Dengarkan Artikel
Oleh T. Tajus Suhaili
Kelas XI-3 SMA Negeri Suka Makmur, Aceh Besar
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan oleh setiap umat Muslim di seluruh dunia. Kehadirannya membawa suasana yang berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ada ketenangan yang terasa lebih dalam, ada semangat ibadah yang semakin kuat, dan ada kebersamaan yang semakin hangat di tengah keluarga maupun masyarakat.
Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga bulan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperbanyak amal kebaikan. Salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam yang berpuasa adalah melaksanakan salat tarawih di setiap malam selama bulan puasa Ramadan.
Pada hari Rabu dan malamnya malam Kamis, di mana di malam Kamis berupa malam pertama umat Islam yang berpuasa mulai melaksanakan salat tarawih. Sebagai seorang muslim, saya juga mulai melakukan salat tarawih di malam pertama.
Walaupun malam itu hujan,dan saya sudah siap untuk berangkat ke masjid, dan hujan pun turun dengan deras, niat untuk melakukan salat tarawih sangat besar. Ya, walaupun hujan lebat, tidak meruntuhkan semangat saya untuk melaksanakan salat tarawih. Saya tetap pergi ke masjid menggunakan payung.
Alhamdulillah saya sanggup melaksanakan salat tarawih sampai habis. Pulang salat tarawih saya pergi lagi ke menasah buat melaksanakan tadarus bersama teman-teman saya. Tadarus adalah sebuah tradisi membaca atau mengaji Al-Quran bersama-sama dengan masyarakat lainnya di masjid atau meunasah. Biasanya, kami membaca saling bergantian. Ada yangenggunakan pegeras suara, ada pula yang tidak. Tadarus dapat memperlancar bacaan seseorang, karena tadarus juga sebuah proses latihan membaca Al-Quran.
Kegiatan tadarus berlangsung sampai hingga pukul 03.00. Tidak hanya tadarus, kami setelah siap bertadarus membangunkan orang buat sahur. Setelah membangunkan orang buat sahur kami pulang ke rumah masing-masing buat sahur. Setelah sahur saya bersiap-siap pergi salat Subuh di masjid.
📚 Artikel Terkait
Seringkali dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat di banyak tempat, setelah siap salat Subuh pergi asbuh ( asmara subuh), kegiatan jalan pagi usai salat subuh, bersama teman-teman. Setelah sudah asbuh, barulah kami pulang untuk beristirahat. Karena malamnya tidak sempat tidur, maka waktu pagi digunakan untuk waktu tidur hingga azan zuhur berkumandang.
Menjelang salat Zuhur saya dibangunkan oleh orang tua untuk sholat Zuhur. Setelah salat Zuhur saya membantu mamak masak untuk menyiapkan menu berbuka. Ketika waktu waktu salat Ashar tiba, saya melaksanakan ibadah salat ashar. Baru setelah itu saya pergi ngebuburit bersama teman-teman saya. Setelah ngebuburit saya pulang ke rumah dan saya sebagaimana layaknya anak atau generasi Z tang yang tak pernah jauh dari HP, bermain hp sambil menunggu buka puasa.
Dan tibalah waktu berbuka puasa, saya berbuka puasa dengan air manis. Dan setelah siap buka puasa saya kembali menggunakan HP sambil menunggu waktu salat Isya di masjid. Lalu, seperti malam sebelumnya usai salat Isya dilanjutkan dengan tarawih. Alhamdulillah saya sanggup sampai habis lagi seperti puasa pertama, dan setelah itu saya lanjut tadarus seperti malam pertama.
Pada puasa kedua sampai puasa keempat saya melakukan hal yang sama seperti puasa pertama. Yang berbeda sedikit pada puasa ke lima, pada tanggal 23-02-2026 pada pukul 07.00 saya harus pergi ke sekolah. Di sekolah kami melakukan kegiatan mengaji bersama-sama di mushalla SMAN 1 SUKAMAKMUR.
Ketika waktu dhuha, setelah ngaji bersama kami melakukan salat Dhuha di sekolah, dilanjutkan dengan beut drah bersama tgk di mushalla tercinta kami. Dan pukul 11.00, usai melaksanakan beut drah, masuk ke kelas buat belajar sesuai materi di roster.
Di sekolah kami salat Zuhur berjamaah di mushalla yang kami cintai. Lalu mendengar resolusi Ramadhan dari teman kami yang bernama Azilla Jelita. Resolusi Ramadhannya sangat bagus, kami suka mendengarnya.
Kegiatan masih terus berlanjut dengan kegiatan bagi takjil. Kegiatan ini kami lakukan setelah siap salat Ashar. Oleh sebab itu, saya pergi ke sekolah SMAN 1 SUKAMAKMUR untuk membagi takjil bersama. Di bulan suci Ramadhan ini kita juga harus belajar bersedekah karena kebahagiaan bukan hanya berasal dari menerima tetapi juga dari memberi. Maka mari kita bersedekah di bulan suci Ramadhan ini.
Bulan Ramadan memang harus diisi dengan produktif. Maka, pada hari ke enam, saya pergi ke sekolah dan melakukan ngaji bersama di sekolah , juga mendengar ceramah tentang salat , mulai dari rukun salat , dan syarat salat, dan setelah pulang sekolah saya pulang ke rumah dan membantu orangtua saya membuat kue berbuka.
Alhamdulillah dengan adanya kegiatan itu dan kegiatan mengaji, saya bisa lancar mengaji. Bertadarus membuat hati saya senang . Ya, , hati saya terasa tenang , iman saya juga terasa meningkat, dan merasa dekat dengan Allah.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






