Dengarkan Artikel
Oleh Mawardatul Husna
Siswi Kelas 1 SMA Negeri Suka Nakmur, Aceh Besar
Bullying merupakan salah satu masalah sosial, yang hingga kini masih sering terjadi, terutama di lingkungan sekolah. Bullying dapat diartikan sebagai tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap individu lain yang dianggap lebih lemah.
Tindakan ini bisa berupa kekerasan fisik, verbal, psikologis, maupun melalui media digital. Meskipun sering dianggap sebagai hal sepele atau bagian dari “candaan”, bullying sesungguhnya meninggalkan luka yang dalam dan berdampak panjang bagi korban.
Bentuk-bentuk bullying sangat beragam. Bullying fisik meliputi tindakan memukul, menendang, mendorong, atau merusak barang milik korban. Bullying verbal biasanya berupa ejekan, hinaan, panggilan nama yang merendahkan, serta ancaman. Sementara itu, bullying psikologis atau sosial dilakukan dengan cara mengucilkan, menyebarkan rumor, atau mempermalukan korban di depan umum.
📚 Artikel Terkait
Di era digital, muncul pula cyberbullying, yaitu perundungan yang dilakukan melalui media sosial, pesan singkat, atau platform daring lainnya. Cyberbullying sering kali lebih berbahaya karena dapat menyebar luas dan sulit dihentikan.
Penyebab bullying tidak berdiri sendiri. Banyak faktor yang mendorong seseorang menjadi pelaku bullying, seperti lingkungan keluarga yang kurang harmonis, kurangnya perhatian orang tua, pengaruh teman sebaya, hingga budaya kekerasan yang dianggap wajar.
Selain itu, perbedaan fisik, latar belakang ekonomi, prestasi akademik, atau kepribadian sering menjadi alasan seseorang dijadikan target bullying. Kurangnya empati dan pemahaman tentang dampak perundungan juga memperparah masalah ini.
Dampak bullying terhadap korban sangat serius. Secara psikologis, korban dapat mengalami rasa takut, cemas, rendah diri, dan kehilangan kepercayaan diri. Tidak sedikit korban yang merasa terisolasi dan enggan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dalam jangka panjang, bullying dapat memengaruhi prestasi belajar, kesehatan mental, dan perkembangan kepribadian korban. Luka akibat bullying tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi bekasnya dapat tertanam lama dalam ingatan dan perasaan korban.
Oleh sebab itu, aksi bullying tidak boleh tumbuh dan bersemi di dalam kehidupan kita, termasuk di lingkungan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didik membangun masa depan yang lebih baik. Di sinilah perlu upaya nyata dari setiap pihak untuk mencegah sejak awal munculnya aksi atau tindakan bully di mana saja dan kapan saja terhadap siapa saja.
Kita akan mampu mencegah terjadinya aksi bullying, ketika kita saling peduli, peka dan mau bertindak mencegahnya. Selayaknya semua pihak selalu waspada terhadap aksi atau tindakan bullying di sekitar kita. Mari kita saling peduli, bahu-membahu mencegah bully:

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





