Dengarkan Artikel
Oleh : Akaha Taufan Aminudin
Puisi adalah jembatan antara kata dan rasa, antara pikiran dan hati. PT Republik Rakyat Literasi baru saja menyelenggarakan pelatihan cipta puisi bertajuk “Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa” yang diisi oleh Ibu Ines. Acara ini bukan hanya menjadi arena belajar menulis puisi, tetapi juga ruang berjejaring dan refleksi tentang kemerdekaan dalam makna yang lebih hidup.
Selain itu, lomba cipta puisi dengan tema “Kemerdekaan” menjadi wadah bagi peserta menyalurkan semangat dan rasa cinta tanah air lewat karya kreatif mereka. Mari kita renungkan betapa indahnya proses menulis puisi dalam menghidupkan rasa, mempererat jiwa, dan menjaga api kemerdekaan.
Pelatihan Cipta Puisi: Lebih dari Sekadar Merangkai Kata
Pernahkah Anda merasa kata-kata hanyalah huruf-huruf kosong? Dalam pelatihan ini, Ibu Ines mengajak peserta untuk melihat puisi sebagai cara menemukan makna dalam setiap tiupan rasa. Seperti yang beliau sampaikan: “Teruslah berlatih menulis dan membaca puisi, sama seperti menyanyi perlu ada latihan supaya terbiasa.” Latihan memang kunci, dan melalui latihan kita belajar mengekspresikan emosi secara autentik sehingga kata-kata tidak sekadar dibaca tapi juga dirasakan.
Acara pelatihan yang berlangsung secara virtual ini memanfaatkan platform Google Meet dan YouTube untuk menjangkau banyak peserta dari berbagai latar belakang. Hal ini membuktikan bagaimana teknologi dapat menjadi sarana penyebaran seni dan literasi, bahkan di saat batasan ruang dan waktu harus kita hadapi bersama.
Lomba Puisi “Kemerdekaan”: Sebuah Suara dari Jiwa Bangsa
Puisi bertema kemerdekaan tentu bukan hal yang baru, tetapi tetap jadi panggilan hati setiap generasi untuk terus mengingat dan merayakan makna perjuangan. Dengan mekanisme yang terstruktur — mulai dari pengumpulan naskah, kurasi juri, hingga sesi pembacaan live di Google Meet — acara ini menawarkan peluang berharga bagi para pecinta puisi untuk mengasah kemampuan sekaligus menyuarakan harapan mereka.
Kriteria penilaian tidak hanya menilai teknik dan estetika, tetapi juga kedalaman makna dan penghayatan yang membuat puisi hidup dan beresonansi dengan pendengar. Ini bukan sekadar lomba, tapi sebuah sarana pembelajaran sekaligus refleksi kolektif tentang kemerdekaan itu sendiri.
Literasi dan Semangat Kebangsaan: Harmoni yang Tak Terpisahkan
📚 Artikel Terkait
Selain lomba cipta puisi, kegiatan seru seperti lomba wawasan kebangsaan dan historical reels challenge turut diadakan untuk menumbuhkan kecintaan pada tanah air dengan cara yang kreatif dan kekinian.
Pendidikan melalui permainan cerdas cermat dan video pendek adalah contoh bagaimana literasi dapat diintegrasikan dengan penggunaan teknologi dan media sosial.
Hal ini menjadi sangat penting untuk membuktikan bahwa memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan tidak harus kaku atau membosankan. Sebaliknya, dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mendekatkan kita pada akar budaya serta perjuangan para pahlawan.
Tantangan dan Kebersamaan dalam Dunia Digital
Seperti yang dialami dalam acara, tantangan teknis seperti suara Google Meet yang tidak stabil maupun kesibukan peserta tidak mengurangi antusiasme untuk berpartisipasi dan belajar. Semangat bersama untuk berkarya dan terus meningkatkan keterampilan menjadi bukti nyata bahwa gairah literasi masih hidup dan berkembang di berbagai kalangan.
Bagi banyak peserta, ini adalah kesempatan untuk menemukan komunitas dan tempat berbagi dunia sastra yang penuh gairah dan inspirasi. Semangat kebersamaan inilah yang membuat pelatihan dan lomba cipta puisi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan pengalaman bermakna.
Mengakhiri: Ajakan untuk Merangkai Kata dan Menghidupkan Rasa
Puisi adalah suara hati dan ruang kebebasan jiwa. Pelatihan dan lomba cipta puisi ini mengajarkan kita bahwa merangkai kata bukan hanya soal teknik indah, tetapi tentang menghidupkan rasa dan menyuarakan gagasan yang bermakna. Mari kita terus berlatih, menulis, dan berbagi karya puisi sebagai bentuk kecintaan kita pada tanah air sekaligus sarana memahami kemerdekaan secara mendalam.
Kalau Anda merasakan getarannya, jangan ragu ikut serta di acara berikutnya. Karena di dalam tiap kata yang tertulis dan dibaca, ada kekuatan membangun bangsa yang lebih peka, kritis, dan penuh harapan.
Tonton kembali pelatihan dan acara lomba di sini:
YouTube @RRLberkreasi41
Jangan lupa untuk like, komen, dan bagikan agar lebih banyak jiwa muda tergerak untuk merangkai kata dan menghidupkan rasa lewat puisi! ✍️❤️🇮🇩
Kamis Pahing 28 Agustus 2025
Akaha Taufan Aminudin
Koordinator Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR
SatuPenaJawaTimur
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






