POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika Lidah Dipisahkan dari Tanahnya

Feri IrawanOleh Feri Irawan
September 7, 2025
Ketika Lidah Dipisahkan dari Tanahnya
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Feri Irawan

Kita sering merasa merdeka karena bisa memilih makanan sendiri. Dan pula, ragam makanan di negeri kita telah semakin kaya. Sementara, makanan-minuman bermerek luasan jagat pun telah menyerbu tanah air sejak lama. Di setiap kota telah berdiri restoran cepat saji, semerek dengan yang ada di Amerika. Kita telah memakan (merek) apa yang orang Amerika makan. Kita telah meminum (merek) apa yang orang Jepang minum. Kita telah setara dengan orang-orang barat dan timur sana, telah sama-sama makan-minum merek dan karenanya kita merasa berderajat sama dengan mereka. 

Anak-anak kita lebih hafal nama jajanan kemasan ketimbang nama sayur yang tumbuh di pekarangan. Mereka bangga membawa roti bermerk ke sekolah, tapi malu kalau bekalnya singkong rebus. Lidah kita sudah dipisahkan dari tanahnya.

Dulu, selera dibentuk oleh musim. Musim jagung, kita makan jagung. Musim ketela, kita kenyang dengan ketela. Semua mengikuti irama bumi. Sekarang, selera dibentuk oleh iklan. Apa yang muncul di layar, itulah yang kita cari di warung.

Kita telah lama tersesat di perkeliruan soal rasa. Kita terjebak merek, terperangkap cap, dimangsa iklan, dan habis-habisan diperas pabrik-pabrik. Kita telah lama membeli bungkusan yang rapi, gambar-gambar menarik, dan wajah-wajah cetakan TV. Yang kita perhatikan ialah pesohor mana memakan apa, bukan makanan apa mengandung gizi bagaimana. Yang kita beli sering kali cangkang, bukan isinya.

📚 Artikel Terkait

Ketika Manusia Dianggap Tak Lagi Perlu, AI Mengambil Alih

Denny JA: Keliru mencampuradukkan Puisi Esai dengan Satupena

Mie Caluk Khas Pidie Jaya

Pergulatan Batin Aktivis: Antara Idealisme, Cinta, dan Tanggung Jawab Sosial

Mulut-mulut bangsa kita ialah giuran yang luar biasa, yang melelehkan liur para pedagang raksasa. Hasrat mereka menaik melihat 250 juta lebih orang Indonesia. Rupiah demi rupiah mereka incar dari setiap makanan yang mereka buat. 

Perut kita ialah industri besar, lidah kita ialah pasar utama, mulut kita ialah arena niaga raksasa. Kita membengkak, terus bertumbuh bersama bahan pengawet, pelezat kimia, zat pewarna, dan segala jenis bahan tak ramah. Anak-anak telah terbiasa dengan serbakemasan. Telah terbuai dalam bungkusan. Lelap amat sangat, bermimpi bersama iklan. Cita-cita mereka telah diawetkan dan kealamian telah menjadi asing.

Inilah kolonialisme pangan yang paling halus menjajah tanpa paksa, hanya dengan membuat kita percaya bahwa apa yang kita punya tidak cukup. Bahwa yang sederhana tidak pantas. Bahwa yang tumbuh di tanah sendiri kalah dibanding yang datang dengan merek dan kemasan.

Kita tidak lagi lapar pada makanan, tapi lapar pada citra. Dan pada saat itulah, kita benar-benar dijajah.

Penulis adalah Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Puisi-Puisi Sigit Prasojo

Jejak Luka di Jalan Binatang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00