Dengarkan Artikel
Oleh Muhammad Hafiz
Siswa Kelas II SMK Negeri 1 Jeumpa, Bireun
Dua bulan telah berlalu sejak banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang, namun jejaknya masih tersisa di hati anak-anak. Ruang belajar yang sempat terendam dan hancur, buku-buku yang rusak, serta rasa takut yang belum sepenuhnya hilang menjadi bagian dari ingatan mereka. Hingga saat ini mereka masih kesulitan untuk belajar, meningkatkan kualitas diri lewat pendidikan. Mereka kehilangan akses atas pendidikan dan masih bergulat dengan kondisi puing-puing dan tumpukan lumpur serta sampah yang dibawa banjir. Kondisi yang menyayat hati.
Melihat kondisi tersebut, Tim POBI Peduli bersama para duta wisata Aceh Tamiang hadir membawa harapan melalui aksi kemanusiaan di TK Aksara dan RA Chalifah Yahya, Aceh Tamiang.
Tentu, tidak sekadar menyalurkan bantuan. Kehadiran Tim POBI menjadi pelipur lara bagi anak-anak yang masih menyimpan trauma. Perlengkapan sekolah yang diberikan memang membantu proses belajar, namun senyum dan tawa yang kembali terdengar menjadi bukti bahwa perhatian dan kepedulian jauh lebih berarti.
📚 Artikel Terkait
Alhamdulillah, suasana sekolah yang semula sunyi berubah menjadi hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak diajak bermain, menggambar, bernyanyi, dan bercanda dalam kegiatan trauma healing yang dikemas sederhana, namun penuh makna. Perlahan, rasa takut berganti dengan tawa, dan kecemasan berubah menjadi keberanian untuk kembali belajar dan bermain bersama teman-teman.
Para guru dan orang tua menyambut kegiatan ini dengan rasa syukur. Bagi mereka, kehadiran Tim POBI Peduli dan para duta wisata Aceh Tamiang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menguatkan hati dan menumbuhkan kembali semangat anak-anak pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Tim POBI Peduli bersama para duta wisata Aceh Tamiang berharap dapat terus menyalakan harapan dan menjadi bagian dari perjalanan pemulihan anak-anak. Karena di balik setiap senyum yang kembali merekah, tersimpan masa depan yang patut dijaga dan diperjuangkan bersama.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi anak-anak Aceh Tamiang, menguatkan hati mereka yang pernah diuji oleh bencana, serta menggantikan kesedihan dengan kebahagiaan dan harapan baru. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






