Dengarkan Artikel
DETAK YANG KEMBALI KEPADA-MU
Detak jantung yang bersajak
bukan milikku
ia hanya meminjam bunyi
untuk menyebut nama-Mu
Setiap denyut adalah tasbih
yang tidak pernah belajar diam
meski lidahku lalai,
ia tetap setia berzikir
Di antara hidup dan mati
Engkau sisipkan irama
agar aku tahu
bahawa aku wujud
kerana Engkau mengizinkan
Maka bila suatu hari
detak ini berhenti bersajak
biarlah senyap itu
menjadi sujud paling panjang
di hadapan-Mu.
JULIA IKIN
Johor
9JANUARI 2026.
***’
AKU BERJALAN
KEPADA TUHAN YANG MANUSIAWI
📚 Artikel Terkait
Aku berjalan di jalan berdebu
mata dunia menatap keras dan dingin
hatiku tersesat di sela-sela waktu
di antara harap redup dan rindu yang sunyi
Terusir dari pintu depan
oleh orang orang suci itu
aku melihat-Mu melambai
dari jendela belakang.
Ketika diri ini penuh lumpur
Kau tersenyum melihatku
seolah ingin berkata:
“Masuklah, Kusiapkan sejak lama
air untuk membasuhmu.”
Aku mendekat perlahan
merasakan tiap titis kasih-Mu
menyerap luka
menyapaku dengan lembut
bahwa cinta-Mu
tidak memerlukan kesucian awal.
Di dalam kerapuhan dan noda
aku diterima hangat tanpa syarat
seperti senja yang menutup hari
tanpa menghakimi cahaya hilang.
Ketika aku basah oleh rahmat-Mu
aku sedar, semua pengusiran, semua salah
hanya menuntunku ke pelukan sejati
ke tempat di mana manusiawi-Mu
lebih besar dari segala penghakiman
lebih dalam dari segala kata.
JULIA IKIN
Johor
9 Februari 2026.
***Julia Ikin berasal dari Sandakan sabah dan menetap di Johor Bahru Malaysia memulai aktif dalam bidang penulisan genre puisi sejak remaja. Bermula menghantar karya di akhbar, tabloid tempatan lalu menyertai beberapa antologi puisi kini sudah hampir 50 antologi puisi di sertai. Serta sebuah kumpulan buku puisi sendiri. Dan mempunyai koleksi hingga 400 karya yang dicipta dalam berbagai situasi.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






