Dengarkan Artikel
Oleh: Kang Thohir
Pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau tahun 571 Masehi, adalah bulan yang sama bulan kelahirannya Nabi Muhammad SAW, yaitu bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah, dan pada tahun Masehi merujuk pada sekitar bulan April 571 Masehi. Umat Muslim pun memperingati peristiwa ini sebagai Maulid Nabi, atau kelahirannya Baginda Nabi Muhammad SAW, kelak menjadi patriot umat Islam seluruh alam semesta dan menjadi suri tauladan yang baik dan panutan umat.
Manusia mulia yang telah lahir ke dunia membawa cahaya di atas cahaya yang begitu terang benderang, sampai orang-orang Quraisy pada keluar dan takjub melihat peristiwa ini dari rumah mulia yang nampak begitu bercahaya, yang keluar dari rahim sang ibunda Siti Aminah yang telah melahirkan orang termulia di dunia, dan sang pembawa kedamaian bagi seluruh alam semesta juga membawa risalah yang agung.
Sungguh indah cahaya itu yang nampak bagai cahaya purnama. Begitu sang Ruhul Azhom/Nur Muhammad dilahirkan, seluruh alam semesta menyambutnya dan makhluk-makhluk Allah yang hidup pun ikut bergembira atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, termasuk bintang-bintang di langit dan hewan-hewan menyambutnya. Dan saat itu juga api yang disembah oleh kaum Majusi seketika itu pun padam atas kehendak-Nya, sebagai bentuk penghormatan atas kelahirannya Baginda Nabi Muhammad SAW.
Sungguh mulia dan agung atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, sampai-sampai Allah SWT memuliakan hari kelahirannya, dan kita sebagai umatnya Baginda Nabi Muhammad SAW juga ikut menganggungkannya dan memuliakan hari kelahirannya Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk mahabah atau rasa cinta kita kepada Nabi besar Muhammad SAW.
Pada hakikatnya Maulid Nabi itu membawa keberkahan di dunia dan di akhirat untuk memberikan makna cinta itu sendiri, dan menjadi syafaat agung di yaumil qiyamah, dan kita berkumpul bersama-sama Rasulullah SAW sebagai umatnya yang diakuinya. Menjadi penolong dan juga rahmat bagi kita semua.
📚 Artikel Terkait
Adanya Maulid Nabi itu sudah ada sejak zaman dulu, ada yang mengatakan sejak zamannya Sultan Muzaffar, dan juga ada yang mengatakan sudah ada di zamannya Sultan Hasanuddin Al-ayyubi, sampai-sampai mengumpulkan para ulama guna menanyakan perihal tentang memperingati hari Maulid Nabi, dan dari situlah para ulama menyepakati atas Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyetujuinya. Lalu Sultan Muzaffar mengumpulkan orang-orang untuk merayakannya, dan menyembelih 1000 ekor kambing untuk hidangan kepada para pengunjung yang hadir. Sungguh mulianya hari Maulid Nabi Muhammad SAW, yang penuh keindahan dan penuh keberkahan juga kesejukan.
Bahwa dengan adanya Maulid Nabi itu bisa menambah rasa cinta kita kepada Baginda Rasulullah Saw, yang semakin bertambah dan semakin bertambah keimanan kita. Menjadi keberkahan kita dalam kehidupan, yang lebih damai dan sejahtera.
Kita bisa bertemu dengan orang-orang sholih, para ‘alim ulama, tokoh masyarakat, ustad, ustazah dan masyarakat setempat, juga menambah keberkahan kita dengan bertambahnya ilmu kita. Juga bisa bersilaturahmi kepada para pengunjung yang hadir.
Niscaya kelak kita akan dipertemukan dengan Baginda Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT bertatapan langsung, bertemu dengan orang-orang sholeh, para malaikat-Nya, para ‘alim ulama-Nya dan para Nabi-Nya di surga. Aamiin.
Brebes, 12 September 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






