POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Islam Tidak Kekurangan Iman, Tetapi Kekuatan Struktur

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
February 15, 2026
🔊

Dengarkan Artikel

Ramadan, Rasionalitas, dan Agenda Kecerdasan Struktural

Oleh: Dayan Abdurrahman

Tulisan ini lahir dari ruang yang sederhana: dapur rumah, di sela-sela saya memasak kuah belangong untuk berbuka puasa dan makan siang. Namun dari ruang kecil itu, pikiran meluas: Aceh dengan kecemasan ekologinya, Palestina dengan luka geopolitiknya, serta komunitas Muslim minoritas yang berjuang menjaga martabat dalam sistem global yang keras. Ramadan menghadirkan keheningan yang memungkinkan pertanyaan besar muncul: apakah persoalan umat hari ini benar-benar krisis iman, atau justru krisis struktur?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan Islam ataupun mengagungkan Barat. Ia adalah refleksi kritis agar Ramadan menjadi momentum optimalisasi—spiritual sekaligus struktural.

I. Sejarah sebagai Cermin: Kejayaan dan Pola Kenaikan Peradaban

  1. Integrasi Iman dan Sistem di Masa Klasik

Pada Zaman Keemasan Islam, kota-kota seperti Baghdad, Cordoba, Cairo, dan Damascus menjadi pusat ilmu dan tata kelola. Di sana, agama tidak dipertentangkan dengan sains. Ulama sekaligus ilmuwan, pemikir sekaligus administrator. Iman menjadi fondasi etika, sementara metodologi ilmiah menjadi instrumen kemajuan.

  1. Pergeseran Global dan Kebangkitan Barat

Ketika dunia Islam mengalami fragmentasi politik dan stagnasi epistemologi, Eropa membangun fondasi modernitasnya: Renaissance, Revolusi Ilmiah, dan Revolusi Industri. Kota seperti London dan Paris menjadi pusat inovasi. Pasca-Perang Dunia II, arsitektur global terkonsentrasi di New York City dan Washington, D.C..

Kesimpulannya jelas: peradaban naik bukan karena identitas, tetapi karena institusi dan sistem pengetahuan.

II. Diagnosis Kontemporer: Krisis Struktur, Bukan Krisis Iman

  1. Spiritualitas yang Tidak Terkonversi

Masjid hidup. Ramadan semarak. Ritual kuat. Namun kekuatan spiritual itu belum sepenuhnya dikonversi menjadi keunggulan struktural: universitas riset unggul, kebijakan berbasis data, industri teknologi, dan ekosistem inovasi.

  1. Pendidikan yang Terfragmentasi

Banyak negeri Muslim masih memisahkan agama dan sains secara kaku. Akibatnya, lahir generasi yang religius tetapi kurang metodologis, atau sebaliknya ilmiah tetapi miskin orientasi etika. Padahal sejarah menunjukkan integrasi keduanya adalah kunci.

  1. Ekonomi dan Tata Kelola yang Rapuh

Ketergantungan pada komoditas mentah, lemahnya investasi riset, dan tata kelola yang belum optimal memperlihatkan bahwa persoalan utama bukan iman, tetapi arsitektur kebijakan.

III. Perspektif Global: Realitas Kekuasaan Modern

  1. Dunia Ditentukan oleh Produksi Pengetahuan

Abad ini ditentukan oleh teknologi, data, kecerdasan buatan, bioteknologi, dan energi terbarukan. Keunggulan global bukan pada retorika moral, tetapi kapasitas inovasi.

Ketika Aceh menghadapi persoalan ekologis, solusinya memerlukan riset lingkungan dan kebijakan berbasis sains. Ketika Palestina menghadapi ketimpangan geopolitik, dibutuhkan kekuatan diplomasi, teknologi pertahanan, dan ekonomi strategis. Ketika Muslim minoritas ingin dihormati, kontribusi profesional menjadi bahasa universal.

  1. Kompetensi sebagai Bahasa Dunia

Identitas penting, tetapi kompetensi menentukan. Dunia modern menghargai kapasitas, bukan sekadar klaim moral.

📚 Artikel Terkait

Alamku Indonesia

Ketika Anak-Anak Belajar Entrepreneurship Dengan Ceria di Marketing Day

Emak, Aku ingin Ikut Pertukaran Mahasiswa

5 Siswa SMAN 1 Teunom Wakili Aceh Jaya Ikuti OSN Tingkat Provinsi

IV. Integrasi Timur–Barat: Jalan Tengah Peradaban

  1. Nilai Barat yang Bisa Dipelajari

Metodologi ilmiah, manajemen institusi, disiplin riset, dan sistem tata kelola adalah keunggulan yang patut diadopsi secara kritis.

  1. Nilai Islam yang Menjadi Fondasi

Tauhid melahirkan orientasi kesatuan, keadilan sosial, dan tanggung jawab moral. Spiritualitas Islam memberi makna dan arah.

Integrasi keduanya bukan bentuk inferioritas, melainkan kematangan peradaban. Spiritualitas memberi kompas. Rasionalitas memberi peta. Institusi memberi kendaraan.

V. Ramadan sebagai Momentum Transformasi Struktural

  1. Puasa sebagai Latihan Manajemen Diri

Puasa adalah disiplin waktu, kontrol emosi, dan kesadaran diri. Nilai-nilai ini adalah fondasi kepemimpinan dan tata kelola.

  1. Dari Ritual ke Reformasi

Ramadan seharusnya menjadi titik evaluasi kolektif:

Reformasi pendidikan integratif.

Investasi serius pada riset dan inovasi.

Penguatan tata kelola berbasis data dan transparansi.

Pengembangan ekonomi produktif berbasis teknologi.

Ibadah menjadi energi moral bagi kerja struktural.

VI. Pencerahan: Keluar dari Siklus Emosional

Umat tidak boleh terjebak dalam dua ekstrem: nostalgia kejayaan masa lalu dan kemarahan terhadap realitas hari ini. Nostalgia tanpa strategi adalah ilusi. Kemarahan tanpa sistem adalah kelelahan.

Solusinya adalah evolusi struktural:

  1. Membangun budaya riset yang konsisten.
  2. Mengintegrasikan agama dan sains dalam pendidikan.
  3. Memperkuat institusi publik dengan transparansi dan data.
  4. Mengembangkan ekonomi produktif berbasis inovasi.
  5. Menjadikan spiritualitas sebagai fondasi etika kebijakan.

Islam tidak kekurangan iman. Yang dibutuhkan adalah keberanian membangun arsitektur peradaban.

Tulisan ini lahir dari dapur sederhana dan kegelisahan Ramadan. Namun kegelisahan tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus menjadi energi pembaruan.

Karena kebangkitan bukan soal siapa yang lebih suci.
Ia soal siapa yang lebih sistematis.

Dan Ramadan adalah momen terbaik untuk memulai—dengan hati yang jernih, akal yang tajam, dan struktural pembangunan ummat Islam dunia.

Dayan Abdurrahman

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
9 Feb 2026 • 55x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
198
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00