Dengarkan Artikel
Pulo Lasman Simanjutak
SASTRA
Sambut Hari Antikorupsi Sedunia, Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Menulis Lima Sajak Pilihan ‘Indonesia Darurat Korupsi’
JAKARTA- Sambut Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) pada Selasa, 9 Desember 2025.
Penyair dan Wartawan Pulo Lasman Simanjuntak-dari Kota Jakarta- menulis lima puisi pilihan terbaik untuk menutup akhir tahun 2025 dalam proses kreatif menulis karya sastra.
Soroti berbagai kasus korupsi yang telah mencapai fase ‘Indonesia Darurat Korupsi’.
Sungguh miris !
” Sajak ini saya tujukan kepada para koruptor untuk sungguh-sungguh bertobat tak lagi melakukan kejahatan yang luar biasa ini.Sebab salah satu kehancuran sendi-sendi negara adalah kejahatan korupsi,” katanya di Jakarta, Rabu pagi (10/12/2025).
Sajak
Pulo Lasman Simanjuntak
INDONESIA DARURAT KORUPSI
-episode satu-
indonesia darurat korupsi
muntah darah sajakku
di atas meja pengadilan
bagian selatan negeri ini
tertulis: enam puluh miliar rupiah
dengan toga hukum keadilan
buat membeli makanan kaum gelandangan jalanan
makin kelaparan
indonesia darurat korupsi
sejak bumi disikat rakus
para tikus-tikus berdasi hitam
digerogoti republik ini
senilai seribu tujuh ratus triliun rupiah
maka tangisan kemelaratan
memecah ombak lautan
kecemasan
sel penjara bukan lagi
kuburan untuk kematian
para bajingan tetap berdansa
di atas tubuh penderitaan
rakyat
tak tenang lagi
untuk bisa makan
dengan dedaunan
indonesia darurat korupsi
para bajingan rakus makan sampah
senilai tujuh puluh sembilan miliar rupiah
baunya sangat busuk
menyebar sampai airmata
tangisan darah liar
kejam dan tak prikemanusiaan
sanpai kapan
tiang negara akan dihancurkan
ada amarah dan dendam
Jakarta, 20 April 2025
INDONESIA DARURAT KORUPSI
-episode dua-
indonesia darurat korupsi
dirampok dari minyak mentah
perut bumi
dinikmati keluarga
oknum-oknum mafia migas
tanpa pernah berhenti
indonesia darurat korupsi
dengan mata nyala api
seperti hama tikus bajingan
dibakarnya mata uang
senilai seratus sembilan puluh empat triliun rupiah
yang dijarah dari peti-peti mati
milik para pendaki
tata niaga impor minyak
hasil korupsi
beranak-pianak
indonesia darurat korupsi
tinggal menghitung cahaya matahari-
investigasi penyidik selama ini
hanya tertidur
di atas gulungan karpet merah
dijilat rezim-rezim keji
tak suka deklamasi puisi
selalu makan daging mentah
busuk dan basi
indonesia darurat korupsi
aku tetap sendiri
masih berimajinasi
berjuta kali didendangkan dalam hati
pada jemari dan kaki negeri
diinjak-injak oligarki energi
dikendalikan hedonis
hingga hari ini
siapa masih punya mesin-mesin abadi
berjalan mundur untuk berbagi
tetapi bukan
hasil korupsi
mengoplos antara kebenaran
dan kepalsuan
tuan-tuan
tak punya harga diri
rakyat miskin makin menjadi-jadi
o, kasihan indonesiaku
📚 Artikel Terkait
Jakarta, Kamis 27 Februari 2025
INDONESIA DARURAT KORUPSI
-episode tiga-
di depan gedung dpr/mpr
hari ini
diserukan satu suara rakyat
:bubarkan dpr ri !
dari kejauhan aku masih
mendendangkan parodi politik
sambil menggendong matahari
terkapar
berlumuran darah
penderitaan dan kelaparan
jadi bersetubuh dengan pajak tinggi
oi, mau dikemanakan republik ini ?
