POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

114 Tahun Sawit Aceh Ramah Anak

RedaksiOleh Redaksi
August 28, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Sumarjono Saragih

Aceh tidak saja menyumbang pesawat Seulawah dalam awal kemerdekaan Indonesia. Yang tak boleh dilupakan, bahwa Aceh adalah juga rumah leluhur industri sawit. Dan kini turut membawa Indonesia juara produksi sawit dunia.

Pengusaha Eropa yang dibawa kolonial, memulai perkebunan sawit komersil tahun 1911 di Sei Liput Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah dan stakeholders sawit kemudian sepakat menetapkan tanggal 18 Nopember sebagai Hari Sawit Nasional. Artinya, jejak sawit di Aceh sudah berumur 114 tahun. Dan selama itu pula sawit mengiringi perjalanan Aceh dari heroik, konflik dan kini damai dan menatap kemajuan dan kesejahteraan.

Laju ekspansi sawit di Aceh memang kalah dari provinsi lain. Tercatat sawit Aceh ada 500 ribu hektar. Bandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan yang berkembang belakangan. Disebutkan lebih 1.9 juta hektar kebun sawit di provinsi Kalimantan Tengah. Ketimpangan ini tidak terlepas akibat konflik panjang Aceh. Konflik membuat investasi tidak bertumbuh. Padahal tanah Aceh yang subur pasti memberi produktivitas sawit yang lebih tinggi dari daerah lain.

Perkebunan sawit Aceh tentu tidak hanya soal ekonomi dan bisnis. Sawit juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam mempersiapkan anak dan generasi untuk menyambut Aceh Emas 2045. Industri sawit mempunyai praktik baik dan menjadi bagian integral dalam proses bisnis sawit berkelanjutan. Disain perkebunan sawit menjamin, melindungi dan menghormati hak anak. Tuduhan sawit mempekerjakan anak tidak benar dan sangat merugikan sawit. Malah sebaliknya, sawit Indonesia ramah anak (SIRA).

📚 Artikel Terkait

Diskominfotik Kota Banda Aceh Ikuti FGD Migrasi TV Digital Indonesia

Menulis dan Melukis: Sama

Pemko Langsa Jalin Kerja Sama dengan FKIP USK Banda Aceh

“Menghadirkan Kesejahteraan dari Ujung Kampung: Menyegarkan Kembali Dana Desa Sebagai Strategi Pemersatu dan Pemberdaya”

Seperti apa itu sawit Indonesia ramah anak? Ada banyak bukti jadi alasan. Perkebunan sawit hanya mempekerjakan dengan usia minimun 18 tahun. Untuk pendidikan, ada perusahaan membangun sekolah di tengah kebun. Bila sekolah sudah ada di sekitar kebun, perusahaan membantu peningkatan fisik dan non fisiknya. Demikian pula fasilitas kesehatan. Tersedia klinik bahkan ada yang membangun rumah sakit. Ada bus mengantar anak ke sekolah. Rumah perlindungan pekerja perempuan dan anak dibangun. Bila orang tua bekerja, perusahaan juga menyediakan rumah pengasuhan anak (day care) dengan tempat bermain aman dan nyaman.

Dengan dukungan BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) terus bergerak melalui sejumlah inisiatif. Tanggal 27-28 Agustus 2025 di Kyriad Hotel Banda Aceh, melaksanakan seminar dan workshop “Membangun Aceh Bersama Sawit Ramah Anak”. Melibatkan peserta 120 orang dari berbagai pihak. Perusahan, Petani, NGO, Serikat Buruh dan Pemerintah. Tujuanya untuk mempromosikan praktik baik SIRA. Ada buku panduan SIRA sebagai rujukan yang dipublikasikan oleh GAPKI tahun 2021.

Inisiatif dan cara ini mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah provinsi Aceh melalui kehadiran dan sambutan Kepala Dinas PPPA Meutia Juliana. Bahkan di akhir acara ditanda tangani deklarasi dan komitmen aksi bersama (Pemprov Aceh, GAPKI dan PAACLA) mewujudkan sawit Aceh ramah anak dan diperluas ke sektor usaha lainnya.

Melalui acara ini, diharapkan semua pihak menyadari dan memahami pentingnya bisnis yang ramah anak. Dan itu bisa. Sudah dibuktikan dan contohnya dapat dilihat di perkebunan sawit. Jadi tidak berlebihan bila sawit punya peran yang nyata dan maha penting mempersiapkan generasi Aceh. Oleh karena itu kita harapkan pemerintah Aceh menjadi penopang. Tidak turut menggoyang sawit. Jejak Aceh sebagai rumah leluhur sawit harus bagian narasi baru. Bahkan waktunya secara kolaboratif, pemerintah Aceh secara cerdik mengoptimalkan keberadaan industri sawit. Sawit ramah anak sebagai modal dan akselerator mempersiapkan Anak Aceh Emas 2045. Semoga.//

Sumarjono Saragih
○ Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM

○ Chairman Founder WISPO (Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Puisi-Puisi Agus Yulianto

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00