• Latest
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
March 13, 2026
in #Ijazah, #Ijazah Palsu, #Jokowi, Artikel
0
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Rismon sudah keluar barisan. Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa. Sikap balik arah Rismon sangat mengejutkan negeri ini. Timeline pun panas. Perang Iran vs Israel-AS pun kalah pamor dibuatnya. Gimana sikap Roy dan Tifa berikutnya? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Drama ijazah yang selama ini berjalan seperti serial panjang tanpa jadwal tamat kini memasuki babak baru. Trio yang selama berbulan-bulan tampil kompak bak tim investigasi level film detektif, Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr Tifa, mendadak berubah formasi. Rismon yang sebelumnya dikenal paling rajin membedah watermark dan embos ijazah dalam berbagai analisis forensik digital tiba-tiba menyatakan analisisnya, keliru. Ia meminta maaf kepada eks Presiden Jokowi dan keluarganya. Info terkini malah udah ke Solo minta ampun. Lalu, mengajukan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya. Plot twist itu langsung membuat panggung drama nasional bergeser. Kini, tinggal dua tokoh yang masih berdiri di garis depan.

Sorotan utama pun otomatis jatuh kepada Roy Suryo.

Mantan menteri yang terkenal dengan aura analis teknologi itu tampil di Mapolda Metro Jaya menghadapi wartawan dengan ekspresi yang tenang. Tenang seperti dosen yang baru menemukan mahasiswa mengutip skripsi dari blog tahun 2009. Ia langsung memberi garis tebal, keputusan Rismon murni keputusan pribadi.

Tidak ada kaitannya dengan dirinya. Tidak ada kaitannya dengan dr Tifa. Tidak ada rapat rahasia, tidak ada koordinasi, tidak ada perubahan strategi tim.

Roy bahkan menegaskan kalimat yang kini beredar luas di media sosial seperti slogan kampanye. “Kami tidak mundur 0,1 persen pun.” Bukan satu persen. Bukan setengah persen. Nol koma satu persen. Presisi yang membuat para ahli matematika tiba-tiba merasa dihormati dalam dunia politik.

Roy juga menyampaikan doa untuk mantan rekan seperjuangannya itu. Dengan nada yang sangat santun, ia berharap Rismon mendapatkan hidayah, pencerahan, perlindungan, dan yang terbaik dari Allah SWT.

Kalimatnya terdengar seperti khutbah penuh kasih sayang. Namun di telinga netizen, maknanya terasa seperti sindiran diplomatik kelas berat, “Semoga cepat sadar dan kembali ke jalur yang benar, bro.”

Sementara itu, publik mulai bertanya, bagaimana sikap dr Tifa, yang selama ini dikenal paling berapi-api dalam perdebatan?

Menariknya, dr Tifa tidak langsung tampil dalam konferensi pers panjang. Ia memilih tidak banyak bicara di depan publik. Namun menurut Roy Suryo, komunikasi tetap berjalan.

Roy menjelaskan bahwa ia sudah video call dengan dr Tifa, dan hasilnya jelas, keduanya tetap sepakat mempertahankan sikap mereka. Tidak ada perubahan posisi. Tidak ada mundur. Tidak ada koreksi analisis.

Dengan kata lain, meskipun satu anggota tim sudah memilih jalur damai, Roy Suryo dan dr Tifa tetap memegang bendera yang sama. Formasi tim yang dulu dikenal netizen sebagai RRT (Roy–Rismon–Tifa) kini berubah menjadi duet bertahan. Seperti boyband yang kehilangan satu personel tapi memutuskan tetap tur keliling dunia.

Drama tentu belum lengkap tanpa tokoh yang selalu siap menyalakan lampu investigasi, Refly Harun. Sebagai kuasa hukum, Refly justru mengaku mengetahui perubahan sikap Rismon dari media. Ia belum sempat berbicara langsung dengan yang bersangkutan.

Ia mencoba menghubungi Rismon. Namun hasilnya cukup dramatis untuk ukuran percakapan modern. Pesan WhatsApp masih centang satu. Nuan bayangkan adegan ini, seorang pengacara konstitusi serius menatap layar ponsel sambil bergumam pelan, “Kenapa belum dibalas?”

Refly kemudian masuk ke mode analisis yang membuat teori konspirasi bermunculan seperti jamur musim hujan. Ia menyatakan belum bisa memastikan alasan perubahan sikap Rismon. Namun ia membuka kemungkinan, bisa saja ada tekanan dari pihak tertentu.

Refly menegaskan, jika keputusan itu memang kehendak pribadi, ia menghormatinya. Akan tetapi, jika ada faktor tekanan atau situasi tertentu, ia menyatakan tetap akan berdiri di belakang Roy Suryo dan dr Tifa.

Satu hal yang pasti, Refly sendiri tidak ikut jalur restorative justice. Ia bahkan pernah menyatakan sebelumnya, RJ hanya mungkin terjadi jika Jokowi terlebih dahulu meminta maaf atas apa yang ia sebut sebagai pengkriminalan terhadap kliennya.

Dengan demikian, konfigurasi drama ini menjadi semakin unik. Rismon memilih jalan damai. Roy Suryo tetap teguh dengan posisi tidak mundur 0,1 persen. dr Tifa, setelah video call dengan Roy, tetap berada di barisan yang sama.

Refly Harun masih mengamati situasi sambil menunggu pesan WhatsApp yang entah kapan berubah menjadi centang dua.

Publik Indonesia pun kembali melakukan aktivitas nasional yang sudah menjadi tradisi, menonton drama politik seperti menonton serial yang setiap episodenya selalu menghadirkan kejutan.

Pertanyaan yang kini beredar di media sosial sederhana, tetapi menggoda imajinasi publik, apakah Roy Suryo dan dr Tifa akan terus bertahan sampai akhir? Atau suatu hari nanti akan muncul konferensi pers baru dengan kalimat pembuka yang membuat seluruh netizen terdiam selama tiga detik sebelum tertawa, “Setelah kami kaji ulang secara ilmiah…”

Jika hari itu tiba, mungkin buku sekuelnya sudah siap. Judulnya tidak perlu panjang. Jokowi’s White Paper 2: The Remaining Two. Seperti biasa, rakyat Indonesia akan menyaksikan semuanya dengan dua hal yang tidak pernah habis di negeri ini, rasa penasaran, dan tawa.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 114x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 106x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 95x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 82x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 80x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
# Ironi

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari
# kolonial

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026
Next Post
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com