POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Takdir dan Keikhlasan

RedaksiOleh Redaksi
February 13, 2026
Takdir dan Keikhlasan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Isya Fakriani
Taruni Kelas X APAT SMK Negeri 1 Jeunib, Bireuen

Pagi itu terasa berbeda. Udara di sekolah seperti lebih berat dari biasanya. Langit memang cerah, tetapi hati para guru dan siswa dipenuhi mendung. Kabar yang beberapa hari lalu hanya terdengar sebagai bisikan kini menjadi kenyataan: Bapak Irwan, kepala sekolah yang mereka cintai, resmi pindah tugas ke sekolah lain.Takdir telah menetapkan jalannya.

Bagi banyak orang, Bapak Irwan bukan sekadar kepala sekolah. Ia adalah sosok ayah di lingkungan sekolah. Ia hadir bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga untuk mendengar. Ia menegur dengan lembut dan memuji dengan tulus. Setiap pagi, ia berdiri di gerbang dengan senyum hangat, seolah mengajarkan bahwa memulai hari dengan kebaikan adalah bagian dari pengabdian.

Namun takdir selalu berjalan sesuai rencana-Nya. Ketika surat keputusan itu turun, suasana ruang guru mendadak sunyi. Beberapa guru menunduk, sebagian menarik napas panjang. Siswa-siswa saling bertanya, berharap kabar itu keliru. Tetapi kenyataan tetaplah kenyataan. Takdir telah memanggilnya untuk melanjutkan amanah di tempat lain.

Di antara banyak hati yang merasa kehilangan, hati Ibu Cinta adalah yang paling rapuh. Selama ini, ia sering berdiskusi dengan Bapak Irwan tentang siswa, tentang tanggung jawab, bahkan tentang kegelisahan kecil yang tak semua orang pahami.

📚 Artikel Terkait

24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Akui Ressa Anaknya

Internetku Sayang, Air Tanahku Hilang

Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan

Air Surut, Lumpur Menimbun Dayah

“Ibu tidak sendiri. Kita jalani bersama,” pernah Bapak Irwan berkata saat ia merasa lelah.
Kini, kebersamaan itu harus dilepas. Bukan karena ingin, tetapi karena takdir menghendaki.
Hari perpisahan tiba. Tidak ada hiasan mewah, hanya doa dan air mata yang berusaha ditahan. Dalam sambutannya, Bapak Irwan tetap tenang. Ia berterima kasih, meminta maaf, dan berpesan agar semangat kebersamaan tetap dijaga.
“Perpisahan ini bukan akhir,” ucapnya lembut. “Ini hanya bagian dari perjalanan takdir.”
Kata-kata itu menyentuh hati Ibu Cinta. Ia sadar, takdir bukan untuk dilawan, melainkan untuk diterima. Air matanya jatuh, bukan sebagai tanda kelemahan, tetapi sebagai proses menuju keikhlasan.

Hari-hari setelah kepergian itu terasa sepi. Namun bel tetap berbunyi. Siswa tetap belajar. Guru tetap mengajar. Kehidupan terus berjalan, seakan mengajarkan bahwa takdir selalu membawa manusia pada fase baru.
Suatu sore, di bangku taman sekolah, Ibu Cinta merenung. Ia mulai memahami bahwa keikhlasan bukan berarti tidak merasa sedih. Keikhlasan adalah menerima keputusan Tuhan dengan hati yang lapang. Mengingat kebaikan tanpa terjebak dalam kesedihan. Mendoakan tanpa menyalahkan keadaan.

Perlahan, ia bangkit. Ia masuk kelas dengan senyum yang lebih tenang. Ia mengajak siswa berdoa untuk Bapak Irwan. Ia mengingatkan bahwa pemimpin yang baik akan selalu hidup dalam nilai-nilai yang ditanamkan.
Saat itulah ia benar-benar memahami makna takdir dan keikhlasan.Takdir mempertemukan dan memisahkan.

Keikhlasan menguatkan dan menenangkan.
Dan mereka semua belajar satu hal penting: bahwa mencintai berarti siap merelakan, dan menerima takdir adalah bagian dari kedewasaan iman. Karena pada akhirnya, takdir bukan tentang kehilangan, melainkan tentang belajar ikhlas dalam setiap perjalanan kehidupan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 62x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 54x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
197
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00