Dengarkan Artikel
Apa yang kurang dari bangsa yang merdeka puluhan tahun tetapi masih kesulitan membangun budaya baca yang kuat?
Dalam episode Podcast Bedah Buku kali ini, kami mengulas Membumikan Literasi, karya Tabrani Yunis—sebuah buku yang lahir dari kegelisahan, pengalaman lapangan, dan komitmen panjang terhadap gerakan literasi di Indonesia.
Buku ini tidak berbicara tentang literasi sebagai teori kosong. Ia berbicara tentang praksis. Tentang bagaimana membaca dan menulis harus dibumikan—diturunkan dari ruang seminar ke ruang kelas, dari wacana ke tindakan nyata, dari slogan ke kebiasaan.
Di tengah derasnya arus informasi digital,
Membumikan Literasi mengingatkan kita bahwa krisis utama bukan sekadar rendahnya minat baca, melainkan dangkalnya cara berpikir. Kita hidup di zaman ketika informasi mudah diakses, tetapi pemahaman semakin tipis. Buku ini mengajak kita kembali pada fondasi: membaca sebagai jalan membangun kesadaran.
Dalam episode ini, kami membedah:
1. Gagasan utama literasi sebagai gerakan kultural
2. Peran komunitas dalam membangun budaya baca
3. Kritik terhadap pendidikan yang terlalu administratif
4. Tantangan literasi di era digital dan media sosial
Lebih dari sekadar resensi, episode ini adalah ajakan refleksi: Apakah literasi sudah menjadi budaya, atau masih sekadar program?
Simak pembahasan lengkapnya melalui audio berikut, dan mari lanjutkan percakapan tentang masa depan literasi Indonesia.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






