POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menikmati Kekacauan Sains

RedaksiOleh Redaksi
November 3, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Dunia ini tidak terbuat dari benda, melainkan dari peristiwa.” — Carlo Rovelli(69), Tujuh Pelajaran Singkat Fisika(Gramedia 2018).

“Dalam teori chaos, hukum deterministik dapat menyebabkan perilaku yang tidak terduga. Perbedaan kecil pada kondisi awal dapat menghasilkan akibat yang sangat berbeda.” — Ian G. Barbour(1923-2013), When Science Meets Religion: Enemies, Strangers, or Partners?(2000; Mizan 2002).

Di tengah dunia yang semakin dikendalikan oleh algoritme dan logika kalkulatif, kita hidup dalam ilusi keteraturan.

Pengetahuan ilmiah, sains dengan segala presisinya, seolah menjanjikan kepastian dan kontrol atas semesta. Namun, kehidupan tak selalu tunduk pada rumus dan model.

Ia bergerak dalam denyut yang tak terduga, dalam pusaran yang tak sepenuhnya bisa dipetakan.

Di sinilah letak paradoks sains mutakhir: ia lahir dari hasrat untuk memahami dan menata, tetapi justru membuka pintu pada ketidakteraturan yang lebih dalam.

Carlo Rovelli, Profesor Emeritus di Centre de Physique Théorique, Marseille, Prancis, dan juga menjabat sebagai Distinguished Visiting Research Chair di Perimeter Institute, Kanada, dalam Seven Brief Lessons on Physics(2014), menulis tentang arsitektur jagat raya dengan nada yang nyaris puitis.

Ia menunjukkan bahwa semesta bukanlah mesin jam yang berputar dengan presisi Newtonian, melainkan jaringan relasi yang cair, probabilistik, dan tak sepenuhnya dapat diprediksi.

Dalam fisika kuantum dan relativitas umum, keteraturan bukanlah hukum mutlak, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara ruang, waktu, dan materi.

Dalam pandangan ini, kekacauan bukanlah kegagalan sistem, melainkan bagian dari struktur terdalam realitas.

Jim Al-Khalili(63), profesor fisika di University of Surrey, penulis buku populer sains, dan pembawa acara BBC seperti The Life Scientific, dalam The Joy of Science(2022; KPG 2023) mengajak kita untuk merayakan sains bukan karena ia memberi jawaban pasti, tetapi karena ia membuka ruang untuk keraguan, revisi, dan penemuan ulang.

📚 Artikel Terkait

‎Banda Aceh dan Jepang Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan

JEBAKAN DISINTEGRASI

Soeharto Pahlawan? Jangan Hina Akal Sehat Kami, Kawan.

PETAKA DP3 PERTAMA

Ia menekankan bahwa sains bukanlah dogma, melainkan proses yang terus bergerak, yang justru menemukan kekuatannya dalam kemampuan untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki diri.

Dalam dunia yang kompleks dan berubah cepat, sains yang kaku justru berbahaya. Yang dibutuhkan adalah sains yang lentur, yang mampu menari bersama ketidakpastian.

Margaret J. Wheatley(81), pembicara, penulis, konsultan dan telah bekerja dengan berbagai organisasi di seluruh dunia sejak tahun 1973, dalam Leadership and the New Science: Discovering Order in a Chaotic World(1992, Abdi Tandur,1997); Edisi ketiga 2006), menyoroti bagaimana model kepemimpinan yang terlalu mengandalkan kontrol dan prediksi sering kali gagal memahami dinamika sistem yang hidup.

Ia mengusulkan pendekatan baru yang terinspirasi dari fisika kuantum dan teori chaos—bahwa organisasi, seperti alam, berkembang melalui ketidakteraturan, melalui interaksi yang tak linear, dan melalui keterbukaan terhadap perubahan.

Dalam konteks ini, kekacauan bukanlah musuh, melainkan sumber kreativitas dan transformasi. Wheatley juga menyebut sebagai fase entropi.

Istilah lainnya, chaosmos, yang dipopulerkan oleh Guattari dan Deleuze, dengan menangkap ketegangan ini dengan tajam: bahwa di balik kekacauan terdapat kosmos, dan dalam kosmos tersembunyi benih kekacauan.

Sains kontemporer, terutama dalam bidang bioteknologi molekuler dan nuklir, memperlihatkan wajah ganda ini. Di satu sisi, ia menjanjikan penyembuhan, efisiensi, dan kemajuan.

Di sisi lain, ia membawa risiko kepunahan ekologis, manipulasi genetika yang tak terkendali, dan kerusakan habitat yang tak terbalikkan. Contoh mutakhir ledakan reaktor nuklir, pandemi Covid-19 dan teori superstring hingga AI.

Dalam upaya memahami dan mengendalikan kehidupan, sains justru mengguncang fondasi kehidupan itu sendiri. Namun barangkali, justru di sinilah kita diajak untuk menikmati kekacauan sains.

Bukan dalam arti merayakan kehancuran, tetapi dalam menerima bahwa pengetahuan bukanlah jalan lurus menuju kebenaran, melainkan labirin yang penuh belokan, jebakan, dan kejutan.

Bahwa dalam setiap eksperimen, ada kemungkinan kegagalan. Dalam setiap teori, ada celah untuk ditinjau ulang. Dan dalam setiap kemajuan, ada harga yang harus ditimbang secara etis dan ekologis.

Menikmati kekacauan sains berarti berdamai dengan kenyataan bahwa dunia tidak selalu bisa dijelaskan sepenuhnya. Bahwa hidup, seperti semesta, adalah tarian antara keteraturan dan ketidakteraturan.

Dan bahwa tugas kita bukan untuk menghapus kekacauan, melainkan untuk menari bersamanya—dengan kesadaran, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam.

coversongs: “Conquest of Paradise” karya Vangelis dirilis pada 19 Oktober 1992 sebagai bagian dari soundtrack film 1492: Conquest of Paradise.

Secara musikal, lagu ini menggambarkan semangat penjelajahan, harapan, dan pencarian dunia baru melalui komposisi yang megah dan atmosferik.

Lagu ini menjadi sangat populer di Eropa, terutama di Jerman, karena digunakan oleh petinju Henry Maske(61) sebagai lagu masuk ring tinju.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00