• Latest
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 9e121d66 0ad0 4850 9bd0 71a6fdf78f88 | Malaysia | Potret Online

Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup

Februari 11, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Malaysia | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 9e121d66 0ad0 4850 9bd0 71a6fdf78f88 | Malaysia | Potret Online

Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 11, 2026
in Malaysia, Pemuisi Malaysia, seni, Seniman
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Banyak followers ngeluh, tulisan saya tak ada yang menyenangkan. Korupsi mulu, utang negara, mental pejabat. Sekali-kali yang menyenangkanlah. Siap. Kali ini saya mau mengenang seniman Melayu yang selalu hidup dengan karya-karya monumentalnya. Simak narasinya sambil seruput kopi sedikit gula aren, wak!

Namanya Tan Sri Dr P Ramlee. Nama lahirnya panjang dan gagah, Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh. Bukan sekadar seniman. Dia itu paket lengkap edisi langka, “all in one” sebelum istilah multitasking jadi kebanggaan LinkedIn. Lahir 22 Maret 1929 di Sungai Pinang, George Town, Penang, saat tanah itu masih bernama Straits Settlements di bawah British Malaya. Ayahnya pelaut asal Aceh, ibunya orang Penang. Darah perantau, jiwa seni, nasibnya? Ditakdirkan jadi legenda.

Masa kecilnya bukan diisi main PlayStation, tapi main musik. Bahkan saat pendudukan Jepang, ketika hidup sedang pahit-pahitnya, ia sudah tampil di band-band lokal Penang. Anak muda lain mungkin sibuk bertahan hidup, dia sibuk mengasah nada. Seolah Tuhan berbisik, “Kau bukan cuma lahir, Ramlee. Kau akan mengguncang layar.”

Tahun 1945 ia masuk dunia hiburan sebagai penyanyi dan musisi. Tahun 1948 pindah ke Singapura, gabung Malay Film Productions (Shaw Brothers) di Jalan Ampas. Dari situ, sejarah Melayu modern mulai ditulis dengan kamera dan gitar. Nama panggung “P. Ramlee” diambil dari “Puteh” nama ayahnya. Hormat pada akar, lalu melesat ke langit.

Tahun 1950-an sampai 1960-an? Itu zamannya P. Ramlee merajai layar. Ia bukan cuma aktor. Ia sutradara. Ia penulis skenario. Ia komposer. Ia fenomena. Total lebih dari 66 film dibintangi, 35 film disutradarai, dan sekitar 350 lagu dikomposisi. Itu bukan CV, itu kitab suci perfilman Melayu.

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 0a3a2d4b 5b65 48a8 875e 6d652e1e2ec0 | Malaysia | Potret Online

Membaca Bencana Dari Kanvas Digital

Maret 1, 2026
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - IMG_0031 | Malaysia | Potret Online

Apa Kabar Pelukis Indonesia

Februari 25, 2026

Sebut saja Pendekar Bujang Lapok (1959), Do Re Mi, Tiga Abdul (1964), Hang Tuah (1956), Ibu Mertuaku (1962), Antara Dua Darjat (1960), Labu dan Labi (1962), Madu Tiga (1964), sampai Penarek Becha (1955). Komedi? Ada. Drama? Banjir. Kritik sosial? Halus tapi menusuk. Isu kemiskinan, cinta beda kelas, nilai tradisional, semua dibungkus tawa dan air mata. Dia bikin orang ketawa, lalu tiba-tiba sadar hidup ini getir.

Di dunia musik, jangan ditanya. “Getaran Jiwa” saja sudah cukup bikin generasi tua mendadak melamun ke masa muda. “Dendang Perantau”, “Engkau Laksana Bulan”, “Joget Pahang”, “Di Mana Kan Ku Cari Ganti”, “Azizah”, “Bunyi Guitar” itu bukan lagu, itu memori kolektif Asia Tenggara. Tahun 1956, ia menang Best Musical Score di Asia-Pacific Film Festival untuk Hang Tuah. Internasional, wak. Bukan kaleng-kaleng.

Kehidupan pribadinya? Penuh warna. Tiga kali menikah dengan Junaidah Daeng Harris, Noorizan Mohd Noor, lalu Saloma pada 1961. Bersama Saloma, ia jadi pasangan ikonik. Namun seperti banyak legenda, hidup tak selalu ramah. Setelah pindah ke Kuala Lumpur tahun 1964 dan bergabung dengan Merdeka Film Productions, badai finansial datang. Kariernya meredup. Dunia hiburan berubah. Zaman berganti.

Pada 29 Mei 1973, usia baru 44 tahun, serangan jantung di Setapak, Kuala Lumpur, menutup tirai hidupnya. Terlalu cepat. Terlalu muda. Seperti bintang yang meledak sebelum waktunya.

Tapi legenda tidak mati. Gelar Tan Sri ia terima pada 1965. Ia diakui sebagai “Bapa Dunia Filem Melayu.” Film-filmnya tetap tayang tiap Lebaran. YouTube penuh wajahnya. Lagu-lagunya masih diputar di radio tua sampai Spotify modern.

Ada orang terkenal karena viral. Ada orang abadi karena karya. P. Ramlee? Ia tak sekadar hidup dalam sejarah. Ia adalah sejarah itu sendiri.

“Bang, kenapa lagu Madu Tiga ciptaan beliau terkenal di kita ya?”

“Ahmad Dhani ada meng-cover lagu beliau. Itu sebabnya terkenal dan banyak terinspirasi.” Ups

ADVERTISEMENT

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 2cc0dcdb 5c9a 41e0 9401 1538375c2a74 | Malaysia | Potret Online

Mengapa Meulaboh Begitu Menghormati Teuku Umar Johan Pahlawan?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com