• Latest

Pencipta Keteduhan di Sekolah Itu Sudah Ditebang Untuk Kepentingan Makhluk Sempurna yang Berakal‎

Agustus 26, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pencipta Keteduhan di Sekolah Itu Sudah Ditebang Untuk Kepentingan Makhluk Sempurna yang Berakal‎

Redaksiby Redaksi
Agustus 26, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

‎
‎
‎Oleh Anies Septivirawan
‎
‎
‎
‎Matahari pagi bersinar panas nan tegas menembus pori-pori para siswa-siswi SMA 2 Situbondo, Jawa Timur yang duduk bersila, berjejer di lapangan basket sekolah tempat mereka menimba ilmu.
‎
‎Mereka tidak sedang mengikuti pengajian. Tidak berdzikir.  Juga tidak sedang mengikuti ritual sakral. Tapi sedang memuntahkan isi hati yang dongkol kepada orang yang dijadikan panutan setiap hari. Panutan mereka, juga panutan para guru di sekolah penyandang penghargaan “Adiwiyata”.
‎
‎Ia adalah sang kepala sekolah yang diunjuk rasa para anak didiknya. Mereka,para siswa – siswi kesal kepada sang kepala sekolah, karena telah menebang pohon di halaman belakang sekolah.
‎
‎Meski tidak anarkis, mereka cukup kreatif merangkai kata – kata sindiran buat kepala sekolah. Mereka sangat kreatif karena telah memodifikasi foto sang kepala sekolah ditempel gambar telinga tikus yang memakai sehelai dasi. 
‎
‎Mereka menganggap sang kasek tidak mencintai lingkungan hidup yang hijau.  Mereka juga sangat berharap agar sang kepala sekolah dipindah ke sekolah lain.
‎
‎Dalam momentum unjuk rasa ratusan siswa-siswi SMA Negeri 2 itu juga sempat dihadiri oleh sang senior, mereka yang sudah menjadi alumni, juga ikut nyemplung di tengah demonstrasi damai itu. Bahkan juga ikut orasi. 
‎
‎Kini pohon – pohon di halaman belakang sekolah itu mati atas nama eksekusi pemegang kebijakan orang nomor satu di sekolah unggulan itu.
‎
‎Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimca) pun datang berkumpul, berembuk dan rapat di ruang kerja sang kepala sekolah. Entah apa yang dibicarakan dan solusi apa yang harus didapatkan. Insan media hanya bisa mengintip dari celah jendela.
‎
‎Dan di tengah berlangsungnya demo para murid, ada selintingan suara menyeruak di tengah – tengah semangat para awak media yang berbunyi: kenyataan dan fakta itu tidak boleh ditulis. Entah siapa yang memerintahkan hal itu. Namun toh peristiwa kenyataan tersebut muncul juga di media cetak dan online: media mainstream.
‎
‎Kini, perbuatan manusia di sekolah yang menebang pohon – pohon itu tengah dimintai pertanggungan jawab oleh hukum dunia.
‎
‎Kini, arwah-arwah sang pohon itu sudah bermigrasi ke alam lain, entah ke mana. Dan tubuh – tubuhnya tidak lagi bisa menciptakan suasana rindang bagi para anak didik yang belajar di sekolah, karena ia telah ditebang. Ia ditebang karena kepentingan manusia yang katanya makhluk ciptaan tuhan yang sempurna. Entah salah apa, pohon – pohon itu dimusnahkan.
‎
‎Pencipta keteduhan di sekolah favorit itu telah tumbang karena ditebang untuk kepentingan makhluk sempurna yang berakal.
‎
‎

Situbondo, 25 Agustus 2025

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Pelestarian Kain Tradisional Indonesia Agar Kompetitif dan Tren di Masyarakat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com