POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Buku ( Tak) Terlarang

RedaksiOleh Redaksi
February 17, 2026
Buku ( Tak) Terlarang
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Riazul Iqbal 

Membaca Buku Reset Indonesia,  langsung membuat kita mengelus dada tentang nafsu penguasa dalam mengelola Indonesia. Sungai tercemar, industri kacau dan kebijakan, tanpa memikirkan apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat.

Dalam buku ini dibeberkan banyak fakta tentang tambang yang telah merusak lingkungan berpuluh tahun, meninggalkan berbagai luka bagi masyarakat. Warga di sekitar tambang tetap miskin. Udara, dan air tercemar. Nelayan dan petani menjadi profesi mentereng karena lahan dan laut terus-menerus berkurang kualitasnya, akibat industri dan tambang. 

Buku yang ditulis oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu ini adalah hasil dari perjalanan mereka keliling Indonesia via tiga ekspedisi lintas generasi (Farid dan Dandhy sudah tua, sedangkan dua lagi generasi muda). Mereka selama beberapa tahun melakukan ekpedisi Zamrud Khatulistiwa, Indonesia Biru, dan Indonesia Baru demi menelusuri ribuan kilometer perjalanan demi merekam wajah Indonesia yang sesungguhnya. 

Pemerintah menurut buku ini terlalu terburu-buru. Ekonomi harus meningkat, investasi harus masuk besar-besaran, supaya Indonesia maju. Padahal banyak hal baik yang lahir dari masyarakat yang perlu dikembangkan. Ekonomi kerakyatan bisa dibentuk melalui koperasi yang dikelola oleh beragam pengusaha dan petani lokal. 

Koperasi Keling Kumang misalnya. Diambil dari nama tokoh cerita rakyat Dayak, koperasi ini sudah besar dan memiliki konglomerasi bisnis seperti hotel, kampus, sekolah, market dan pengelola ekowisata. 

📚 Artikel Terkait

Puisi-Puisi Usfa Sri Rezeki

RIZAL RAMLI DALAM KENANGAN

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Bedah Buku – The Open Society and Its Enemies

Koperasi melibatkan masyarakat dan mereka berpartisipasi besar dalam kebijakan, bukan seperti investor yang ekslusifdan tak peduli tentang alam sekitar karena mungkin tak punya rasa memiliki daerah tempat mereka berinvestasi. 

Alam Indonesia sangat kaya akan tanaman dan fauna, sayang sekali kalau dirusak untuk monokultur. Perkebunan sawit merusak alam dan pemandangan. Ada sebuah program yang baik seperti wakaf hutan menyelamatkan banyak hal, menjaga kelestarian alam, sehingga ekosistemnya terjaga. Rakyat terbantu ekonominya karena bisa memetik dan memanen hasil alam dengan melimpah. 

Ajaran Islam wakaf membuat tanah yang diwakafkan tidak boleh diperjualbelikan lagi, sehingga hutan yang diwakaf harus tetap jadi hutan tak boleh disalahgunakan.

Dengan pelestarian alam laut dan hutan maka perkembangan biakan ikan semakin aman dan indah. tak perlu banyak, tapi hasil alam cukup untuk kita semua. Kurangi keserakahan dan keinginan untuk cepat besar tapi mengorbankan alam. 

Buku yang dilarang untuk dibedah di beberapa tempat,  karena ada isu makar. Padahal ide makar (menjadikan Indonesia negara federal) itu hanya ide untuk mengelola Indonesia lebih baik, karena tak semua pulau cocok dengan ide pusat dalam perkembangannya. Misalnya MBG, kadang ada daerah yang sangat diperlukan sekarang adalah fasilitas pendidikan, bukan makan. Ada daerah yang perlu hutan dijaga karena mereka sudah berpenghasilan dengan kelestarian hutan tempat mencari makanan dan sungai-sungai untuk mencari ikan. 

Indonesia bukan tak punya apa-apa, sehingga kita harus tergantung utang asing dan investasi. Banyak Hal bisa kita jual dan sangat berharga. Misalnya alam yang Gibran katakan Carbon Capture storageyang tak muncul moncongnya sampai sekarang. Alam yang indah jadi destinasi wisata tanpa harus dibeton dan mengusir penduduknya seperti yang terjadi di pulau Komodo. 

Seperti kata Benaya Harobu di akhir buku, semoga anaknya Hiro dan anak-anak cucu Indonesia bisa menikmati alam negerinya yang indah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Meugang yang Basah

Meugang yang Basah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00