kibarkan terus bendera merah putih
lalu sama-sama kita bertanya
kepada ribuan langit hitam
terpampang di depan mata
orang-orang rakus dan pejabat munafik
mengapa terjadi korupsi lagi
aku bertanya
engkau harus menjawab
sampai kapan
berakhir semua
mitos kejahatan luar biasa
Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025
SAJAKKU MENULIS INDONESIA MAKIN GELAP
sajakku menulis
indonesia makin gelap
di depan cermin rakyat
turun ke jalan
bawa bendera hitam
di tangan kanan
akar kepahitan
dilukis dalam hujan
lantaran kenaikan harga
pangan
kelangkaan gas buatan
phk serabutan
jutaan orang
kehilangan pekerjaan
anak-anak tak lagi duduk tenang
di bangku pendidikan
kelaparan mulai disampaikan
lewat nyanyian
anak-anak jalanan
anak-anak sekolahan
dijanjikan makan siang
bergizi tinggi
sehat dan gratis
meluncur dari mulut awan
dibayar dengan uang
dilunasi dengan utang
sajakku menulis
indonesia makin gelap
dijual lautan
digadaikan langit buatan
proyek mercusuar kembar
disuntik koruptor
mata duitan
seribu tujuh ratus triliunan
dengan hukuman cambuk liar
paling ringan
mau dibawa kemana
bila negaraku terpecah belah-
tanpa airmata
menyemburkan darah
di tanah belum merdeka
seratus hari hanya bisa didaki matahari
dengan caci maki
berulangkali pasti terjadi
cuci darahmu indonesiaku
dengan roh rendah hati
untuk raih satu kata
kemenangan abadi
sampai pada akhirnya
perlahan tanpa ada ketahanan
republik ini mati
ditelan mulut bumi
sakit hati
Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025
KORUPSI DI NEGERI TELAPAK KAKI
korupsi di negeri telapak kaki
sudah dibungkus
jadi kejahatan ekonomi
luar biasa
kerugian bangsa ini
membuntingi kemiskinan
menikam-
perut-perut busung lapar
meledak suara rakyat
di gedung-gedung parlemen
dan penjaga keamanan
tanpa seragam
tanpa senjata
dibakar amarah
gas air mata
penjarahan senantiasa
diiringi koor nyanyian
dibenturkan di media sosial
seratus triliun rupiah sepanjang tahun
seribu triliun rupiah sepanjang sepuluh tahun
dapat kenyangkan
anak-anak jalanan
kami, atas nama rakyat tertindas
masih setia bersedekah
di bawah terik matahari
tubuhnya dilindas
sampai tak.punya ibu jari
menghisap darah sendiri
untuk sepiring nasi
dan sepotong ikan asin
hanya itu
yang kami punya
Jakarta, Jumat, 5 Sept 2025
Biodata :
Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya 20 Juni 1961. Ratusan karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan 50 buku antologi puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia.Sejak tahun 1980 s/d 2025 karta puisinya telah dimuat di 23 media cetak (koran harian, suratkabar mingguan, dan majalah ), serta dipublish (tayang) kurang lebih di 300 media online (website) dan majalah digital.
Karya puisinya juga telah dipublikasikan sampai ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Republik Demokratik Timor Leste, Bangladesh, dan India.Sering diundang membaca puisi di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Radio Republik Indonesia (RRI), Cafe Sastra Balai Pustaka, dan sejumlah tempat komunitas sastra di wilayah Jabodetabek.
Karya puisinya berjudul “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu” telah diciptakan menjadi tembang puitik musik klasik oleh Komponis & Pianis Ananda Sukarlan.
Bekerja sebagai wartawan dan bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan-Indonesia
Kontak : 082315719299 (WA)
Medsos :
Facebook : Bro
Instagram : Lasman Simanjuntak
Tik Tok : Lasman Simanjuntak
Youtube : Lasman TV
(**)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






