POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rumah Sahroni pun Jadi Amukan Rakyat

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
August 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Mulutmu harimaumu, katanya. Tapi Ahmad Sahroni berhasil membuktikan, mulut bisa lebih ganas dari harimau, lebih tajam dari gergaji mesin, dan lebih meledak-ledak dari petasan cabe rawit. “Pendemo yang ingin membubarkan DPR adalah orang tolol sedunia” Ucapan legend, membuatnya seperti menerima karma instant.

Gara-gara lidahnya, berhasil menyalakan kompor rakyat yang selama ini sudah penuh dengan minyak tanah, solar subsidi, dan minyak jelantah keputusasaan. Boom! Jadilah ia buronan rakyat Indonesia. Bukan karena kasus korupsi miliaran, tapi karena mulutnya yang kelewat nyinyir.

Partai NasDem pun langsung pasang mode “silent treatment”. Dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Sahrini, eh salah, Sahroni diturunkan jadi anggota biasa. Ibarat raja pesta yang tiba-tiba disuruh jadi tukang parkir, degradasi ini begitu indah dalam absurditasnya. Namun karma belum selesai. Rumah mewahnya di Tanjung Priok yang biasa dipajang di Instagram sebagai bukti “kerja keras” kini berubah jadi lokasi diskon besar-besaran. Ratusan orang datang, bukan untuk open house, tapi open lemari. Ada yang bawa koper, ada yang bawa televisi, ada pula yang sekadar bawa kenangan. Barang-barang berpindah tangan, kaca mobil pecah, pagar rumah jebol.

Yang paling lucu, warga sekitar sempat melerai dengan kalimat paling bijak sedunia, “Tolong jangan dibakar woi, kasihan warga sini!” Begitu rakyat, selalu penuh empati, bahkan saat menjarah. Rumah boleh diobok-obok, tapi jangan sampai kebakar, karena tetangga juga butuh oksigen. Solidaritas kelas bawah memang ajaib, merusak boleh, tapi jangan merugikan yang tak bersalah.

Sahroni sendiri jadi bahan tontonan di TikTok. Akun @cukupsatu_selamanya menyiarkan langsung aksi itu dan ditonton 1,5 juta orang. Jadi influencer dadakan, meski bukan dia yang siaran, melainkan rumahnya yang viral. Siapa sangka rumah DPR bisa lebih laku ditonton dari sinetron jam tujuh malam?

📚 Artikel Terkait

Literasi Tak Lagi Membosankan

Bila Guru Bersikap Apatis di Era Digital

Sanggar Seni dan Upaya Pelestarian nilai-nilai Budaya

BUPATI ABDYA HADIRI WISUDA TAHFIZ SDIT MUHAMMADIYAH MANGGENG

Ucapan Sahroni yang menyebut pembubaran DPR sebagai ide “tolol” jelas jadi bensin di tengah bara. Rakyat yang sedang geram dengan tunjangan DPR Rp 10 triliun per tahun, sementara harga beras naik, listrik naik, pajak naik, mendengar kata “tolol” itu seperti dilempar cabai rawit ke mata. Lucunya, dia berusaha menyelamatkan diri dengan retorika filsafat kelas warung kopi, “Kita semua bodoh kok, gak ada yang pintar.” Wah, kalau begitu, DPR isinya memang orang tolol semua? Terima kasih, sudah jujur akhirnya.

Ironi makin lengkap ketika tragedi ojol Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob menambah bara. Dari sekadar naik tunjangan jadi naik darah, dari sekadar caci maki jadi bakar Polres. Bahkan pemulung pun ikut pesta, bukan demo politik, tapi pesta bongkar bangkai mobil terbakar. Ajaib, Indonesia memang negeri yang selalu menemukan kegembiraan dalam tragedi.

Influencer Salsa Hutagalung menambahkan garam ke luka Sahroni. Ia menertawakan DPR sebagai “karyawan rakyat” yang gajinya kelewat mewah. Bukan hanya itu, ketika ditanya soal transparansi anggaran Rp 10 triliun, DPR memilih blokir, bukan jawab. Bayangkan, bos bertanya soal gaji, karyawan malah ngeblokir WhatsApp. Kalau ini kantor beneran, karyawan macam begitu sudah dipecat lewat email spam.

Sahroni kini bukan lagi politisi glamor NasDem, tapi stand-up comedy berjalan. Semua orang ikut menertawakan tragedinya. Betapa ironis, mulutnya yang dulu sok bijak kini membuat rakyat menemukan hiburan di tengah penderitaan.

Moral ceritanya sederhana, jangan pernah menganggap rakyat tolol, sebab rakyat bisa lebih kreatif dari yang kalian kira. Mereka bisa menjadikan penjarahan sebagai tontonan, tragedi sebagai tawa, dan karma politisi sebagai pesta rakyat. Mulutmu harimaumu, dan kadang harimau itu tidak cuma menggigit, tapi juga viral di TikTok.

Seharian ini, kopi tanpa gula sudah tiga gelas. Pahit…wak!

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Arsip, Memori Bangsa yang Terancam Bara

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00