupu bertebangan sambil menatapku

Akankah engkau masih menyimpan rindu

Rindu yang dititipkan oleh cahaya rembulan

 

Malam hampir saja pergi

Berganti dengan  terbitnya sang mentari

Namun awan tetap saja gelap

Hingga meneteskan air mata ke bumi

 

Cinta bagaikan darah

Yang akan terus selalu mengalir

Sekali saja berhenti

Kau akan masuk ke dalam butiran debu

 

Cinta bagaikan udara

Memberikan oksigen dalam tubuh ini

Cinta bagaikan pelangi

Memberikan makna dalam kehidupan ini

 

Lampung, 5 April 2019

 

 

SEPATU

Karya Asep Perdiansyah

 

Sepatu selalu menemani kaki melangkah

Sepatu selalu berpasangan

Seperti kehidupan ini ada hitam dan putih

Sepatu engkau tetap tegar walaupun selalu diinjak

 

Sepatu menemani langkah generasi penerusbangsa

Sepatu terkadang engkau tak terawat

Rusak berlubang seperti jalan-jalan di negeri ini

Terkadang engkau bau  seperti sampah yang berserakan

 

Sepatu engkau ada dimana-mana

Terkadang engkau di dalam gedung pemerintahan

Sepatu ada yang bersih

Sepatu ada pula yang kotor

 

Sepatu ada yang harganya mahal

Hanya bisa dipakai insan bergelimang harta

Sepatu ada yang harganya murah

Hanya bisa diapakai rakyat jelata

 

Sepatu ada yang dipajang dietalase

Ada pula yang dipajang di kaki lima

Sepatu mewah banyak disukai wanita

Sepatu bekas selalu direndahkan

 

Sepatu engkau kelak akan terkubur tanah

Sepatu semahal apapun akan tetap menjadi alas kaki

Sepatu melangkah lah kejalan kebaikan

Sepatu memberi makna kehidupan

 

Kalimantan Tengah, 9 November 2021

 

 

Tentang Penulis

Asep Perdiansyah, S.Pd., M.Pd., Gr. lahir di Panjang, 03 Februari 1989. Riwayat pendidikan  S1 FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lampung dan S2 Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Universitas Lampung. Karya-karya puisi telah dimuat di media lokal dan nasional. Beberapa buku antologi puisinya “Cerita Tentang Kita”, “Di Ujung Jalan”, dan “Time Line”. Seorang Kepala SMK Maharati Kalimanatan Tengah. Juara Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021. Finalis Pekan Inovasi Guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Astra Michael D. Ruslim 2021.

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 216x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 208x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 150x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 121x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 109x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Agama

Ketika Agama Menjadi Optik: Refleksi Ramadhan 1447 dari Serambi Mekkah

Maret 15, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Kualitas pendidikan

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Next Post
Puisi-Puisi Ngadi Nugroho

Puisi-Puisi Ngadi Nugroho

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com