Dengarkan Artikel
Oleh Cakndjojo
KH Abdurrahman Wahid yang lebih populer dengan julukannya Gus Dur, adalah seseorang dengan segudang talenta yang sungguh luar biasa. Disertai dengan kecerdikan kecerdasan dan karomah yang luar biasa pula, dalam arti bahwa hal yang demikian itu hanya melekat pada diri Gus Dur itu sendiri.
Betapa beliau yang Ketua PBNU, juga Ketua Dewan Kesenian Jakarta, dikenal pula sebagai komentator sepak bola yang ternama. _Last but not least_ mencapai puncak kekuasaan, yang bagi sementara kalangan diperebutkan nyawa yang dipertaruhkan, yakni sebagai Presiden Republik Indonesia
Sosok multi talenta dengan pemahaman permasalahan yang sangat mendalam, tentu saja dijalani totalitas sepenuh hati. Hingga dengan demikian pengikut dan para pengagumnya, tidak jarang menggambarkannya dengan untaian kata kata indah, itulah sebuah ketulusan dan kecintaan terhadap sang idola.
Paling tidak tersebut sebuah nama AKAHA TAUFAN AMINUDIN, seorang penyair yang bermukim di Kampung Anyar Kota Batu, menulis fenomena tentang Gus Dur dengan untaian kata kata yang _apik_ dan teratur. Ia menuliskannya…_Kau adalah spektrum yang tak muat dalam satu warna. Ketua kesenian, PBNU, hingga Presiden Singgasana_
Lanjutnya ditulisnya lagi
_Bagi mereka kau adalah Wali dengan karomah mondroguno.
Bagi yang lain, kau adalah fajar bagi Kaum Tionghoa_
Hingga untuk itulah kiranya sudah selaras, dengan getar jiwanya manakala ia diserahi urusan kegiatan sastra seni mocopat dan baca puisi, di dalam penyelenggaraan rangkaian kepanitiaan
Mocopat dengan tampilan Ki Sutopo yang berblangkon, sungguh _performance_ yang memukau. _Gawe_ dimaksud yang sudah terlaksana pada Jum’at Kliwon 9 Januari, antara lain mengedepankan budayawan Dr. Slamet Hendro Kusumo. Dengan materi lumayan bernas, sarat arti yang amat _migunani_. Juga ada pembacaan puisi dari seseorang yang sepertinya sudah teruji berkali kali, yakni Dessy yang ternyata ibu dosen dengan tampilan sungguh keren.
Adapun Akaha Taufan Aminudin si penanggung jawab, terlihat _kliwar kliwer_ seraya merekam suasana dengan cermat seiring kesantunan penuh hormat. Tuntas kerja yang bertanggung jawab, terutama ulasan pembacaan puisi disebar dengan cepat yang sangat presisi.
Sungguh talenta piawai yang dikerjakan lewat gawai, diskusi sastra mocopat dan pembacaan puisi yang bagus sekali, karena sang _Kumendan_ digawangi oleh Taufan SANG PRESIDEN PUISI
Peringatan Haul Gus Dur kali ini, sungguh merupakan momen istimewa yang luar biasa. Salah satunya seiring dengan pengangkatan penghormatan , Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. Peringatan yang acaranya diawali pada Sabtu Legi 20 Desember 2025, dan akan berakhir Sabtu Pon 7 Februari 2026. Di sini diperlukan soliditas kepanitiaan yang tuntas, yakni kompak yang didasari ketulusan sangat dikedepankan
📚 Artikel Terkait
Ustadz Yuli Efendi Mas’ud _didapuk_ sebagai Ketua, orkestrasi sepenuhnya dipercayakan kepada sang _dirigent_. Diyakini ia mampu dan tentu mau, menuntaskan tugas mulia demi sang idola yang dikemas dalam komunitas Gusdurian. Sang _dirigent_ ternyata bersaudara dengan pak Yai Yepoo _Zaenal Arifin Mas’ud_ juga Gus Nur _Nur Rohmat Mas’ud. Mereka ternyata pula kerabatku yang tergabung dalam perserikatan persaudaraan, _Trah_ BANI HIGAZA
Selanjutnya kalau awal rangkaian acara peringatan Sabtu Legi 20 Desember 2025, sungguh menghentak dengan menghadirkan Kyai Besar KH Aqil Siroj
Bisa jadi ini merupakan strategi, agar kesempatan sekaligus merupakan sebuah manifesto yang berdentum. Oleh karena beliau ini dikenal sebagai Kyai Ulama yang cerdas dengan penguasaan ilmu yang global, serta ditengarai mempunyai integritas kwalitas di atas rata-rata.
Sehingga manakala sesuatu momen dengan kehadirannya, bisa jadi akan sangat dirasa getar dan dentumannya, yang akan membahana ke “seantero jagat raya”
Apalagi kalau dikaitkan dengan deretan barisannya, bersama KH Imaduddin Ustman al Bantani, Gus Abbas (Buntet Cirebon) dan KH Marzuki Mustamar. Boleh jadi pihak2 tertentu dibikin ciut nyali, lantaran mereka yang meyakini keunggulan Ulama Kyai2 Nusantara.
Gusdurian yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan,silaturahmi setiap insan tentu saja tidak akan bertindak pongah bak jawara. Kalau tempo hari ada yang sempat terucap olok2 yang menyudutkan …”bahwa Gus Dur yang buta mata dan juga buta hati”
Kiranya hal tersebut merupakan catatan sebuah kekhilafan. Jangan karena merasa
sebagai keturunan yang paling mulia, bisa bertindak semena mena
ttd Cakndjojo
Sepunten lo…
Selasa 20 Januari 2026
RIWAYAT SINGKAT PENULIS
Cakndjojo, lahir 72 th yg lalu di Kampung Kauman Batu. Alamat Jl Raya Oro Oro Ombo No 17 Batu. Pensiunan PNS/ASN PEMKOT Batu
Anak 4 orang, cucu _sementara_ masih 7
KOTA BATU SATUPENA JAWA TIMUR
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






