POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi-Puisi S. Sigit Prasojo

RedaksiOleh Redaksi
December 23, 2025
Puisi-Puisi S. Sigit Prasojo
🔊

Dengarkan Artikel

6. Langit yang Tersisa

Langit senjakala menggantung rendah,menyapu ubun rambutku yang basah.Jalan ini mengulur jauh—lebih panjang dari segala mantrayang pernah kulisankandi bibir ibu yang beraroma garam waktu.Di kiri-kanan,pohon-pohon berjaga bagai juru wasiat bumi:mereka tahu aku bukan musafir,melainkan jiwa yang tersesatoleh hasrat tiba sebelum makna.Setiap langkah adalah ikrar bisu—testamen dari nama-namayang pernah kukasihi,dan dari bayang yang belum sempatkukuburkan di dada.Seekor anjing melintas perlahan,mata beningnya menyimpan nubuat:ia tak menyoal siapa aku,sebab semesta tak butuh namauntuk mengenali sepi.Aku berhenti di tepi jalan,menatap langit yang merenta di mataku.Di sana,awan berzikir dalam rupa seseorangyang dahulu kupanggil aku.Aku menunduk dan berbisik:Mungkin pulang bukan arah,melainkan takzim kepada langkah,yang berani berjalan tanpa peta.Dan sore pun gugur—setetes demi setetes,seperti suara yang usai bermaknadan pulang ke rahim bumi.Ponorogo, 2025

7. Cermin Ibu

Di balik kaca itu,ibu menatap duniaseperti menatap cermin yang mengeruh oleh usia.Matanya tak lagi mencari—hanya menunggu sesuatuyang barangkali menjelma cahaya,atau sekadar gema dari doa yang terlupa.Tiap pagi ia menyapu lantaidengan langkah yang telah menua,seakan debu adalah firasatbahwa dunia masih mengingat namanya.Aku memanggil dari halaman,namun suaraku terperangkap di udara,gugur di antara jeda yang tak terjembatani waktu.Barangkali antara kamiada luka yang tak kunjung sembuh,menyamar menjadi keheningan.Ibu tersenyum tipis,seperti sabit bulan yang tersangkut di tirai.Lalu ia kembali ke dapur,mengaduk air yang hening—air yang kehilangan garamnya,seperti hari-hari yang kehilangan bunyinya.Dan aku mengerti kini:cinta tak selalu bersuara,ia hanya mengendapdi tatapan yang perlahan pudar bersama sore,menjadi kesabaran yang abadi.Ponorogo, 2025

8. Ayah di Kursi Senja

Kursi itu masih di tempatnya:
retak di lengan, dingin di sandaran,
tapi hangat di takhta kenangan.

Ayah dulu duduk di sana—

menyalakan rokok,

menghela napas seperti mengukur hidup

dari panjang asap yang melingkar di udara.

Ia jarang bicara,

tapi sekali membuka mulut,

kalimatnya seperti batu kecil

yang dilempar ke kolam waktu.

Gelombangnya masih terasa sampai hari ini.

Kini kursi itu menatapku kembali.
Aku duduk di depannya,
mencoba meniru cara ayah diam.
Namun diamku gamang,
diam yang kehilangan wibawa—
diam anak kecil
yang belum khatam belajar menua.

Sore meluruh di sela daun jambu,

aku membayangkan ayah masih di sana,

📚 Artikel Terkait

SDIT Muhammadiyah Manggeng Mempelajari Proses Pembuatan Ikan Asin

Dinas LHK Aceh; “Antara Gorden dan Sepatu Dinas”

PENDARATAN DARURAT

Puisi Alami

mengangguk kecil,

mungkin sedang mengajari cara

menjadi lelaki tanpa kehilangan air mata.

Ponorogo, 2025

9. Tak Sempat Berpamitan

Di meja makan,masih tersisa dua sendok,satu piring,dan percakapan yang terpenggal di tengah suapan.Aku memungut remah roti,menemukan di bawahnyaselembar catatan yang mulai menguning:“Pergilah, tapi jangan buru-buru.”Tak berpenanda,tanpa tanggal,hanya sepenggal kalimatyang menolak dimakamkan oleh waktu.Aku tahu,mereka yang pergi tergesameninggalkan bayangan yang lebih beratdari tubuhnya sendiri.Malam itu,aku menyalakan sebatang lilin—bukan untuk menerangi,melainkan untuk memberi tahu yang hilangbahwa rumah ini masih hafal arah pintu.Asapnya naik perlahan,berpilin di udara seperti doa yang gentar.Aku menatapnya hingga padam,dan di saat itu aku paham:yang paling setia bukan kenangan,melainkan kehilanganyang tetap tinggalmeski segala telah pergi.Ponorogo, 2025

10. Litani Bayangan

Jam di dinding itu berhenti di pukul dua belas,

tapi aku masih mendengar waktu berjalan

di urat tanganku sendiri.

Jarum-jarumnya diam,

namun bayang-bayang di lantai

tetap bergeser perlahan—

seolah cahaya menolak ikut mati.

Di rumah ini,

semua benda punya ingatan.

Sendok mengingat suara tawa,

kursi menyimpan bentuk duduk yang tak kembali,

dan meja,

masih menunggu percakapan yang tidak sempat diakhiri.

Aku menatap jam itu,
dan seketika paham:
waktu tak pernah berhenti;
ia hanya menyamar sebagai bisu
agar kita belajar mendengar
yang tak bersuara—
detak nadi, langkah debu,
atau doa yang membeku
di pori-pori hari.

Malam nanti,
akan kuputar jarum itu kembali,
bukan untuk menghidupkan waktu,
melainkan untuk mengukur jarak
antara aku
dan diriku sendiri.

Ponorogo, 2025

Karya: S. Sigit Prasojo 

S. Sigit Prasojo, lahir di Ponorogo, 25 Juli 2001. Ia adalah santri di Pondok Pesantren An-Najiyah Ponorogo, aktif di Himpunan Penulis Mahasiswa, dan menjabat sebagai Wakil Ketua HIMA DIWANGKARA Pendidikan Bahasa Jawa  STKIP PGRI Ponorogo. Pernah menjadi juri Cipta Puisi FLS2N 2025 serta meraih berbagai kejuaraan kepenulisan tingkat nasional. Ia tergabung dalam komunitas sastra seperti Partey Penulis Puisi dan Aksara Malaysia. Karyanya telah dimuat di berbagai media sastra nasional, baik cetak maupun daring.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Ketika Kedaulatan Dipakai untuk Menyangkal Kemanusiaan

Ketika Kedaulatan Dipakai untuk Menyangkal Kemanusiaan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00