• Latest

Sekumpulan Puisi Agus Sanjaya

Juli 12, 2022
Sekumpulan Puisi Agus Sanjaya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Sekumpulan Puisi Agus Sanjaya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sekumpulan Puisi Agus Sanjaya

Redaksi by Redaksi
Juli 12, 2022
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 6 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Candi di Atas Sawah Padi

Oleh Agus Sanjaya

 

Di atas gunung penanggungan, aku dan putriku bersarang. Setiap hari kami memupuk kesaktian.

Satu pintaku pada Bathara, putriku segera dipinang orang.

 Tinggi pohon lekas berbuah, harapanku telah ada di depan mata. Pemuda gagah datang dengan mimpinya. “izinkan saya menimba ilmu dari panjenengan, Kyai.”

 “tentu saja, tapi kau harus menikahi putriku,” kataku memberi syarat. Dia mau menerima. Pesta pernikahan terlaksana dengan bahagia.

 “bawa dan tanamlah padi ini, jika ada yang butuh. kalian wajib memberinya!” kataku mengikat janji. Sepasang pengantin itu, meninggalkan keremangan gunung. Aku melepasnya dengan tetes haru.

 Sudah lama aku tak melihat putri dan menantu. Aku memutuskan untuk bertamu. tapi pemandangan yang kulihat membuat malu. Keduanya menghantam janji.

 “jika kau ingin beras, kau harus bekerja keras!” kata menantuku angkuh. Aku menyapa dari jauh, tak ada yang mau menjawab. Termasuk putriku sendiri.

 “Walangangin, Jaka Pandelegan. Kalian tak bisa menjawabku, persis sebuah candi.” Setelah kutuk kulempar, sebuah candi besar berdiri di sawah padi.

6 Juni 2022

Berdasarkan cerita rakyat dari daerah Sidoarjo, Jawa Timur.

 

Kolam Itu Seperti Terpanggang

 

Sunan Margi memang seperti surya

yang perlahan mengusir gulita

tetapi saat perjalanan ke barat

dan ingin rehat sejenak

banyak orang yang menolak kehadirannya

 

Mungkin mereka itu mencintai kegelapan

hingga menanam benih-benih benci

untuk menentang kebenaran

 

Saat sang sunan bertanya dengan halus, “permisi, apa saya boleh meminta sedikit air kolam untuk berwudu?”

Tatapan orang-orang tak bersahabat.

“enak saja kau, pergi sana! kami tak ingin melihatmu.”

ADVERTISEMENT

 

Perkataan tajam bagai belati

sukses menyayat hati

sunan memutuskan pergi

tanpa mengambil air seujung jari

 

Tuhan melaknat kekikiran mereka

perlahan kolam surut,

lalu habis tanpa sisa

tanahnya kering seperti terpanggang bara

 7 Juni 2022

Kolam dalam bahasa setempat disebut ‘Balong’

Berdasarkan cerita rakyat dari daerah Gresik, Jawa Timur.

 

Berakhirnya Kehausan Desa

 

kemarau mencekik daun-daun sampai sekarat

juga membuat Dewi Laras yang tengah bunting

ikut gelisah kehausan

 

dia berusaha menerjang bukit tinggi

saat tak ditemukan air

Dewi Laras turun kembali dengan kerengkelan*

 

di saat yang tepat

perempuan itu bertemu Ki Kumbang Jaya dan Ki Jala Ijo

yang mencari ketenangan dari dalam mulut gua

 

keduanya menusuk perut tanah dengan tongkat yang dimiliki

dengan kuasa Tuhan yang maha baik

air memancar tanpa henti

muncul bulus dan ikan-ikan bergembira

 

saat pancarannya berakhir

tanah desa menjadi basah

tiada lagi yang berdahaga

dan orang-orang mulai berdatangan

 

10 Juni 2022

 

*artinya bersusah payah, lama-lama istilahnya berubah menjadi rengel. cikal bakal nama daerah tersebut

Berdasarkan cerita rakyat dari daerah Tuban, Jawa Timur.

Mendapatkan Hati Kemuning Raja

 Raja memiliki sekuntum kemuning kesayangan

Harumnya bagai taman di kayangan

Tetapi secara tiba-tiba, bunga kehilangan wanginya

Berganti aroma bangkai yang menguat

 

Raja diliputi murung dan bingung

Entah takdir apa yang menimpa bunganya?

Ia lalu menyempurnakan tapa

Untuk meminta jalan terang dari Sang Kuasa

 

Sebuah suara berkata,

“Ambil daun sirna ganda di Gunung Arga Dumadi, maka penyakit bungamu akan terobati!”

 Sayembara besar tercipta

Jika pemenang adalah lelaki, maka berhak mencuri hati

Jika seorang perempuan, maka menjadi saudara

Semua orang berbondong mengikutinya

 

Seorang lelaki berkudis dan miskin datang pada raja

Menyanggupi ikut sayembara

Tentu semua orang meragukan kemampuannya

 

Lelaki berkudis mendaki gunung, menelanjangi hutan

Hingga menemukan gua; tempat daun sirna ganda berehat

Sekaligus kediaman sosok besar yang menyemburkan api

Lelaki berkudis takkan mau melangkah pergi

 

Ia menghunjamkan keris pada perut naga

Darah segar menjadi rintik hujan

Membasahi tubuh lelaki berkudis

Hingga keajaiban tercipta, kulit lelaki itu bersih sempurna

 Pria tampan itu memetik daun sirna ganda

Kembali ke istana dengan bersuka ria

Semua orang memandangnya dengan beribu tanya

Siapa orang asing yang berhasil memenangkan sayembara?

 11 Juni 2022

 

Berdasarkan cerita rakyat dari daerah Ngawi, Jawa Timur.

 

Tentang Penulis

 Agus Sanjayalahir di Jombang, 27 Agustus 2000. Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Nasional (Komunitas Sekolah Seru, 2019), Juara 3 Event Menulis Puisi Nasional (Arras Media, 2021), serta Juara 2 Lomba Menulis Puisi Ramadan COMPETER Indonesia. Buku pertamanya berjudul Akar Kuning Nenek, serta keduanya berjudul Lima Sekawan terbit di Guepedia tahun 2020. Saat ini ia tengah sibuk kuliah, menimba ilmu di COMPETER Indonesia dan Kelas Puisi Bekasi (KPB). Karya-karyanya banyak terangkum di antologi bersama, juga di media online seperti: Riau Sastra, Kosana.id, Cerano.id, Sastra Indonesia.org, Nolesa.com, Metamorfosa.co.id, Suku Sastra.com, Dermaga Sastra, Pahatan Sastra, Tirastime, Mbludus, Negeri Kertas.com, Inside Lombok, Suara Krajan.Com, serta Ngewiyak.Com.

 

Contact

Nama lengkap             : Agus Sanjaya

Nomor Telepon/Wa   : 081934787527

Alamat lengkap          : Dusun Mancar Barat, RT 009 RW 003, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan,

                                      Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 61481

Email                          : agussanjaya270800@gmail.com

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Instagram          : @agussanjay27

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 359x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 295x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 224x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Sekumpulan Puisi Agus Sanjaya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

Raker MAS Darul'Ulum : Guru Dituntut Lahirkan Program Unggul

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com