Dengarkan Artikel
Oleh Badawi
Ajang Lomba Video Konten Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pidie Jaya, baru-baru ini menyisakan kekecewaan bagi sebagian peserta. Meski diharapkan menjadi ruang edukatif dan apresiatif, pengumuman pemenang justru menuai tanda tanya serta kritik dari kalangan peserta.
Sejumlah peserta mengaku tidak puas dengan hasil penilaian lomba. Sebagai bentuk aspirasi, para peserta meminta pihak panitia memberikan feedback atau penjelasan atas karya sepuluh besar (Top Ten) yang berhasil masuk nominasi.
Menjawab permintaan tersebut, Dispusip Pidie Jaya kemudian mengadakan undangan terbuka kepada peserta lomba pada Rabu (10/09/2025) untuk memberikan ruang diskusi dan evaluasi dengan dewan juri. Namun, pada pelaksanaannya, forum evaluasi itu justru kembali memicu kekecewaan. Dari tiga orang dewan juri hanya satu juri yang hadir untuk memberikan masukan untuk peserta.
📚 Artikel Terkait
Lebih jauh, peserta menilai kehadiran juri tunggal itu kurang representatif, apalagi juri yang hadir kerap mengeluarkan pernyataan yang terkesan meremehkan peserta. Juri tersebut mengatakan, “kami gak asal menilai seperti kalian, kalian ini gak siap kalah, gak pernah ikut kontes nasional.”
Terlebih sosok juri yang hadir merupakan rekanan kerja dari pihak Dispusip. “Kami berharap mendapatkan pandangan menyeluruh dari semua dewan juri, bukan hanya dari satu orang saja. Apalagi juri yang datang merupakan partner kerja Dispusip, sehingga rawan menimbulkan kesan tidak objektif,” ungkap salah seorang peserta.
Kondisi ini membuat sejumlah peserta mengusulkan agar pada lomba-lomba berikutnya, pihak penyelenggara menghadirkan seluruh dewan juri secara lengkap, dengan latar belakang yang independen dan murni dari luar instansi, tanpa keterkaitan langsung dengan Dispusip.
Harapannya, langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik, menjaga netralitas penilaian, sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih adil dan transparan bagi para peserta.
Ajang literasi seharusnya menjadi momentum memperkuat budaya membaca, menulis, dan berkreasi, bukan malah menyisakan kekecewaan. Kritik dan masukan dari peserta diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak penyelenggara sehingga kompetisi lomba kedepannya dapat berjalan lebih profesional dan akuntabel.
Penulis : Badaw
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






