POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kekuatan Growth Mindset dalam Ruang Kelas Transformatif

RedaksiOleh Redaksi
October 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd.


Dalam dunia pendidikan yang semakin dinamis, kurikulum, dan fasilitas canggih memang penting. Namun, ada satu fondasi psikologis yang jauh lebih menentukan arah kesuksesan seorang pelajar Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh).

Pola pikir ini, yang dipopulerkan oleh psikolog Dr. Carol S. Dweck dari Stanford University, adalah keyakinan fundamental bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan dapat ditingkatkan melalui dedikasi, usaha, strategi yang tepat, dan pembelajaran yang tekun. Ini adalah antitesis dari Fixed Mindset, yang meyakini bahwa kemampuan adalah bawaan lahir yang statis dan tidak bisa diubah.

📚 Artikel Terkait

Menebar Virus Literasi: Menyulut Semangat, Menularkan Perubahan

Mencari Warna Dunia

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Yuk! Mengenal Tarif

Lalu, mengapa Growth Mindset menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang kelas yang benar-benar transformatif?
Tiga Hal Pentingnya Growth Mindset di Kelas

  1. Mengubah Kegagalan Menjadi Peluang Belajar
    Bagi siswa dengan Fixed Mindset, nilai buruk atau kegagalan dalam tugas adalah cerminan langsung dari ketidakmampuan diri mereka, yang seringkali berujung pada rasa malu dan keinginan untuk menyerah.

  2. Sebaliknya, siswa dengan Growth Mindset melihat kegagalan sebagai data berharga. Mereka tidak berkata, “Saya tidak bisa,” melainkan, “Saya belum bisa melakukannya, jadi strategi apa yang harus saya ubah?” Pola pikir ini menumbuhkan ketangguhan mental (resilience). Mereka akan lebih berani mencoba strategi baru, meminta bantuan, dan bangkit setelah jatuh, menjadikan proses belajar sebuah perjalanan tanpa akhir, bukan sekadar perlombaan hasil.
  3. Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil

  4. Dalam ruang kelas sederhanal, pujian sering terfokus pada hasil akhir (“Kamu pintar karena dapat nilai 100”). Sayangnya, ini bisa memupuk Fixed Mindset karena siswa akan merasa terancam jika suatu saat nilainya turun mereka takut “kehilangan label pintar” tersebut.

  5. Growth Mindset mengalihkan fokus pada proses, usaha, ketekunan, dan strategi yang digunakan siswa. Ketika guru memuji, “Saya lihat kamu mencoba metode pemecahan masalah yang berbeda, usahamu luar biasa!”, siswa belajar bahwa perkembangan lebih penting daripada pencapaian instan. Hal ini mendorong mereka untuk lebih terlibat aktif, kritis, dan eksploratif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
  6. Menciptakan Lingkungan Kelas yang Aman untuk Mencoba

  7. Penerapan Growth Mindset harus dimulai dari guru. Guru dengan pola pikir berkembang tidak hanya fokus pada capaian kurikulum, tetapi juga pada bagaimana siswa mereka tumbuh sebagai individu.
    Guru menjadi model yang berani mengakui kesalahan dan terus belajar, menciptakan atmosfer kelas yang aman. Di lingkungan ini, siswa tidak takut dicap bodoh saat bertanya atau mencoba. Mereka didorong untuk mengambil risiko, berdiskusi, dan berkolaborasi. Ruang kelas pun bertransformasi menjadi laboratorium belajar yang dinamis, tempat inovasi dan pemecahan masalah nyata dapat berkembang.

  8. Langkah – langkah Nyata Menerapkan Growth Mindset

  9. Transformasi tidak terjadi dalam semalam. Pendidik dapat memulai dengan langkah-langkah sederhana:
    • Ganti frasa seperti “Kamu berbakat” menjadi “Usahamu terbayar.” Ganti “Kamu tidak mengerti” menjadi “Mari kita coba strategi lain.”
    • Fokus pada langkah spesifik yang harus diperbaiki, bukan pada penilaian umum tentang kemampuan siswa.

  10. • Tekankan bahwa “belum menguasai” adalah status sementara, bukan permanen.
    • Kenalkan konsep neuroplastisitas (kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru) kepada siswa, memberi mereka bukti ilmiah bahwa mereka benar-benar bisa menjadi lebih cerdas.

Growth Mindset bukan sekadar tren psikologi; ia adalah poros perubahan mendalam dalam pendidikan. Dengan menanamkan keyakinan bahwa kemampuan adalah sesuatu yang dapat dibentuk, kita tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kompleks di masa depan. Ruang kelas kita harus menjadi tempat di mana setiap siswa percaya bahwa dirinya—dan kemampuannya—memiliki potensi tak terbatas untuk terus berkembang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Refleksi Tentang Pemuda: Dari Rengasdengklok ke Ruang Rapat Ormas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00